Hari Suci Nyepi

Om Swastiastu,

Pada 09 Maret 2015 merupakan Hari Suci Nyepi yang dilaksanakan oleh Umat Hindu di Seluruh Indonesia. Umat Hindu di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan juga melaksanakan kegiatan Upacara Hari Suci Nyepi tersebut. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada pelaksanaan rangkaian kegiatan upacara tersebut, Umat berbondong-bondong datang ngayah ke pura. Umat yang datang dari berbagai daerah seperti Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Singaraja, Denpasar dan Gianyar. Mereka datang sendiri ngayah karena panggilan dari Leluhur. Pada Nyepi Tahun 2016 ini Bapak I Gusti Putu Raka ditunjuk sebagai ketua panitia.

Pada Minggu 28 Pebruari 2016 dilaksanakan upacara melasti. Upacara dilaksanakan di Petirtan Suci Jolotundo. Tidak seperti tahun lalu, kali ini kita melaksanakan upacara Melasti tidak bersama dengan pura lain. Kita mendahului melasti karena agar banyak umat yang bisa ikut melasti bersama kita. Karena pada Hari Minggu, 06 Maret 2016 seluruh pura-pura di Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto dan Sidoarjo akan melaksanakan melasti di Pantai Aru, sehingga kalau kita barengan harinya, umat nantinya akan bingung untuk melasti. Pada Hari Sabtu, 27 Pebruari 2016 umat sudah datang ke pura untuk mempersiapkan sarana dan prasarana upakara. Umat juga melaksanakan persembahyangan memohon agar kegiatan upacara melasti besok berlangsung dengan lancar.

Umat berkumpul di Wantilan persiapan melasti

Umat berkumpul di Wantilan persiapan melasti

Penglukatan di Beji

Penglukatan di Beji

Matur Piuning ring Lingga Yoni, Surya Majapahit dan HYang Semar

Matur Piuning ring Lingga Yoni, Surya Majapahit dan HYang Semar

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Ida Pandita Buda Mpu Salahin Prama Daksa  dan Ida Pandita Putra Nirmala

Ida Pandita Buda Mpu Salahin Prama Daksa dan Ida Pandita Putra Nirmala

Pada Minggu 28 Pebruari 2016 pukul 06.00 WIB umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan. Setelah persembahyangan, banten, pretima-pretima, jempana, senjata Dewata Nawa Sanga dan peralatan untuk melasti dibawa keluar Mandala Utama dan dimasukkan kedalam mobil yang telah disiapkan. Pukul 09.00WIB umat berangkat menuju ke Petirtan Jolotundo. Banyak umat yang ikut mengiringi dan sebagian besar membawa kendaraan pribadi.

Persiapan melasti

Persiapan melasti

Jempana dimasukkan mobil

Jempana dimasukkan mobil

Senjata Dewata Nawa Sanga yang akan dibawa melasti

Senjata Dewata Nawa Sanga yang akan dibawa melasti

Umat yang ikut melasti

Umat yang ikut melasti

Pukul 09.21WIB umat sampai dipertigaan Jolotundo. Dari sana umat berjalan kaki menuju ke petirtan suci yang jaraknya sekitar 800 meter dengan jalan yang menanjak sehingga banyak umat yang ngos-ngosan apalagi yang membawa jempana. Sesampai di pintu gapuro, umat disambut Tari Remo. Selanjutnya peralatan melasti ditaruh didepan petirtan yang telah disiapkan. Pada upacara kali ini tetap menggunakan banten Medang Kamulan, dan yang memuput adalah Ida Pandita Buda Mpu Salahin Prama Daksa dari Griya Tanggahan Bangli dan Ida Pandita Putra Nirmala dari Pasraman Wilwatikta Singosari Malang. Juga hadir Pandita Dukun Eko Warnoto dan Pandita Dukun Puja Pramana tetapi Beliau tidak muput karena sedang melaksanakan suatu upacara yang tidak boleh memimpin segala kegiatan upacara. Hadir juga semeton dari Grup Kesenian Lembaga Purwasura Pelestari Seni Budaya Sastra dan Nusantara Adi Luhung dari Dusun Rembu Tengah Desa Japanan Kec. Kemlagi – Mojokerto. Juga semeton Umat Hindu dari Gondang.

Berjalan menuju ke Petirtan Suci Jolotundo

Berjalan menuju ke Petirtan Suci Jolotundo

Para Pemangku

Para Pemangku

Pembawa Jempana

Pembawa Jempana

Para Pemuda Medang Kamulan

Para Pemuda Medang Kamulan

Musik Ketipung dari Tengger

Musik Ketipung dari Tengger

Tari Remo

Tari Remo

Di Petirtan Suci Jolotundo

Di Petirtan Suci Jolotundo

Umat yang hadir

Umat yang hadir

UMat dari Gondang

UMat dari Gondang

Semeton dari Grup Kesenian Lembaga Purwasura Pelestari Seni Budaya Sastra dan Nusantara Adi Luhung dari Dusun Rembu Tengah Desa Japanan Kec. Kemlagi – Mojokerto

Semeton dari Grup Kesenian Lembaga Purwasura Pelestari Seni Budaya Sastra dan Nusantara Adi Luhung dari Dusun Rembu Tengah Desa Japanan Kec. Kemlagi – Mojokerto

Upacara kali ini juga diliput oleh Surabaya TV. Pada kesempatan tersebut kru tv mewawancarai Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila, Bapak Ir. I Gusti Putu Raka, MMT dan Bapak Prof.  Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD. Bapak Jero Sepuh menyampaikan tentang sejarah Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Mulai dari awal berdiri sampai saat ini. Juga disampaikan tentang konsep budaya jawa yang diterapkan di pura ini. Bapak Ir. I Gusti Putu Raka, MMT menyampaikan alasan dipilihnya Petirtan Suci Jolotundo ini dipakai untuk upacara melasti. Menurut Beliau karena petirtan ini sesungguhnya milik kita juga sehingga kalau tidak dipakai akan bisa diambil oleh orang lain. Apalagi tempatnya yang sangat sejuk yang memberikan kita rasa nyaman dan tenang dalam melaksakanan persembahyangan. Bapak Prof.  Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD menyampaikan tentang makna melasti dan nyepi. Juga sejarah kenapa ada Hari Suci Nyepi itu. Dampak adanya nyepi secara ilmiah juga ada karena bisa mengurangi emisi dan pemakaian bahan bakar. Makanya Nyepi ini sebenarnya sangat bisa diterapkan di seluruh dunia.

Wawancara dengan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Wawancara dengan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Wawancara dengan Bapak Ir. I Gusti Putu Raka Artama, MMT

Wawancara dengan Bapak Ir. I Gusti Putu Raka Artama, MMT

Wawancara dengan Bapak Prof.  Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD

Wawancara dengan Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD

Selama pandita muput ditampilkan Tari Sang Hyang Sembah oleh semeton dari Grup kesenian Sanggar Pancer Langit dari Desa Kapal Badung yang dipimpin A.A. Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M.Sn. Grup ini sudah merupakan bagian dari Keluarga Besar Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dan selalu tampil mengiringi setiap upacara yang dilaksanakan oleh pura ini.

Ida Pandita Buda Mpu Salahin Prama Daksa dan Ida Pandita Putra Nirmala

Ida Pandita Buda Mpu Salahin Prama Daksa dan Ida Pandita Putra Nirmala

Mecaru

Mecaru

Tari Sang HYang Sembah

Tari Sang HYang Sembah

Grup kesenian Sanggar Pancer Langit

Grup kesenian Sanggar Pancer Langit

Setelah itu dilaksanakan persembahyangan bersama. Setelah persembahyangan, Bapak Ir. I Gusti Putu Raka, MMT selaku ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada umat yang sangat antusias ngayah sehingga kegiatan upacara melasti ini bisa berjalan dengan sangat baik. Juga kepada semeton yang bisa ikut ngiringi pelaksanaan upacara melasti ini. Juga dihimbau setelah selesai upacara melasti ini umat yang berangkat pulang agar bisa menjaga diri agar semua selamat sampai di rumah.

Bapak Ir. I Gusti Putu Raka Arthama, MMT

Bapak Ir. I Gusti Putu Raka Arthama, MMT

Setelah itu sambutan dari Bapak Ir. Made Suryawan,MM.,CHA. Beliau adalah ketua Forum Studi Majapahit. Pada kesempatan tersebut Beliau menyampaikan agar sekarang kita harus sering-sering untuk bersembahyang karena kita ini sudah memasuki jaman Kaliyuga. Jaman yang semua serba terbalik, yang baik dianggap jelek dan yang jelek dianggap buruk. Hal ini tentu akan menggoda kita untuk ikut-ikutan melakukan hal yang buruk. Dengan sering kita bersembahyang dan mempelajari ajaran agama kita, semoga kita selalu dituntun untuk tetap dijalan kebenaran. Saat ini setelah 500 tahun, ajaran kebenaran tersebut akan ditegakkan kembali. Leluhur sudah mulai mengayomi kita lagi. Hal ini dibuktikan dengan kita sudah melinggihkan Leluhur di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Dan banyak semeton yang dari mana-mana termasuk dari Bali dipanggil Leluhur untuk tangkil di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini.

Bapak Ir. Made Suryawan,MM.,CHA

Bapak Ir. Made Suryawan,MM.,CHA

Selanjutnya umat nunas tirta dan bija. Setelah itu semua sarana upacara disucikan dengan dicelupkan di kolam pertirtan suci. Setelah itu upacara melasti selesai dan umat kembali ke pura dan sebagian kembali ke rumah masing-masing.

Pada Hari Selasa 08 Maret 2016 dilaksanakan Upacara Mecaru. Upacara dilaksanakan di pertigaan Desa Mondoluku dan dipimpin oleh Pinandita DR. I Nengah Mariasa, M.Hum. Upacara berjalan dengan khidmat dan dihadiri oleh pengurus Rumah Tangga Pura dan Umat Hindu Mondoluku.

Mejeng dulu (Pemangkunya itu kok ikut mejeng?)

Mejeng dulu (Pemangkunya itu kok ikut mejeng?)

Upacara Pecaruan

Upacara Pecaruan

Upacara Pecaruan

Upacara Pecaruan

Pada Hari Rabu 09 Maret 2016 merupakan puncak Hari Suci Nyepi. Umat banyak yang melaksanakan Catur Brata Penyepian di pura. Pada hari tersebut umat tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian dan tidak bersenang-senang. Semua pikiran tertuju kepada Ida Sang Hyang Widdhi Wasa.

Pada Hari Kamis 10 Maret 2016 umat melaksanakan Ngembak Gni. Pagi-pagi umat sudah di Mandala Utama melaksanakan persembahyangan bersama. Setelah itu umat berbuka puasa menikmati sajian nasi kuning lengkap. Setelah itu umat saling bersalam-salaman dan bermaaf-maaafan. Saling melupakan kesalahan yang lalu dan mulai hidup baru yang lebih baik. Dan semoga semua mendapatkan kedamaian di hati di dunia dan damai selamanya. Hidup tentram kerta raharja. Merdeka!.

Persembahyangan Ngembak Gni

Persembahyangan Ngembak Gni

Saling bermaaf-maafan

Saling bermaaf-maafan

Dapat Angpao (Penulis kok gak dapat ya?)

Dapat Angpao (Penulis kok gak dapat ya?)

Berdo'a dulu sebelum makan

Berdo’a dulu sebelum makan

Ayo makaaan.....!

Ayo makaaan…..!

Setelah itu bersih-bersih

Setelah itu bersih-bersih

Om Shanti Shanti Shanti Om

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: