Tirtayatra SMA LAB UNDIKSA Singaraja dan Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali.

Om Swastiastu,

Pada Jumat 15 Januari 2016 Semeton dari Karyawan dan staff SMA LAB UNDIKSA Singaraja dan Semeton Rombongan Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton dari Karyawan dan staff SMA LAB UNDIKSA Singaraja sampai duluan ke pura dengan menggunakan 2 bus diketuai oleh Bapak I Ketut Gading. Tirtayatra semeton SMA LAB UNDIKSA menjadi spesial karena Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila merupakan alumnus sekolah tersebut, sehingga seperti menjadi ajang reuni bersama guru-guru tersebut. Rombongan langsung menuju wantilan untuk beritirahat setelah perjalanan jauh dan melaksanakan simakrama dengan pengurus rumah tangga pura.

Semeton SMA LAB UNDIKSA Singaraja

Semeton SMA LAB UNDIKSA Singaraja

Selang beberapa lama kemudian, datang rombongan tirtayatra dari semeton Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali. Semeton datang menggunakan 2 buah bus diketuai oleh Bapak I Nyoman Tirtayasa. Bapak I Nyoman Tirtayasa sudah dua kali metirtayatra ke pura ini, sebelumnya Beliau datang bersama semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan Badung Bali  pada tanggal 23 Agustus 2015. Bapak I Nyoman Tirtayasa sendiri adalah seorang Kelian Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan. Hadir juga bersama rombongan Kelian Dinas Desa Ungasan Bapak I Nyoman Widana. Semeton juga langsung menuju ke Wantilan dan bergabung dengan semeton dari SMA LAB UNDIKSA Singaraja.

Semeton Rombongan Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali

Semeton Rombongan Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali

Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura, pelinggih-pelinggih yang terdapat di pura ini dan urutan-urutan persembahyangan di pura ini, mulai dari penglukatan di Beji, matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi. Kemudian ke Mandala Utama untuk persembahyangan bersama. Setelah persembahyangan dilanjutkan dengan sungkem ke Ratu Ken Dedes dan Kanjeng Ratu Kidul. Karena banyak pelinggih yang harus disembahyangi maka bisa memakan waktu 2 jam lebih. Juga disampaikan adanya rantasan Tuhur Taja Medang Kamulan yang merupakan pengikat antara Leluhur Jawa dengan Leluhur Bali.

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Setelah itu Bapak I Ketut Gading memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan dari semeton pengurus rumah tangga pura dan umat yang ada disini. Beliau juga sebelumnya merasa bingung makan di mana karena lokasi pura ini yang sangat terpencil dan tidak ada orang yang berjualan. Tetapi ternyata di sini kita disiapin makanan. Ini merupakan suatu surpise tersendiri karena biasanya kalau metirtayatra di Bali biasanya tidak ada yang menyambut apalagi menjamu makanan. Juga Beliau mohon maaf karena merasa mengganggu harus meluangkan waktu untuk menyambut semeton ini. Juga terima kasih karena sudah menyampaikan sejarah pura ini sehingga bisa meningkatkan srada dan bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Para Dewa dan Leluhur.

Bapak I Ketut Gading

Bapak I Ketut Gading

Kemudian sambutan dari Bapak I Nyoman Tirtayasa. Beliau menyampaikan bahwa Beliau sudah kali kedua metirtayatra ke pura ini dan rencana akan datang lagi untuk ngiring Ida Rsi Bhagawan Mahacarya Segening yang akan ngayah muput upacara Piodalan di pura ini pada tanggal 24 Januari 2015 mendatang. Sebenarnya banyak yang mau metirtayatra ke pura ini tetapi karena ada yang berhalangan maka yang bisa ikut cuma 70 kk. Mudah-mudahan pada kesempatan tirtayatra yang akan datang semua bisa ikut. Karena Beliau merasakan kalau dipura ini terasa damai dan sesampai di rumah terasa kangen dan ingin tangkil lagi ke pura ini.

Kelian Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa Kelian Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa

Kelian Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa

Penyerahan Punia

Penyerahan Punia

Setelah simakrama, umat menuju ke beji untuk melaksanakan penglukatan.

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu menuju ke Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi untuk matur piuning.

Mepiuning ring Rsi

Mepiuning ring Rsi

Selanjutnya umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Setelah persembahyangan umat kembali menuju ke wantilan untuk beristirahat dan makan malam.

Pagi hari umat melaksanakan persembahyangan bersama di Mandala Utama , setelah persembahyangan, semeton SMA LAB UNDIKSA Singaraja dan Semeton Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali pamit melanjutkan perjalanan.

Nunas minyak

Nunas minyak

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Semeton pamit

Semeton pamit

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: