Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan

Om Swastiastu,

Pada Purnama Kawulu Selasa Pon Wuku Merakih, 03 Pebruari 2015 di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan upacara piodalan. Upacara ini merupakan puncak dari rangkaian upacara yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu Jero Sepuh Lanang Isteri Matur Piuning pada Selasa 13 Januari 2015, Nancep Karya pada Rabu 21 Januari 2015, Nunas Wastra Hyang Semar ke Gunung Arjuno pada 21 Januari 2015, Nunas Tirta Pakulih dan Ngaturang Piuning ke-23 Pura wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto pada Minggu 25 Januari 2015, Larung Sesaji Dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati Ke Pantai Ngliyep – Malang Selatan pada Kamis 29 Januari 2015 dan Pembejian pada Senin 02 Pebruari 2015.

Pada Piodalan kali ini banyak umat yang ngayah seperti Keluarga Bapak Nengah Wijana dari Singaraja, Keluarga Bapak Made Supartana dari Singaraja, Semeton Umat dari Tengger dan Umat-umat lainnya dari Wilayah Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto , Blitar dan Tulungagung. Juga banyak umat yang mepunia bahan makanan, air minum dan dana. Juga Bapak Suhanadi mepunia terop. Sedangkan dari Angkatan Laut meminjamkan tenda.

Untuk Piodalan tahun 2015 ini  dipuput oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger, Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana – Bali, Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening dari Griya Busung Megelung – Kediri Tabanan serta Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma dari Karangasem.

Upacara dimulai pada pukul 14.40WIB dengan Upacara Rakatawang ngaturang selamatan di pintu Mandala Nista. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata.

Upacara Rakatawang

Upacara Rakatawang

Musik Ketipung mengiringi upacara

Musik Ketipung mengiringi upacara

Selanjutnya umat menuju ke Mandala Utama untuk upacara Piodalan. Selama upacara, hujan turun dengan lebat disertai angin dan petir mengelegar.

Upacara Piodalan

Upacara Piodalan

Pandita Muput Upacara Piodalan

Pandita Muput Upacara Piodalan

Ngayab ring Pelinggih

Ngayab ring Pelinggih

Mecaru

Mecaru

Umat dari Lombok dan Bali

Umat dari Lombok dan Bali

Umat dari Bali, Jawa dan Lombok berbaur menjadi satu

Umat dari Bali, Jawa dan Lombok berbaur menjadi satu

Setelah itu dilanjutkan dengan pengukuhan Jero Sepuh dan penyepuhan Pemangku Medang Kamulan.

Jero Sepuh dan para Pemangku diupacarai oleh Ida Pandita

Jero Sepuh dan para Pemangku diupacarai oleh Ida Pandita

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi meniup terompet sangkakala

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi meniup terompet sangkakala

Nunas tirta

Nunas tirta

Nunas Tirta ditengah hujan deras

Nunas Tirta ditengah hujan deras

Selanjutnya adalah Dharma Wacana oleh Pinandita Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag. Beliau menyampaikan bahwa sebagai Umat Hindu kita wajib datang untuk bersembahyang dan ngayah pada setiap upacara/rereinan di pura termasuk pada piodalan kali ini. Karena dengan datang saja kita sudah diberkati oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa apalagi bisa ngayah. Meskipun kita sering mendapatkan sesuatu yang tidak berkenan atau halangan untuk maturan kita semestinya tidak menjadikan kita malas untuk datang ke pura. Karena biasanya yang kelihatan tidak bagus dimata kita ternyata mempunyai sesuatu yang luar biasa. Pada piodalan kali ini hujan turun denga deras disertai petir mengelegar dan angin ribut. Tetapi kita tidak boleh merasa susah atau marah pada Tuhan. Karena hujan turun merupakan berkah bagi semua umat manusia. Dengan adanya hujan para petani bisa bercocok tanam, suhu juga tidak begitu panas, sumber air juga mengeluarkan airnya. Juga hujan merupakan wujud bahwa bakti kita diterima oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pembacaan Sloka Bhagawad Gita

Pembacaan Sloka Bhagawad Gita

Dharma Wacana oleh Pinandita Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag

Dharma Wacana oleh Pinandita Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag

Selanjutnya di pentaskan Tarian Medang Kamulan yang ditarikan oleh Ibu Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, Ibu Mangku Istri Sri Ngatiin dan Ibu Ketut Arsha Putra.

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Selanjutnya dilaksanakan persembahyangan bersama. Pada saat itu salah seorang umat kerauhan. Beliau mengatakan bahwa Ida Bhatara Siwa rawuh di Pura ini dan mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan Jero Sepuh sudah benar dan kita semua harus tegar menghadapi berbagai cobaan yang kita alami dalam usaha untuk menegakkan Dharma. Juga diberitahu bahwa kesejahteraan dan kemakmuran akan didapatkan oleh seluruh umat di Jawa ini.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

IMG_5771_resize

Ibu-Ibu dari Bongso Kulon mekidung

Ibu-Ibu dari Bongso Kulon mekidung

Selesai persembahyangan maka umat beristirahat di Wantilan Jenggolo.

Setelah itu kemudian di pentaskan tari-tarian di Mandala Madya. Pada Tarian tersebut dipentaskan Tarian Bali, Tarian Jawa dan Tarian India.

Pembacaan palawakya oleh Puput Setyowati dan Yolanda Kusuma Wandanti

Pembacaan palawakya oleh Puput Setyowati dan Yolanda Kusuma Wandanti

Kapolsek Kedamean, Bapak AKP Made Jati Negara berfoto bersama penari

Kapolsek Kedamean, Bapak AKP Made Jati Negara berfoto bersama penari

Tari Remo oleh Fauzi

Tari Remo oleh Fauzi

Tari Panyembrama oleh Bu Sandat, Bu Reza, Bu Sriniti dan Ni Komang Semerti

Tari Panyembrama oleh Bu Sandat, Bu Reza, Bu Sriniti dan Ni Komang Semerti

Tari Lenggang Suroboyo oleh Fransiska

Tari Lenggang Suroboyo oleh Fransiska

Tari Cendrawasih oleh Ni Made Natallina Kusumayani dan Luh Gede Devi Priyanti

Tari Cendrawasih oleh Ni Made Natallina Kusumayani dan Luh Gede Devi Priyanti

Tari Suramadu oleh Natasya

Tari Suramadu oleh Natasya

Tiba-tiba ada umat yang kerauhan. Beliau dimasuki oleh Ratu KenDedes. Ratu KenDedes merasa sangat senang dengan tarian tersebut dan Beliau ingin masuk ke tubuh penari jawa untuk ikut menari tetapi tidak bisa. Ternyata para penari tersebut sudah dipagari oleh Bapak Naim. Acara pentas tari tetap dilanjutkan.

Kerauhan Ratu Ken Dedes

Kerauhan Ratu Ken Dedes

Bapak Naim sedang memagari para penari

Bapak Naim sedang memagari para penari

Tari Topeng Keras oleh Kadek Tegeh S.Sn

Tari Topeng Keras oleh Kadek Tegeh S.Sn

Tari Odisri "Siva Tandava" (Pancer Langit Bali) oleh Gung Partha

Tari Odisri “Siva Tandava” (Pancer Langit Bali) oleh Gung Partha

Tari Jejer Jaran Dawhuk oleh Lintang

Tari Jejer Jaran Dawhuk oleh Lintang

Tari Topeng Tua Oleh Bapak I Nengah Wijana

Tari Topeng Tua Oleh Bapak I Nengah Wijana

Tari Topeng Sabrang oleh Fauzi

Tari Topeng Sabrang oleh Fauzi

Tari Margapati oleh Ketut Suarta

Tari Margapati oleh Ketut Suarta

Tari Topeng Jago oleh Dewa Adi

Tari Topeng Jago oleh Dewa Adi

Penabuh Gamelan Bali

Penabuh Gamelan Bali

Setelah upacara selesai umat kemudian beristirahat.

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: