Nunas Tirta Pakulih dan Ngaturang Piuning ke Pura wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto

Om Swastiastu,
Sehubungan dengan Upacara Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang akan dilaksanakan pada Purnama Kawulu, 3 Pebruari 2015 maka pada hari Minggu 25 Januari 2015 dilaksanakan Nunas Tirta Pakulih dan Ngaturang Piuning ke-23 Pura wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto. Nunas tirta tersebut dimaksudkan sebagai pemberitahuan kepada pura sekaligus semeton seluruh wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik dan Mojokerto bahwa kita akan melaksanakan upacara piodalan. Untuk nunas tirta ini kita memang melaksanakannya hanya di pura terdekat saja meskipun umat yang ngayah ke pura banyak sekali yang dari Bali dan berbagai daerah di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk semakit mempererat hubungan dengan pura dan semeton sekitar. Hal ini juga sangat didukung oleh para Pemangku yang tergabung dalam Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti yang diketuai oleh Jero Mangku Gede Sumertha.
Pada Hari Sabtu, 24 Januari 2015 Para Pemangku mengambil Banten Beras Pitrah dan bumbung tempat tirta di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang kemudian dibawa ke pura masing-masing. Sedangkan umat yang lain mekemit di pura.
Pagi harinya, Minggu, 24 Januari 2015 Umat sudah banyak yang datang ke pura. Mereka ada yang akan kerja bhakti dan ada yang menyambut kedatangan tirta.

Bu Mangku dari Pura Gunung Salak (Kebaya Putih) sedang membuat banten bersama ibu-ibu

Bu Mangku dari Pura Gunung Salak (Kebaya Putih) sedang membuat banten bersama ibu-ibu

 

Ibunda Bapak Kadek Swidarmawan juga ikut membuat banten

Ibunda Bapak Kadek Swidarmawan juga ikut membuat banten

Bunda mengajarkan Iluh cara menata banten

Bunda mengajarkan Iluh cara menata banten

Mangku Nengah Mariasa dan Mangku Komang Budiasa sedang menyiapkan wastra

Mangku Nengah Mariasa dan Mangku Komang Budiasa sedang menyiapkan wastra

Anak-anak Belajar Agama Hindu yang diajarkan olek Kakak-Kakak dari Laban

Anak-anak Belajar Agama Hindu yang diajarkan olek Kakak-Kakak dari Laban

Sarapan Pagi

Sarapan Pagi

Tidak lama kemudian tirta sudah berdatangan. Tirta pertama dari Pura Kertha Bumi Bongso Wetan yang dibawa oleh Mangku Santoso. Kemudian tirta dari Pura Jagad Dumadi Laban yang dibawa oleh Mangku Arifin.

Mangku Arifin

Mangku Arifin

Pemangku dan Jero Sepuh yang menyambut tirta

Pemangku dan Jero Sepuh yang menyambut tirta

Tirta diterima oleh Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Tirta diterima oleh Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Tirta ditaruh di tempat di Mandala Utama

Tirta ditaruh di tempat di Mandala Utama

Ibu-Ibu mekidung

Ibu-Ibu mekidung

Masang Wastra di Gedong Lingga Kamulan

Masang Wastra di Gedong Lingga Kamulan

Selanjutnya tirta dari Pura Jagat Giri Natha Beton yang dibawa oleh Mangku Alwi, tirta dari Pura Kertha Buana Bongso Kulon yang dibawa oleh Mangku Sahlan dan Mangku Riaman.

Mangku Sahlan, Mangku Alwi dan Mangku Riaman

Mangku Sahlan, Mangku Alwi dan Mangku Riaman

Selanjutnya tirta dari Pura Nirwana Jati Sekelor, Pura Penataran Agung Margo Wening Krembung dan Pura Jala Siddhi Amertha Juanda yang dibawa oleh Mangku Gede Sumertha.

Jero Mangku Ketut Sumertha dan Istri

Jero Mangku Gede Sumertha dan Istri

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Kemudian tirta dari Pura Candi Cemara Agung yang dibawa oleh Mangku Gusti, Pura Tirta Empul yang dibawa oleh Mangku Suwarna dan Pura Sono Panca Giri yang dibawa oleh Mangku Putu Jatmika.

Mangku Gusti, Mangku Putu Jatmiko dan Mangku Suwarno

Mangku Gusti, Mangku Putu Jatmiko dan Mangku Suwarno

Kemudian tirta dari Pura Agung Jagat Karana yang dibawa oleh Mangku Ketut Sedana, Pura Tirta Gangga yang dibawa oleh Mangku Istri Bagus Kusa, Pura Tirta Wening yang dibawa oleh Mangku Made Sinah, Pura Segara Kenjeran yang dibawa oleh Mangku Wayan Budi dan Pura Tunggal Jati yang dibawa oleh Mangku Nyoman Citra.

Mangku Wayan Budi, Mangku Made Sinah, Mangku Nyoman Citra, Mangku Ketut Sedana dan Mangku Istri Bagus Kusa

Mangku Wayan Budi, Mangku Made Sinah, Mangku Nyoman Citra, Mangku Ketut Sedana dan Mangku Istri Bagus Kusa

Para Pemangku dan semeton beristirahat di Wantilan

Para Pemangku dan semeton beristirahat di Wantilan

Dan yang terakhir tirta dari Pura Suweta Maha Suci yang dibawa oleh Mangku Ngarijo. Dan akhirnya tirta dari 7 Pura Di Wilayah Mojokerto.
Om shanti Shanti Shanti Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: