Tirtayatra Semeton Umat Se-Bali

Om Swastiastu,

Pada Minggu Pon, 6 September 2015 Semeton dari semua kabupaten di Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton berjumlah 120 orang menggunakan 3 bus sampai di pura pada pukul 13.00WIB diketuai oleh Bapak I Nyoman Gunastra. Sebelumnya hadir pula Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana. Semeton kemudian menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat.

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani beserta Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana sembahyang di Beji

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani beserta Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana sembahyang di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memperkenalkan para pengurus rumah tangga pura dan para sesepuh Umat Hindu Desa Mondoluku seperti Bapak Tomo, Bapak Marif, Bapak Giman dan Bapak Niti Saiman. Juga disampaikan tentang sejarah pura, konsep jawa yang diterapkan di pura ini dan adanya pemujaan terhadap Leluhur seluruh Nusantara yang dilinggihkan di Gedong Lingga Kamulan. Juga disampaikan adanya konsep rantasan Tuhur Taja Medang Kamulan untuk menyambung Leluhur Jawa dan Leluhur Bali.

Semeton dari Bali

Semeton dari Bali

Semeton dari Bali

Semeton dari Bali

Kirtanam dipimpin oleh Jero Sepuh Istri

Kirtanam dipimpin oleh Jero Sepuh Istri

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memberikan sambutan

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memberikan sambutan

Selanjutnya sambutan dari Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna. Beliau menyampaikan bahwa Beliau sudah tiga kali ke pura ini dan Beliau akan datang lagi untuk muput Upacara Piodalan di pura ini yang akan dilaksanakan pada Purnama Kawulu 24 Januari 2015. Selanjutnya Beliau menyampaikan bahwa pemaparan Jero Sepuh tersebut sangat luar biasa. Beliau juga sangat setuju bahwa kita semua harus bersatu apapun agama, suku dan golongannya. Marilah kita buat dunia ini menjadi satu keluarga. Sebenarnya konsep tersebut sudah ada dalam semboyan negara kita yaitu Bhinneka Tungga Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu tidak ada Dharma (Kebenaran) ke kedua. Begitu juga apabila bersembahyang ke suatu pura, kita harus menghargai dan mengikuti ketentuan yang ada. Kita tidak boleh berbuat semaunya meski kita mempunyai kedudukan dan kekuasaan karena kalau di pura kedudukan manusia adalah sama. Seperti di pura ini kita mempunyai Jero Sepuh yang bertugas ngaturang piuning sebelum persembahyangan, semua umat harus mngikuti aturannya. Apalagi dipura ini urut-urutan persembahyangan sangat bagus sekali. Kita tidak boleh langsung bersembahyang ke Mandala Utama. Kita harus ke Beji dulu untuk melukat. Di Beji itu kita mohon restu dari tiga Dewi yaitu Dewi Gangga (Siwa), Dewi Saraswati (Brahma) dan Dewi Yamuna (Wisnu). Setelah itu kita mohon restu di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar, Rsi Agastya, Rsi Markendya dan Mpu Kuturan. Setelah itu baru kita bersembahyang mohon anugrah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Para Dewa dan Leluhur di Mandala utama. Selesai sembahyang kita juga mohon restu kepada Ratu Ken Dedes.

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna memberikan Dharma Wacana

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna memberikan Dharma Wacana

Setelah itu sambutan dari Ketua Rombongan, Bapak I Nyoman Gunastra. Beliau menyampaikan suksma karena diterima dengan sangat baik disini. Beliu juga menyampaikan bahwa semua semeton yang hadir disini baru pertama kali metirtayatra ke pura ini. Beliau sangat senang bisa metrtayatra ke pura ini dan akan menyiarkan tentang pura ini ke pada semeton yang Beliau temui.

Bapak  I Nyoman Gunastra

Bapak I Nyoman Gunastra

Selanjutnya semeton menikmati makan siang.

Foto bersama Ida Rsi

Foto bersama Ida Rsi

Makan Siang

Makan Siang

Setelah itu semeton menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Sebagian bersembahyang di luar Beji

Sebagian bersembahyang di luar Beji

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Selanjutnya matur piuning dan mohon restu ke Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi.

Persembahyangan di Lingga Yoni Surya Majapahit dan Hyang Semar

Persembahyangan di Lingga Yoni Surya Majapahit dan Hyang Semar

Persembahyangan di Lingga Yoni Surya Majapahit dan Hyang Semar

Persembahyangan di Lingga Yoni Surya Majapahit dan Hyang Semar

Kirtanam dipimpin oleh Jero Sepuh Istri

Kirtanam dipimpin oleh Jero Sepuh Istri

Mohon restu ring Lingga

Mohon restu ring Lingga

Mohon restu ring Hyang Semar

Mohon restu ring Hyang Semar

Berfoto bersama

Berfoto bersama

Setelah itu semeton menuju ke Mandala Utama untuk persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memberitahukan cara membawa rantasan

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memberitahukan cara membawa rantasan

Persembahyangan di Ratu Ken Dedes

Persembahyangan di Ratu Ken Dedes

Pengambilan rantasan

Pengambilan rantasan

Setelah persembahyangan semeton menuju ke Wantilan untuk makan malam. Setelah makan, semeton pamit mau melanjutkan perjalanan.

Semeton pamitan

Semeton pamitan

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: