Upacara Nancep Karya

Om Swastiastu,
Pada Minggu Wage 10 Januari 2016, di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan Upacara Nancep Karya. Upacara tersebut adalah merupakanan rangakaian Upacara Piodalan yang akan dilaksanakan pada Purnama Kawulu, 24 Januari 2016. Pada upacara tersebut dihadiri oleh Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi dari Pura Giri Arjuno, Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD , Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti yang diketuai oleh Jero Mangku Ketut Sumertha. Juga hadir Umat Hindu dari berbagai daerah dan pengurus rumah tangga pura.
Sebelum dilaksanakan upacara, umat berkumpul di wantilan untuk melaksanakan simakrama dan dharma tula. Pada kesempatan tersebut banyak semeton dari paguyuban pinandita yang mempertanyakan hal-hal unik dan aneh yang diterapkan dipura ini, seperti adanya penghormatan bendera merah putih di Lingga Yoni dan juga menyanyikan lagu Padamu Leluhur. Hal ini karena dipura lain tidak ada tradisi tersebut.

Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti

Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti

Semeton yang hadir

Semeton yang hadir

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan bahwa pengibaran bendera merah putih di Lingga Yoni dilakukan oleh Jero Dasaran dari Jembrana karena Beliau mendapat pawisik agar mengibarkan bendera merah putih diseluruh Nusantara dan pura ini mendapat yang pertama. Bendera merah putih juga merupakan simbul Bapak dan Ibu kita, para Leluhur yang sudah sepantasnyalah kita menghormati mereka. Bendera merah putih juga merupakan lambang kebangsaan kita, yang mana para pendiri negara ini rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk menjadikan negara kita ini seperti sekarang. Tanpa adanya mereka, kita tidak akan dapat menikmati hidup seperti sekarang ini. Mereka yang telah gugur juga merupakan Leluhur kita juga. Dan ini sesuai dengan konsep dipura ini yang terdapat pemujaan terhadap Leluhur.

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Selanjutnya Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi menyampaikan bahwa kalau memang waktunya, kita tidak bisa menolak. Apapun itu apalagi yang memberikan adalah para Leluhur. Begitu juga apa yang ada di pura ini tidak boleh kita permasalahkan meskipun kelihatan tidak biasa, karena bisa jadi dikemudian hari akan menjadi sebuah kenyataan. Beliau mencontohkan bahwa Beliau pernah menolak untuk menjadi Rsi karena merasa belum siap. Tetapi kemudian Beliau mendapat musibah jatuh ke jurang dan kepalanya robek. Kondisi sudah sangat buruk. Akhirnya Beliau menyanggupi untuk menjadi Rsi dan seiring berjalannya waktu Beliau dituntun oleh Ida Bhatara dan sekarang sudah resmi menjadi seorang Rsi. Jadi kalau memang kehendak Leluhur kita tidak boleh mempermasalahkan apalagi menolaknya.

Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi dari Pura Giri Arjuno

Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi dari Pura Giri Arjuno

Acara kemudian dihentikan sejenak untuk persembahyangan Tri Sandhya

Tri Sandhya di pimpin Jero Mangku Ketut Sumertha

Tri Sandhya di pimpin Jero Mangku Ketut Sumertha

Selanjutnya Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD menyampaikan bahwa hanya di pura inilah Dharma Agama dan Dharma Negara diterapkan. Sesuai dengan ajaran agama kita bahwa disamping kita menerapkan Dharma Agama yaitu melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam Agama Hindu, kita juga diwajibkan melaksanakan Dharma Negara. Salah satunya adalah menghormat kepada Sang Saka Merah Putih sebagai lambang Negara Indonesia. Selama ini kita selalu membedakan antara melaksanakan kegiatan keagamaan dengan kegiatan kebangsaan. Tetapi sebenarnya bisa kita laksanakan beriringan tanpa mengurangi nilai salah satunya. Di pura ini ada Surya Majapahit yang merupakan lambang dari Kerajaan Majapahit. Kalau di Bali disebut Dewata Nawa Sanga. Itu sebenarnya juga merupakan lambang dari kebangsaan. Oleh karena itu marilah kita mulai belajar menata kehidupan ber- Dharma Agama dan ber-Dharma Negara kita dengan baik agar selaras sehingga kita bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.

Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD

Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD

Selanjutnya Jero Mangku Ketut Sedana menyampaikan bahwa Beliau setuju dengan apa yang diterapkan di pura ini dan Beliau menambahkan agar lagu Padamu Leluhur agar dibuat lebih bagus agar tidak sama persis dengan Lagu Padamu Negeri baik intonasi maupun penguacapannya. Hal ini agar kita tidak dianggap mengambil hak cipta orang lain. Disamping tidak etis juga melanggar hak cipta. Mungkin pengucapan lagunya diganti atau syairnya.

Jero Mangku Ketut Sedana

Jero Mangku Ketut Sedana

Terhadap semua pendapat dan saran tersebut Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan menerima semua itu agar lebih baik dikemudian hari. Beliau juga menerima apabila ada saran dan pendapat untuk kemajuan pura ini. Tetapi Beliau tidak suka apabila ada orang yang suka menyerang dan menjelekkan pura ini, apalagi dilakukan ditempat lain.
Pukul 13.00WIB umat melaksanakan makan siang.

Makan siang

Makan siang

Setelah itu umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan Upacara Nancep Karya. Selama upacara, hujan turun dengan lebat disertai angin dan kilat menggelegar.

Upacara Nancep Karya

Upacara Nancep Karya

Upacara Nancep Karya

Upacara Nancep Karya

Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi memimpin upacara

Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi memimpin upacara

Pukul 15.00WIB Upacara Nancep Karya selesai.
Om Shanti Shanti Shanti Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: