Tirtayatra Semeton Korwil I Banjar Surabaya

Om Suastiastu,
Pada Minggu Legi 23 Nopember 2014 Semeton Umat dari Korwil I Banjar Hindu Surabaya melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton yang berjumlah sekitar 20 orang di ketuai oleh Bapak I Nyoman Mustika yang juga merupakan ketua Rumah Tangga Pura Agung Jagat Karana Surabaya. Bapak I Nyoman Mustika sendiri bukan orang lain bagi Umat dan Pengurus di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Beliau sering ngayah ke pura ini sejak pura belum direnovasi. Beliau juga sering memperkenalkan pura ini dan mengajak umat untuk ngayah di pura ini.

Pukul 09.00 WIB semeton sampai di pura dan langsung menuju ke Wantilan Jenggolo. Di Wantilan semeton disambut oleh Umat Mondoluku dan pengurus rumah tangga pura. Pada kesempatan itu Bapak Nyoman Mustika memperkenalkan para semeton yang ikut metirtayatra yang ternyata adalah para tokoh penting di Pura Agung Jagat Karana. Juga ternyata ada beberapa umat yang belum sama sekali datang ke pura ini. Dan Beliau kaget karana ternyata pura ini begitu megah dan indah. Ada juga umat yang pernah datang ke pura ini tetapi sebelum di renovasi.Bapak Nyoman Mustika juga menceritakan perjuangan Beliau dan teman-temannya dari dulu terhadap pura ini karena pura ini mau diprelina. Rencananya akan lebih banyak lagi yang akan metirtayatra ke pura ini.

Semeton Banjar Surabaya

Semeton Banjar Surabaya

Semeton Banjar Surabaya

Semeton Banjar Surabaya

Bapak Nyoman Mustika

Bapak Nyoman Mustika

Selanjutnya Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila selaku ketua rumah tangga pura menyampaikan bahwa pura ini dibangun sebagai tempat untuk melinggihkan para Leluhur mulai dari zaman Kerajaan Medang sampai Kerajaan Majapahit. Juga sebagai tempat untuk menstanakan Hyang Semar dan juga para Rsi yang telah berjasa menyebarkan ajaran Dharma di seluruh Nusantara ini. Makanya dipura ini mempunyai pelinggih paling banyak. Juga dipura ini menggunakan konsep Jawa dalam bebantenan dan juga pelinggih-pelinggihnya. Jero Sepuh sendiri tidak mengklaim pura yang besar dan megah ini karena jasa Beliau sendiri semata. Semua karena kehendak Para Leluhur, Para Dewa dan Brahman. Kita hanya menjalankannya saja. Pura ini juga menjadi begini karena peran serta semua Umat Hindu, Masyarakat Mondoluku dan Pemerintah yang menyumbangkan pikiran, tenaga dan dana sehingga pura ini bisa terwujud.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Selanjutnya umat menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu umat menuju ke Lingga Yoni.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Kemudian umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Ken Dedes

Setelah persembahyangan umat nunas minyak Medang Kamulan . Pada kesempatan itu Bapak Nyoman Mustika menyerahkan punia yang diterima Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila.

Persembahyangan di Panji

Persembahyangan di Panji

Nunas minyak

Nunas minyak

Penyerahan punia

Penyerahan punia

Pukul 13.00WIB umat kembali ke Wantilan untuk makan siang.

Makan siang

Makan siang

Pukul 13.30WIB semeton pamit kembali kerumah.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: