Melebar Daksina

Setelah selesainya upacara Piodalan maka pada Hari Rabu, 4 Pebruari 2015 dilaksanakan Upacara Nyineb dilanjutkan dengan Melebar Daksina. Upacara tersebut dilaksanakan pada Pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto.

Sebelumnya pada pukul 14.30 WIB di halaman Wantilan Jenggolo dilaksanakan Seni Budaya Jaranan dan reog dari Grup Seni Reog Kariyo Budoyo Desa Ngadiwono Kec. Tosari Tengger – Pasuruan. Setelah itu dilanjutkan dengan pagelaran wayang semalam suntuk dengan Dalang Ki Narno Sabdo, S.Pd, M.Pd. H dari Desa Mororejo – Tosari – Tengger – Pasuruan.

Pada acara Nyineb dan Melebar Daksina ini tidak banyak umat yang ngayah dan banyak umat terutama yang dari Bali pulang kembali. Seperti Keluarga Bapak Nengah Wijana dan Keluarga Bapak Made Supartana. Mereka pamit pulang setelah ngayah disini mulai hari Sabtu, 31 Januri 2015.

Keluarga Bapak Made Supartana nunas minyak Medang Kamulan

Keluarga Bapak Made Supartana nunas minyak Medang Kamulan

Keluarga Bapak Made Supartana sebelum pamit ke Bali

Keluarga Bapak Made Supartana sebelum pamit ke Bali

Pukul 13.50WIB dilaksanakan Selamatan Panggung Terop yang akan dipakai untuk pagelaran wayang. Panggung tersebut ditempatkan di jalan di depan pura. Hal ini dilakukan karena pagelaran wayang tersebut ditonton oleh Warga Desa Mondoluku. Tahun lalu pagelaran wayang dilaksanakan di ladang sebelah Selatan pura tetapi banyak warga yang protes karena becek.

Selamatan Panggung

Selamatan Panggung

Musik Ketipung mengiringi upacara

Musik Ketipung mengiringi upacara

Pukul 14.45WIB pagelaran kesenian jaranan dan reog dimulai. Pada acara tersebut ditampilkan atraksi yang menegangkan dan mendebarkan. Para pemain kesurupan dan bertingkah aneh seperti makan lampu neon, makan daun beracun, minum air kotor bahkan makan ayam hidup-hidup. Banyak warga yang menonton bergidik menyaksikan atraksi tersebut. Acara tersebut selesai pada sekitar pukul 18.00WIB.

Pencak Silat

Pencak Silat

Pencak Silat

Pencak Silat

Duel

Duel

Bantengan

Bantengan

Penyanyi dan Sinden

Penyanyi dan Sinden

Penabuh Gamelan dan Musik

Penabuh Gamelan dan Musik

Jaran Pegon

Jaran Pegon

Reog

Reog Pakem

Warok

Warok

Jatilan

Jatilan

Ayune

Ayune

Topeng

Topeng

Topeng Kelono Sewandono

Topeng Kelono Sewandono

Reog

Reog

Jaranan

Jaranan

Pawang

Pawang Mahluk Lain

Kesurupan

Kesurupan

Makan Lampu Neon

Makan Lampu Neon

Makan Lampu Neon

Makan Lampu Neon

Makan Daun Bedor /Beracun

Makan Daun Bedor /Beracun

Makan Ayam Hidup

Makan Ayam Hidup

bermain air

bermain air

Gak Mau Pulang

Gak Mau Pulang

Penonton Membludak

Penonton Membludak

Penonton Heran

Penonton Heran

Penonton ikut kesurupan

Penonton ikut kerauhan

Mas Singgih (kanan) dan konco-konco

Mas Singgih (kanan) dan konco-konco

Pukul 20.30WIB dilaksanakan upacara nyineb dan melebar daksina. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto. Pada upacara tersebut ditampilkan juga Tari Odisri “Siva Tandava” oleh Gung Partha dan Gung De. Juga Tari Topeng yang dimainkan oleh Gung De. Pada waktu tarian tersebut hujan turun dengan deras disertai petir menggelegar.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Melukat di Beji

Melukat di Beji

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam di Lingga Yoni

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam di Lingga Yoni

Dik Gaya

Dik Gaya

Mencium Lingga

Mencium Lingga

Musik Ketipung

Musik Ketipung

Upacara Melebar

Upacara Melebar

Upacara Melebar

Upacara Melebar

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Menyucikan pelinggih

Menyucikan pelinggih

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

 

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

Tari Topeng

Tari Topeng

Tari Topeng

Tari Topeng

Tari Siva

Tari Siva

Bersamaan dengan upacara tersebut pagelaran wayang juga dimainkan. Pagelaran wayang tersebut dilaksanakan semalam suntuk, diselingi dengan nyanyian para sinden yang cantik-cantik. Penonton pun betah menonton wayang meski hujan tidak mau berhenti.

Wayang Kulit

Wayang Kulit

Sinden

Sinden

Dengan selesainya pergelaran wayang tersebut, selesailah rangkaian Upacara Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semua umat ikut merasa bahagia karena semua rangkaian upacara berjalan dengan lancar dan aman. Tidak ada keluhan ataupun kekurangan yang kelihatan pada upacara tersebut. Semua berkat ketulusan dan keikhlasan umat yang ngayah yang dengan gembira melaksanakan tugasnya masing-masing. Semeton dari Bali, dari Tengger, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto bahkan ada yang dari Blitar dan Kediri, mereka semangat datang ngayah dan mekemit beberapa hari sebelum hari Piodalan. Hal ini membuat pengurus pura dan Umat Mondoluku merasa begitu senang dan bahagia dengan keikhlasan mereka. Bahkan Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila dan keluarga hampir sebulan tinggal di pura sehingga rumahnya dibiarkan kosong. Semua dilakukan karena bakti kepada Brahman, Para Dewa dan Para Leluhur.

Ibu-Ibu Medang Kamulan

Ibu-Ibu Medang Kamulan

Mbak Kartika dan Mbak Tutik

Mbak Kartika dan Mbak Tutik

Semoga pada Piodalan selanjutnya bisa lebih baik lagi. Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: