Tirtayatra Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan- Badung Bali

Om Swastiastu,

Pada Minggu 23 Agustus 2015 semeton dari Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan Badung Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton sampai di pura pada pukul 01.05WIB diketua oleh Kelian Adat Br. Giri Dharma Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa. Semeton ini juga sekaligus ngiring Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening dari Griya Agung Sagening Desa Munggu Br. PemaronDelodan Kec. Mengwi – Badung. Karena hari masih malam semeton sebagian beristirahat, sedangkan Ida Nabe berserta Bapak Nyoman Tirtayasa dan beberapa semeton melihat-lihat pelinggih di pura. Ida Nabe sangat kagum dengan pelinggih-pelinggih yang sangat lengkap baik itu Lingga Yoni dan pelinggih lainnnya yang bisa dipuja juga oleh umat agama lain.

Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan- Badung Bali

Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan- Badung Bali

Semeton sembahyang di Surya Majapahit

Semeton sembahyang di Surya Majapahit

Di Depan Padma

Di Depan Padma

Sembahyang di Gedong Lingga Kamulan

Sembahyang di Gedong Lingga Kamulan

Pukul 05.00WIB semeton sudah berpakaian sembahyang berkumpul di Wantilan Jenggolo. Pada kesempatan tersebut Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura, pelinggih-pelinggih yang ada dipura ini, konsep jawa yang diterapkan dipura ini dan konsep Tuhur Taja Medang Kamuluan. Juga disampaikan bahwa dipura dilinggihkan Kanjeng Ratu Kidul, Ratu Ke Dedes dan Hyang Semar. Dan kalau mau piodalan, kita sungkem dulu ke Hyang Semar di Gunung Arjuna dan kita larung sesaji ke Kanjeng Ratu Kidul di Pantai Ngliyep.

Semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara

Semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening menyampaikan bahwa Beliau tidak bisa berkata-kata lagi karena apa yang disampaikan Jero Sepuh sangat sesuai dengan hatinya. Beliau juga sebelumnya menyampaikan kepada semeton yang ikut metirtayatra bahwa Beliau mau ikut metirtayatra kalau bisa mekemit di pura ini. Dan Beliau sangat ingin ke pura ini karena Beliau biasanya sebelum muput suatu upacara maka mantra yang diucapkan mengandung kalimat Medang Kamulan. Dan ternyata di pura ini hati Beliau bisa pas. Beliau juga sering bermimpi Kanjeng Ratu Kidul dan diberikan sebuah keris. Karena itu Beliau kalau ada waktu akan ke sini lagi untuk metirtayatra.

Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening

Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening

Kemudian Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa menyampaikan terima kasih atas sambutan dan suguhannya. Beliau juga minta maaf karena datang subuh disaat semua sedang tidur. Beliau dan semeton merasa sangat bahagia akhirnya bisa ke pura ini ngaturang bakti. Ini juga merupakan program dari Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara untuk melaksanakan tirtayatra setiap tahun sekali. Tujuannya untuk mempererat persatuan di Desa Adat. Pada tirtayatra kali ini didahulukan para umat yang berprestasi dibidangnya untuk ikut seperti juara lomba menulis lontar dll. Bapak I Nyoman Tirtayasa juga merasa terharu mendengan pemaparan dari Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila yang mendapat tugas mulia menjadi pengayah para Leluhur di pura ini. Beliau juga berdoa semoga Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila bisa tabah menghadapi setiap cobaan yang menghadang.

Bapak I Nyoman Tirtayasa

Bapak I Nyoman Tirtayasa

Bapak Nyoman Tirtayasa menyerahkan punia

Bapak I Nyoman Tirtayasa menyerahkan punia

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyerahkan buku sejarah pura

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyerahkan buku sejarah pura

Bapak Made Suryawan menyerahkan punia

Bapak Made Suryawan menyerahkan punia

Fotografernya

Fotografernya

Selanjutnya semeton menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan. Sedangkan Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening dan Bapak Made Suryawan langsung menuju ke Mandala Utama.

Bpk Sai, Bpk Made Suryawan, Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening, Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, Jero Sinaran

Bpk Sai, Bpk Made Suryawan, Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening, Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, Jero Sinaran

Setelah melukat semeton matur matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi.

Setelah itu semeton menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Selesai persembahyangan, semeton kembali ke Wantilan untuk makan pagi.

Pukul 09.00WIB semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan Badung Bali pamit melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: