Tirtayatra Kelompok III Sektor Wonocolo Surabaya

Om Swastiastu,

Pada Minggu Wage 27 September 2015, Semeton dari Kelompok III Sektor Wonocolo Surabaya melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton diketuai oleh Bapak Bayu Putra berjumlah sekitar 30 orang dengan menggunakan 6 mobil. Semeton sampai di pura sekitar pukul 11.35 WIB dan langsung menuju ke wantilan untuk beristirahat.

Semeton dari Kelompok III Sektor Wonocolo Surabaya

Semeton dari Kelompok III Sektor Wonocolo Surabaya

Semeton dari Kelompok III Sektor Wonocolo Surabaya

Semeton dari Kelompok III Sektor Wonocolo Surabaya

Pada kesempatan itu Ketua Rumah Tangga Pura, Bapak Jero Sepuh Kadek Sumanila memaparkan tentang sejarah pura, pelinggih-pelinggih yang ada dan bantan yang menggunakan konsep Jawa Tengger. Juga disampaikan bahwa di pura ini banyak pelinggihnya sehingga kalau sembahyang bisa sampai 2 jam. Pelinggih disini juga banyak yang tidak ada di pura lain seperti Gedong Lingga Kamulan, Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar, Rsi dan Ken Dedes. Juga nanti akan dibuat pelinggih Patih Gajah Mada, Kanjeng Ratu Kidul dan Rsi Wiswakarma. Semua pelinggih disini dibuat secara bertahap jadi tidak sekaligus. Bapak Jero Sepuh juga minta agar umat sering-sering ngayah / bersembahyang di pura ini. Apalagi nanti pada Purnama Kawulu 24 Agustus 215 akan dilaksanakan upacara piodalan.

Bapak Jero Sepuh Kadek Sumanila

Bapak Jero Sepuh Kadek Sumanila

Selanjutnya sambutan dari Bapak Bayu Putra. Beliau menyampaikan bahwa sebagaian semeton baru kali ini datang ke pura ini dan pura ini sangat bagus dengan banyaknya pelinggih-pelinggih. Beliau bersama teman-teman berencana akan maturan pada setiap purnama-tilem. Apalagi disini terdapat pemujaan untuk para Leluhur karena kalau kita ingat dan memuja Leluhur, tentu Leluhur akan merestui kita dengan kebahagiaan. Itulah yang membuat kita bangga menjadi orang Hindu. Karena semua ada, seperti doa untuk leluhur yang dipakai oleh umat lain seperti upacara kematian 1 -7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari sebenarnya ada di agama kita. Itu merupakan doa untuk keluarga kita yang meninggal dan akan menjadi leluhur kita juga. Sebenarnya apapun kepercayaan kita, ingat pada Leluhur itu harus. Kalau kita tidak ingat pada leluhur maka tidak ada yang membimbing kita menjalani hidup ini.

Bapak Bayu Putra

Bapak Bayu Putra

Karena hari siang semeton kemudian menikmati makan siang.

Makan Siang

Makan Siang

Setelah itu semeton menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Matur piuning

Matur piuning

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Semeton kerauhan

Semeton kerauhan

Kemudian semeton menuju ke Lingga Yoni, Surya Majapahit dan Hyang Semar untuk matur piuning.

Matur piuning

Matur piuning

Hormat Sang Saka

Hormat Sang Saka

Mohon Restu ring Bhatara Siwa

Mohon Restu ring Bhatara Siwa

Mohon restu ring Hyang Semar

Mohon restu ring Hyang Semar

Mohon restu ring Hyang Semar

Mohon restu ring Hyang Semar

Setelah itu semeton menuju ke Mandala Utama untuk persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Setelah persembahyangan, semeton menuju ke Wantilan untuk bersantai.

Bersantai

Bersantai

Penyerahan punia

Penyerahan punia

Selanjutnya semeton pamit melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: