Tirtayatra Semeton Kelompok V Kenjeran Surabaya

Om Swastiastu,

Pada Minggu 13 September 2015 Semeton dari Kelompok V Kenjeran Surabaya melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton berjumlah 22 orang diketuai oleh Bapak Ida Bagus Gede sampai di pura pada pukul 09.30 WIB. Ikut pula dalam rombongan Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D beserta ibu. Para semeton langsung menuju ke Wantilan untuk mesiwakrama dengan para pengurus rumah tangga pura.

Semeton Kelompok V Kenjeran Surabaya

Semeton Kelompok V Kenjeran Surabaya

Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura, Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah dan konsep jawa yang diterapkan di pura ini. Juga tentang banyak semeton yang dari Bali dan Lombok yang terus menerus datang untuk metirtayatra ke pura ini. Mereka datang ke pura ini karena ingin bertemu dengan leluhur yang sekian lama tidak bertemu. Juga sebagian kesini untuk nunas minyak medang kamulan. Minyak tersebut adalah minyak suci yang terbuat dari 11 jenis kelapa, dimasak menggunakan kayu mangga dan dibuat oleh para pemangku. Pembuatan minyak ini dilaksanakan hanya pada waktu Tumpek Landep dan dipakai untuk membasuh pusaka Medang Kamulan. Sisa dari basuhan inilah yang dipakai untuk obat. Saat ini minyaknya tinggal sedikit sehingga belum bisa dibagi kepada para semeton.

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Selanjutnya sambutan dari ketua Kelompok V Kenjeran Surabaya Bapak Ida Bagus Gede. Beliau menyampaikan bahwa sebagian besar semeton baru kali ini yang metirtayatra ke pura ini. Beliau sangat terkesan dengan pura ini dan konsep yang diterapkan yang tidak ada di pura lainnya. Beliau berjanji akan datang lagi ke pura ini.

Bapak Ida Bagus Gede

Bapak Ida Bagus Gede

Selanjutnya Dharma wacana dari Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa Beliau sangat mengenal pura ini dari awal berdirinya. Beliau menyampaikan umat disini yang awalnya 75 KK sekarang menjadi 7 KK mempunyai suatu maksud yaitu 7 itu pitu berarti pitulungan, membangkitkan kembali apa yang terpendam dan hilang dari Tanah Jawa ini. Pada waktu pertama kerja bhakti bersama Mahasiswa ITS tiba-tiba datang angin keras padahal waktu itu musim kemarau dan tidak pernah ada angin keras sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Leluhur datang untuk memberi restu kapada kita semua. Di pura ini juga terdapat Pelinggih Rsi yaitu Rsi Agastya yang disebut juga Aji Saka yang membawa ilmu pengetahuan kepada umat di Tanah Jawa ini. Ada juga Rsi Markandeya yang mengajarkan tentang memasang panca datu di tempat suci. Panca datu ini merupakan sarana untuk menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rsi Markandeya juga yang membangun Pura Besakih yang merupakan pura terbesar di Bali. Juga ada Mpu Kuturan yang menyatukan berbagai sekte di Bali menjadi tiga yaitu Pura Desa, Pura Puseh/Segara dan Pura Dalem. Ada juga Pelinggih Hyang Semar. Semar juga berarti samar (tidak kelihatan, makhluk tidak terlihat yang menjaga Tanah Jawa ini). Beliau sebenarnya adalah Sabdo Palon Nawa Genggong yang akan kembali untuk menyelamatkan Nusantara ini setelah 500 tahun sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit. Kemarin kita kedatangan semeton dari Bank BPD dan LPD Se_Kab. Buleleng dan Kec. Pupuan. Jumlahnya 500 orang dan menggunakan 11 bus. Ini bermakna bahwa saat ini sudah 500 tahun kembalinya budaya nusantara sedangkan 11 bus berarti 1+1 Jawa+Bali menjadi satu.

Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D

Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D

Setelah acara siwakrama, semeton menuju ke Beji Sumber Khuripan Sendang Kamulyan untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Kerauhan

Kerauhan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu matur piuning ke Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi.

Menuju ke Lingga Yoni

Menuju ke Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Setelah itu semeton menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta dan Bija

Persembahyangan di Ratu Ked Dedes

Persembahyangan di Ratu Ked Dedes

Setelah persembahyangan, semeton menuju ke Wantilan untuk makan siang.

Makan Siang

Makan Siang

Setelah itu semeton pamit melanjutkan perjalanan, tetapi Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D masih dipura karena kita kedatangan Bapak I Ketut Gotra A dan Bapak dr. Ketut Edy Sudiatha. Beliau-beliau ini adalah tokoh umat Surabaya dan hari ini ikut bersembahyang di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Semeton pamitan

Semeton pamitan

Bapak I Ketut Gotra A , Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila, Bapak dr. Ketut Edy Sudiatha dan I Putu Gede Pradnyadana

Bapak I Ketut Gotra A , Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila, Bapak dr. Ketut Edy Sudiatha dan I Putu Gede Pradnyadana

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: