Tirtayatra Semeton Sekaa BHATRE (Bhakti Tresna Eling) – Denpasar

Om Swastiastu,
Pada Selasa Umanis Tanggal 16 Juni 2015 bertepatan dengan Tilem Sadha, Rombongan Semeton Sekaa Tirtayatra Bhatre (Bhakti Tresna Eling) Denpasar melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Rombongan yang diketuai oleh Bapak I Gusti Ketut Widana berjumlah sekitar 40 Orang dengan menggunakan bus. Rombongan sampai di pura pada pukul 16.00 WIB dan langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk mengaso dan membersihkan diri.

Semeton Sekaa Tirtayatra Bhatre (Bhakti Tresna Eling) Denpasar

Semeton Sekaa Tirtayatra Bhatre (Bhakti Tresna Eling) Denpasar

Bapak I Gusti Ketut Widana menyerahkan punia diterima Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Bapak I Gusti Ketut Widana menyerahkan punia diterima Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Pada kesempatan tersebut para Semeton dan para pengurus pura saling berbincang mengenai perjalanan tirtayatra Semeton tersebut. Bapak I Gusti Ketut Widana menyampaikan bahwa Beliau beserta rombongan sebelum ke pura ini sudah melaksanakan tirtayatra ke Malang dan rencananya setelah dari sini akan melanjutkan tirtayatra ke 4 pura di Surabaya dan Sidoarjo. Juga disampaikan bahwa sebagian umat semeton sudah pernah ke pura ini tetapi waktu puranya masih yang lama. Makanya mereka pada kagum dan senang melihat pura sudah berubah menjadi lebih luas dan lebih bagus.

Bapak I Gusti Ketut Widana menyampaikan kesannya tentang pura ini

Bapak I Gusti Ketut Widana menyampaikan kesannya tentang pura ini

Pada kesempatan tersebut juga Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani menyampaikan urutan persembahyangan di pura ini yaitu melukat di Beji, mepiuning di Lingga Yoni, Mepiuning di Rsi, Persembahyangan di Mandala Utama dan Khusus Ibu-ibu sembahyang di Ken Dedes. Juga disampaikan bahwa dipura ini kita memiliki rerantasan sarana penghubung antara Leluhur Jawa dengan Leluhur Bali yang kita sebut dengan Tuhur Taja (Tuntunan Leluhur Tanah Jawa) yang akan menyatukan lagi leluhur kita yang sudah terpisah selama ratusan tahun. Para Semeton Umat kemudian semua meminta agar bisa mendapatkannya. Tetapi ternyata jumlahnya terbatas yaitu cuma 12 jadi banyak yang tidak kebagian.

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Bapak I Gusti Ketut Widana mendata Umat yang mendapat Rantasan Tuhur Taja

Bapak I Gusti Ketut Widana mendata Umat yang mendapat Rantasan Tuhur Taja

Karena hari mulai malam maka Semeton dan umat kemudian makan malam. Setelah itu menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan Kramaning Sembah di Beji

Persembahyangan Kramaning Sembah di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu Umat menuju ke Lingga yoni untuk matur piuning dan kirtanam. Setelah itu beberapa perwakilan umat kemudian menuju ke Rsi untuk matur piuning.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani memimpin kirtanam

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani memimpin kirtanam

Persembahyangan di Rsi

Persembahyangan di Rsi

Kemudian umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta dan Bija

Setelah persembahyangan Umat mendengarkan tentang sejarah dan pelinggih-pelinggih di pura ini oleh Bapak Sai. Bapak Sai menjelaskan bahwa di pura ini hampir semua pelinggihnya berbeda dengan di pura lainnya di Jawa. Seperti adanya pelinggih Gedong Lingga Kamulan yang merupakan tempat melinggihkan para Leluhur Tanah Jawa, baik dari Jaman Kerajaan Mataram Kuno sampai Kerajaan Majapahit. Demikian juga dengan adanya Pelinggih Lingga Yoni, Surya Majapahit , Hyang Semar, Rsi Agastya, Rsi Markendya, Mpu Kuturan dan Ken Dedes. Juga dengan adanya beberapa peristiwa yang mengiringi Upacara-upacara di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini seperti pada waktu melaspas Mandala Utama Gunung Merapi meletus, pada waktu Piodalan yang pertama Gunung Kelud meletus dan pada waktu piodalan 2014 kemarin ada umat kerauhan bahwa Ida Bhatara Siwa hadir dan menyampaikan agar kita selalu tabah dengan berbagai halangan selama ini dan Tanah Jawa (Nusantara) akan mendapatkan kemulyaanya kembali.

Bapak Sai menjelaskan tentang pura

Bapak Sai menjelaskan tentang pura

Pak Sai menerima punia dari Semeton Umat

Pak Sai menerima punia dari Semeton Umat

Semeton nunas tirta untuk dibawa pulang

Semeton nunas tirta untuk dibawa pulang

Persembahyangan di Ratu Ken Dedes

Persembahyangan di Ratu Ken Dedes

Setelah persembahyangan umat kemudian menuju ke Wantilan untuk beristirahat mekemit.
Pagi-pagi Umat dan Semeton bersembahyang di Mandala Utama karena rencananya semeton mau melanjutkan tirtayatra. Setelah bersalam-salaman, Semeton kemudian menuju bus. Tetapi ternyata bus tidak mau dihidupkan. Semua jadi bingung ada apakah? Padahal busnya solar masih penuh dan cuma dibersihkan. Setelah satu jam lebih bus tidak bisa dihidupkan, umat kemudian menuju ke Madala Utama untuk bersembahyang lagi. Dan akhirnya rencana metirtayatra ke pura lain terpaksa dibatalkan dan semeton sepakat akan langsung pulang ke Bali, karena sebenarnya memang rerantasan Tuhur Taja tidak boleh di bawa kesana kemari dan harus langsung dibawa pulang. Montir terbaik pun dipanggil dan orderdil yang asli pun didatangkan dari Surabaya tetapi bus tetap tidak mau hidup dan bahkan montirnya pun bingung karena kelihatan masalahnya sangat sepele tetapi kok tidak bisa mengatasinya. Umat pun menerima dengan ikhlas hati, ini merupakan tanda Ida Bhatara sangat sayang dan kangen kepada kita semua dan Beliau ingin sekali kita agak lama di pura ini. Dan sambil menunggu, sebagian umat ada yang beristirahat dan ada yang ngobrol bahkan ada yang bersembahyang di Mandala Utama.

Bapak Sopir dan Kondektur mencoba memperbaiki bus

Bapak Sopir dan Kondektur mencoba memperbaiki bus

Umat berkumpul di Wantilan

Umat berkumpul di Wantilan

Bersembahyang di pura

Bersembahyang di pura

Bersantai di Warung Bu Giman

Bersantai di Warung Bu Giman

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani ngetisin bus supaya semuanya berjalan baik

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani ngetisin bus supaya semuanya berjalan baik

Montir/Teknisi terbaik didatangkan dari Surabaya

Montir/Teknisi terbaik didatangkan dari Surabaya

Akhirnya setelah malam lagi dan montir sudah mau menyerah, bus tiba-tiba bisa dihidupkan kembali. Umat pun bersyukur dan langsung menuju ke Mandala Utama untuk bersembahyang. Pada kesempatan tersebut Bapak I Gusti Ketut Widana menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan kejadian yang pertama kalinya dialami semua semeton sejak pertama kali metirtayatra tahun 1986. Dan Beliau sangat bersyukur karena Ida Bhatara sangat menyayangi kita semua. Dan karena Ida Bhatara ikut mengiringi perjalanan ke Bali maka umat yang mendapat rantasan Tuhur Taja harus berpakaian sembahyang dan tidak boleh berbicara yang aneh-aneh sepanjang perjalanan.
Tiba-tiba ada salah seorang semeton kerauhan. Dan kerauhannya menggunakan Bahasa Asing (kemungkinan Bahasa Cina). Tentu saja umat bingung apa yang disampaikannya karena semua tidak mengerti. Dan akhirnya ada juga Bahasa Indonesia disampaikan yaitu “ Saya Bahagia dan saya mau pulang”.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta dan Bija

Jero Mangku

Jero Mangku

Bapak I Gusti Ketut Widana menyatakan bersyukur atas semuanya

Bapak I Gusti Ketut Widana menyatakan bersyukur atas semuanya

Umat kerauhan

Umat kerauhan

Selanjutnya atas saran dari Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, umat kemudian mepinunasan di Lingga Yoni kemudian di Rsi dan selanjutnya murwa daksina di Mandala Utama.

Murwa Daksina di Lingga Yoni

Murwa Daksina di Lingga Yoni

Mepiuning di Rsi

Mepiuning di Rsi

Setelah itu Umat menuju ke Wantilan untuk makan malam dan bersih-bersih karena sapaya tidak ada lagi berhenti / singgah di perjalanan. Setelah makan, semeton pamit menuju ke Bali.

Bus Siap Berangkat

Bus Siap Berangkat

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: