Rsi Yadnya ke Bali

Om Swastiastu, Setelah selesainya seluruh rangkaian upacara Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, maka para pengurus Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan melaksanakan Rsi Yadnya dan matur suksma kepada para Pandita yang telah muput upacara piodalan tersebut. Para Pandita tersebut semangat dan ikhlas untuk datang dan memuput piodalan meskipun dengan penyambutan dan penjamuan yang sangat sederhana. Dan bahkan Beliau-Beliau tidak mau menerima amplop dari panitia karena Beliau berkomitmen untuk ngayah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Para Dewa dan Leluhur. Bahkan ada Pandita yang sudah menyiapkan perlengkapan masak dan makanan dari Bali karena mengira disana tidak ada jamuan makan. Hal ini membuat para pengurus rumah tangga pura begitu terharu dan bahagia dengan keikhlasan mereka, karena Beliau-Beliau ini telah memberikan teladan bagi kita semua bahwa tidak semua hal bisa dibeli. Bahwa ada juga orang yang dengan tulus ikhlas datang ke pura ngayah tanpa harus menyiapkan protokoler dan jamuan yang serba wah. Hal ini yang membuat para pengurus rumah tangga pura berangkat ke Bali untuk menyambangi mereka dan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Pada Kamis 19 Pebruari 2015 pukul 09.00Wib rombongan pengurus rumah tangga pura yang terdiri dari Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila, Ibu Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, Bapak Sai, Bapak Made WK dan Mas Udin berangkat dari Gresik menuju ke Bali. Perjalanan lancar dan sekitar pukul 17.30 WITA rombongan sampai di Cekik – Jembrana. Disana sudah menunggu Ayahanda Bapak Jero Sepuh, Bapak Made Supartana dan Bapak Ketut Mudit. Kami beristirahat sebentar di kantor TNBB untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju ke Jembrana. Disana kami menemui Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana – Bali. Kami sampai disana pukul 21.15WITA. Tidak susah mencari alamat Beliau karena semua yang kami tanyai mengenal Beliau dengan baik. Kami langsung disambut Ida Rsi dan Istri. Disana Jero Sepuh menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya karena Beliau berkenan untuk muput upacara Piodalan. Jero Sepuh juga minta maaf atas semua yang kurang berkenan, baik tempat, jamuan dan juga bocornya tempat muput sehingga Beliau muput dalam keadaan basah kuyup. Kedepannya Jero Sepuh berencana akan membuat tempat yang lebih bagus lagi.

Di Griya Ida Rsi

Di Griya Ida Rsi

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna menyampaikan bahwa Beliau sangat senang bisa muput upacara piodalan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Bahkan Beliau merasa tidak ada yang kurang pada pelaksanaan upacara tersebut. Beliau juga sangat mendukung konsep jawa yang diterapkan pada piodalan tersebut. Dan Beliau merasakan adanya anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui hujan dan petir pada piodalan tersebut. Pada piodalan selanjutnya Beliau berjanji akan datang lagi bersama beberapa Pandita untuk ngayah dan muput.

menemui Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna

menemui Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna menandatangani piagam

menemui Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna menandatangani piagam

Selanjutnya Kami di jamu makan malam. Setelah itu Kami bersembahyang di Merajan Beliau.

Makan malam

Makan malam

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani bersamaIda Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani bersama Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi

Persembahyangan di Mrajan Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna

Persembahyangan di Mrajan Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna

Mohon doa restu

Mohon doa restu

Pukul 24.00WITA Kami berpamitan menuju Badung. Bapaknya Jero Sepuh dan Pak Ketut Mudit pulang ke Singaraja sedangkan Bapak Made Supartana ikut kami. Kami langsung menuju ke Hotel Anika di Tuban – Badung untuk beristirahat. Hotel tersebut adalah hotel milik dari Ibu Anika. Beliau adalah istri dari Bapak Putu Ivan. Beliaulah yang sangat mendukung Kami dan juga Pura. Dan Beliau juga sering ngayah di pura. Sehingga Beliau menganggap Kami sebagai saudara. Makanya Kami diajak menginap di hotel milik Beliau. Dan semuanya tidak bayar, baik hotelnya dan juga makannya. Paginya Tanggal 20 Pebruari 2015 pukul 07.00WITA kita sarapan pagi.

Bapak Sai dan Pak Made Supartana di Hotel Anika

Bapak Sai dan Pak Made Supartana di Hotel Anika

Sarapan pagi

Sarapan pagi

Setelah sarapan kita melanjutkan perjalanan Desa Kapal – Badung. Disana Kami menuju ke Griya Bapak Anak Agung Bagus Sudarma, Ajinya Anak Agung Gede Agung Rahma Putra (Gung De). Gung De yang waktu piodalan ikut ngayah dengan menampilkan Tari Siwa Tandava dan Tari Topeng. Disana Kami bertemu dengan Bapak Agung Sekeluarga. Pada kesempatan tersebut Bapak Agung memberikan tiga buah pretima yang digunakan pada waktu upacara di pura.

Di Depan rumah Bapak AA Baus Sudarma

Di Depan rumah Bapak AA Bagus Sudarma

Bersama Bapak AA Baus Sudarma

Bersama Bapak AA Bagus Sudarma

Bapak AA Baus Sudarma menyerahkan pretima

Bapak AA Bagus Sudarma menyerahkan pretima

Selanjutnya dengan diantar Mangku Komang Wirahadi, Kami menuju ke Tabanan. Disana Kami menemui Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening dari Griya Busung Megelung – Kediri Tabanan. Disana kami langsung disambut Ida Bhagawan dan Istri Beliau. Cukup lama Kami disana apalagi sambutan Beliau yang penuh kekeluargaan dan hangat seperti tidak ada jarak. Pada kesempatan tersebut Jero Sepuh menyampaikan terima kasih karena Beliau telah berkenan ikut muput Upacara Piodalan tersebut. Juga Jero Sepuh minta maaf karena banyak kekurangan yang dilakukan pada upacara tersebut. Hal ini karena Kami kekurangan tenaga umat yang ngayah dan kadang-kadang satu orang mengambil banyak tugas. Padahal itu sudah dibantu oleh Umat dari Bali. Kedepannya Kami akan berusaha memperbaiki kekurangannya sehingga bisa lebih baik lagi.

Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila dan Bapak Sai

Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila dan Bapak Sai

Jero Sepuh  Istri  Nyoman Sriyani bersama Ida Ratu Istri Bhagawan Agra Sagening

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani bersama Ida Ratu Istri Bhagawan Agra Sagening

Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening menyampaikan bahwa Beliau tidak merasa ada yang kurang pada Piodalan tersebut. Kalaupun ada satu dua yang tertinggal itu bisa dimaklumi. Dan Beliau memang ingin tulus ngayah di pura ini. Bahkan Beliau merasa ada sesuatu yang luar biasa pada piodalan ini yang tidak pernah Beliau rasakan pada Piodalan di tempat lain. Beliau juga merasakan bahwa Ida Bhatara sangat merestui Piodalan ini, apalagi pada waktu Tari Medang Kamulan ditampilkan Beliau melihat seperti adanya banyak para Leluhur yang ikut menyaksikan tarian tersebut sehingga tanpa sadar Beliau dan Para Pandita yang lain menaburkan bunga ke penari tersebut. Apalagi hujan, angin dan guntur ikut juga mengiringi tarian tersebut. Beliau berjanji, pada Piodalan selanjutnya Beliau akan selalu datang untuk ngayah.

Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening menandatangani piagam

Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening menandatangani piagam

Foto Bersama

Foto Bersama

Dari Tabanan Kami menuju ke Karangasem. Disana Kami menemui Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma dari Griya Anyar – Amlapura. Kami sampai disana 16.15 WITA. Beliau sekeluarga menyambut Kami dengan hangat sehingga rasa lelah menempuh perjalanan Tabanan – Karangasem langsung hilang. Ida Pandita juga menyanyikan kidung Medang Kamulan yang Beliau buat sendiri. Beliau mengatakan bahwa Beliau sangat senang mekidung sejak dari kecil. Dan meskipun sekarang sudah jadi Pandita, Beliau tidak berhenti untuk mekidung. Beliau juga menyampaikan bahwa Beliau sangat senang bisa muput upacara piodalan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Beliau berusaha akan selalu ngayah setiap odalan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Apalagi Beliau merasakan Prebawa Ida Bhatara becik pisan.

Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma bersama Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma bersama Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Bersama keluarga Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma

Bersama keluarga Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma

Berfoto bersama

Berfoto bersama

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyampaikan bahwa atas nama pengurus rumah tangga pura menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kesediaannya muput piodalan. Beliau juga mohon maaf atas segala kekurangan yang terjadi pada upacara piodalan tersebut. Juga Beliau mita maaf karena baru hari ini bisa datang matur ring Ida Pandita. Selanjutnya Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani juga menyampaikan permohonan maaf atas jamuan dan penerimaan yang mungkin kurang berkenan di hati Ida Pandita.

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Bapak Made Supartana menyampaikan bahwa meski Beliau baru kali ini ngayah di pura tetapi hatinya sudah menjadi bagian dari pura. Beliau juga akan selalu datang ngayah ke pura ini. Dan pada upacara melasti pada Tanggal 15 Maret 2015 nanti Beliau bersama keluarga akan datang ngayah. Dan apabila tahun depan Ida Pandita bisa datang muput pada piodalan pura, Beliau akan ikut mengiringi Ida Pandita.

Bapak Made Supartana

Bapak Made Supartana

Bapak Sai menyampaikan bahwa Umat Hindu di Jawa sangat ingin didatangi oleh Umat Hindu dari Bali untuk dapat meningkatkan kekuatan spiritualnya. Dan Bapak Sai mengharapkan semoga kedatangan Umat dari Bali bisa membuat kesadaran dan kesolidan Umat Hindu di Jawa bisa terus meningkat. Dan sebenarnya kedatangan Umat dari Bali juga untuk melihat keadaan saudaranya di Jawa yang saat ini masih tertinggal dalam segala hal. Oleh karena itu Umat Jawa sangat senang apabila kedatangan Umat Hindu dari Bali.

Bapak Sai

Bapak Sai

Pada kesempatan tersebut Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma dan Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila bersembahyang di Meraja Beliau. Rantasan dari Pura dilinggihkan di Merajan Beliau.

Rantasan dilinggihkan di Merajan

Rantasan dilinggihkan di Merajan

Makan Sore

Makan Sore

Kami kemudian kembali ke Hotel Anika. Tetapi sebelumnya Kami menuju ke rumah Bapak Made Supartana di Badung. Disana kami melepas lelah dan bertemu dengan keluarga Beliau. Beliau sekeluarga sangat senang dengan kedatangan kami. Setelah beristirahat, Kami langsung menuju dan beristirahat di Hotel Anika.

Bapak Made Supartana sekeluarga

Bapak Made Supartana sekeluarga

Sarapan di Hotel Anika

Sarapan di Hotel Anika

Pagi hari Tanggal 21 Pebruari 2015 kami menuju ke Rumah Bapak Putu Ivan. Dari sana Kami bersama Bapak Putu Ivan, Bapak Mangku Komang Wirahadi dan Ibu berangkat ke Pulau Nusa Ceningan. Kami berangkat dari Pantai Sanur naik kapal Boat menuju ke Pulau Nusa Lembongan. Dari Pulau Nusa Lembongan kami naik sepeda motor menuju ke Pulau Nusa Ceningan.

Ibu Anika bersama Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Ibu Anika bersama Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani

Di Pantai Sanur

Di Pantai Sanur

Di Speed Boat

Di Speed Boat

Di Pulau Nusa Lembongan

Di Pulau Nusa Lembongan

Naik Motor ke Pulau Nusa Ceningan

Naik Motor ke Pulau Nusa Ceningan

Pulau Nusa Ceningan terletak di Kecamatan Nusa Penida – Klungkung. Disana di berdiri pura yang bernama Pura Wayah Dalem Majapahit. Pura tersebut bertujuan untuk melinggihkan para leluhur dari Majapahit yang tiba di Pulau ini dan juga di seluruh Bali. Rencananya pada Bulan November 2015 dilaksanakan Upacara Ngenteg Linggih dan Piodalan. Dan pada Upacara tersebut akan diundang Ida Bhatara dari Pura Penataran Luhur Medang Kamulan untuk hadir dan menyaksikan upacara tersebut. Oleh karena itu Kami pengurus Pura Penataran Luhur Medang Kamulan sangat diharapkan kedatangannya untuk ngayah. Sesampai di Pulau Nusa Ceningan kami langsung disambut oleh Jero Mangku Ketut Darma dan juga para pengurus pura. Disana kami langsung diajak melihat-lihat pelinggih pura yang masih dalam renovasi.

Jero Mangku Ketut Darma (kiri) bersama Bapak Putu Ivan (kanan)

Jero Mangku Ketut Darma (kiri) bersama Bapak Putu Ivan (kanan)

Menikmati ketupat cetok

Menikmati ketupat cetok

Mangku Ketut Darma memberikan seragam Pura Wayah Dalem Majapahit kepada Jero Sepuh

Ada banyak sekali pelinggih di pura tersebut. Bahkan di Mandala Utama pura pelinggihnya sangat berdempetan sehingga seperti sesak. Juga disana ada tempat persembahyangan untuk Umat Budha. Jero Mangku Ketut Darma juga menyampaikan bahwa ada batu berbentuk mahkota ditiap pelinggih tersebut. Batu tersebut selalu kembali ke pelinggihnya setiap dibuang. Makanya batu tersebut tidak pernah diutak-atik lagi. Selanjutnya Kami semua melaksanakan persembahyangan di Pura tersebut.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Kuil Budha

Persembahyangan di Kuil Budha

Wantilan Pura

Wantilan Pura

Pelinggih Ratu Ayu

Pelinggih Ratu Lingsir

Mandala Utama Pura Wayah Dalem Majapahit

Mandala Utama Pura Wayah Dalem Majapahit

Batu Mahkota

Batu Mahkota

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Kembali ke Pantai Sanur

Kembali ke Pantai Sanur

Pukul 13.00WITA Kami kembali ke Bali. Kami menuju ke Pasar Seni Sukawati Gianyar untuk berbelanja alat-alat upacara. Selanjutnya Kami menuju ke Bangli menemui Bapak Riyang. Bapak Riyang adalah merupakan bagian humas dari Pura Penataran Luhur Medang Kamulan untuk daerah Bali. Beliau sangat mendukung dan bersedia membantu untuk menginformasikan pura ini kepada seluruh umat di Bali. Kami sampai dirumah Beliau pada pukul 16.48WITA. Disana kami beristirahat melepas lelah sambil ngobrol bersama Bapak Riyang. Pada malam harinya kami diajak bersembahyang dan melukat di Pura Tirtha Sudamala. Di pura tersebut terdapat tirta penglukatan berbentuk pancuran sebanyak 9 pancuran. Disana kami melukat dan kami merasakan airnya yang sangat sejuk dan segar sehingga rasa lelah menjadi hilang.

Di rumah Bapak Riyang (Kiri)

Di rumah Bapak Riyang

Sembahyang di Pura Tirtha Sudamala

Sembahyang di Pura Tirtha Sudamala

Melukat

Melukat

Makan malam

Makan malam

Dari Bangli Kami menuju ke Kubutambahan Buleleng ke Rumah Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila. Kami menginap disana. Paginya kami bersembahyang di Merajan Beliau. Pada kesempatan itu juga Bapak Jero Sepuh matur piuning dan nunas tirta di Merajan karena pada Tanggal 25 Pebruari 2015 Jero Sepuh akan melaksanakan piodalan di Rumah Beliau. Hujan lebat turun mengiringi persembayangan Jero Sepuh sekeluarga. Tidak berapa lama datang rombongan keluarga Bapak Ketut Mudit untuk nunas minyak obat kepada Bapak Jero Sepuh. Jero Sepuh kemudian mengajak rombongan menuju ke kamar suci dan melaksanakan persembahyangan dan pengobatan disana.

Persembahyangan di Merajan Jero Sepuh

Persembahyangan di Merajan Jero Sepuh

Persembahyangan di Merajan Jero Sepuh

Persembahyangan di Merajan Jero Sepuh

Bapak Ketut Mudit dan keluarga nunas minyak kepada Jero Sepuh

Bapak Ketut Mudit dan keluarga nunas minyak kepada Jero Sepuh

Foto bersama

Foto bersama

Akhirnya semua acara telah selesai dengan lancar, sukses, tanpa halangan. Semua menyenangkan baik sambutan dan suasana yang penuh kekeluargaan. Kami meninggalkan Bali dan menuju ke Jawa dengan hati senang dan bahagia. Semua atas restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Para Dewa dan Leluhur. Tidak salah kami ngayah di pura, semua kemudahan dan kebahagian diberikan kepada kami. Bahkan kejutan menyenangkan selalu kami dapatkan. Tidak ada rasa susah selama di Bali. Suksma kami ucapkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Para Dewa, Para Leluhur. Juga para semeton yang telah menerima dan menjamu kami dengan sepenuh hati. Semoga kita semua selalu dibawah lindunganNya. Dan juga kami semua selalu mendapatkan kejayaan dan kemulyaan hidup. Suksma.

Singgah dulu di Desa Pedawa

Singgah dulu di Desa Pedawa

Mandi air panas di Banyuwedang

Mandi air panas di Banyuwedang

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: