Melebar Daksina

Setelah selesainya upacara Piodalan maka pada Hari Rabu, 4 Pebruari 2015 dilaksanakan Upacara Nyineb dilanjutkan dengan Melebar Daksina. Upacara tersebut dilaksanakan pada Pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto.

Sebelumnya pada pukul 14.30 WIB di halaman Wantilan Jenggolo dilaksanakan Seni Budaya Jaranan dan reog dari Grup Seni Reog Kariyo Budoyo Desa Ngadiwono Kec. Tosari Tengger – Pasuruan. Setelah itu dilanjutkan dengan pagelaran wayang semalam suntuk dengan Dalang Ki Narno Sabdo, S.Pd, M.Pd. H dari Desa Mororejo – Tosari – Tengger – Pasuruan.

Pada acara Nyineb dan Melebar Daksina ini tidak banyak umat yang ngayah dan banyak umat terutama yang dari Bali pulang kembali. Seperti Keluarga Bapak Nengah Wijana dan Keluarga Bapak Made Supartana. Mereka pamit pulang setelah ngayah disini mulai hari Sabtu, 31 Januri 2015.

Keluarga Bapak Made Supartana nunas minyak Medang Kamulan

Keluarga Bapak Made Supartana nunas minyak Medang Kamulan

Keluarga Bapak Made Supartana sebelum pamit ke Bali

Keluarga Bapak Made Supartana sebelum pamit ke Bali

Pukul 13.50WIB dilaksanakan Selamatan Panggung Terop yang akan dipakai untuk pagelaran wayang. Panggung tersebut ditempatkan di jalan di depan pura. Hal ini dilakukan karena pagelaran wayang tersebut ditonton oleh Warga Desa Mondoluku. Tahun lalu pagelaran wayang dilaksanakan di ladang sebelah Selatan pura tetapi banyak warga yang protes karena becek.

Selamatan Panggung

Selamatan Panggung

Musik Ketipung mengiringi upacara

Musik Ketipung mengiringi upacara

Pukul 14.45WIB pagelaran kesenian jaranan dan reog dimulai. Pada acara tersebut ditampilkan atraksi yang menegangkan dan mendebarkan. Para pemain kesurupan dan bertingkah aneh seperti makan lampu neon, makan daun beracun, minum air kotor bahkan makan ayam hidup-hidup. Banyak warga yang menonton bergidik menyaksikan atraksi tersebut. Acara tersebut selesai pada sekitar pukul 18.00WIB.

Pencak Silat

Pencak Silat

Pencak Silat

Pencak Silat

Duel

Duel

Bantengan

Bantengan

Penyanyi dan Sinden

Penyanyi dan Sinden

Penabuh Gamelan dan Musik

Penabuh Gamelan dan Musik

Jaran Pegon

Jaran Pegon

Reog

Reog Pakem

Warok

Warok

Jatilan

Jatilan

Ayune

Ayune

Topeng

Topeng

Topeng Kelono Sewandono

Topeng Kelono Sewandono

Reog

Reog

Jaranan

Jaranan

Pawang

Pawang Mahluk Lain

Kesurupan

Kesurupan

Makan Lampu Neon

Makan Lampu Neon

Makan Lampu Neon

Makan Lampu Neon

Makan Daun Bedor /Beracun

Makan Daun Bedor /Beracun

Makan Ayam Hidup

Makan Ayam Hidup

bermain air

bermain air

Gak Mau Pulang

Gak Mau Pulang

Penonton Membludak

Penonton Membludak

Penonton Heran

Penonton Heran

Penonton ikut kesurupan

Penonton ikut kerauhan

Mas Singgih (kanan) dan konco-konco

Mas Singgih (kanan) dan konco-konco

Pukul 20.30WIB dilaksanakan upacara nyineb dan melebar daksina. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto. Pada upacara tersebut ditampilkan juga Tari Odisri “Siva Tandava” oleh Gung Partha dan Gung De. Juga Tari Topeng yang dimainkan oleh Gung De. Pada waktu tarian tersebut hujan turun dengan deras disertai petir menggelegar.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Melukat di Beji

Melukat di Beji

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam di Lingga Yoni

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam di Lingga Yoni

Dik Gaya

Dik Gaya

Mencium Lingga

Mencium Lingga

Musik Ketipung

Musik Ketipung

Upacara Melebar

Upacara Melebar

Upacara Melebar

Upacara Melebar

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Menyucikan pelinggih

Menyucikan pelinggih

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

 

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

Tari Siwa Tandava

Tari Topeng

Tari Topeng

Tari Topeng

Tari Topeng

Tari Siva

Tari Siva

Bersamaan dengan upacara tersebut pagelaran wayang juga dimainkan. Pagelaran wayang tersebut dilaksanakan semalam suntuk, diselingi dengan nyanyian para sinden yang cantik-cantik. Penonton pun betah menonton wayang meski hujan tidak mau berhenti.

Wayang Kulit

Wayang Kulit

Sinden

Sinden

Dengan selesainya pergelaran wayang tersebut, selesailah rangkaian Upacara Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semua umat ikut merasa bahagia karena semua rangkaian upacara berjalan dengan lancar dan aman. Tidak ada keluhan ataupun kekurangan yang kelihatan pada upacara tersebut. Semua berkat ketulusan dan keikhlasan umat yang ngayah yang dengan gembira melaksanakan tugasnya masing-masing. Semeton dari Bali, dari Tengger, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto bahkan ada yang dari Blitar dan Kediri, mereka semangat datang ngayah dan mekemit beberapa hari sebelum hari Piodalan. Hal ini membuat pengurus pura dan Umat Mondoluku merasa begitu senang dan bahagia dengan keikhlasan mereka. Bahkan Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila dan keluarga hampir sebulan tinggal di pura sehingga rumahnya dibiarkan kosong. Semua dilakukan karena bakti kepada Brahman, Para Dewa dan Para Leluhur.

Ibu-Ibu Medang Kamulan

Ibu-Ibu Medang Kamulan

Mbak Kartika dan Mbak Tutik

Mbak Kartika dan Mbak Tutik

Semoga pada Piodalan selanjutnya bisa lebih baik lagi. Om Shanti Shanti Shanti Om.

Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan

Om Swastiastu,

Pada Purnama Kawulu Selasa Pon Wuku Merakih, 03 Pebruari 2015 di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan upacara piodalan. Upacara ini merupakan puncak dari rangkaian upacara yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu Jero Sepuh Lanang Isteri Matur Piuning pada Selasa 13 Januari 2015, Nancep Karya pada Rabu 21 Januari 2015, Nunas Wastra Hyang Semar ke Gunung Arjuno pada 21 Januari 2015, Nunas Tirta Pakulih dan Ngaturang Piuning ke-23 Pura wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto pada Minggu 25 Januari 2015, Larung Sesaji Dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati Ke Pantai Ngliyep – Malang Selatan pada Kamis 29 Januari 2015 dan Pembejian pada Senin 02 Pebruari 2015.

Pada Piodalan kali ini banyak umat yang ngayah seperti Keluarga Bapak Nengah Wijana dari Singaraja, Keluarga Bapak Made Supartana dari Singaraja, Semeton Umat dari Tengger dan Umat-umat lainnya dari Wilayah Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto , Blitar dan Tulungagung. Juga banyak umat yang mepunia bahan makanan, air minum dan dana. Juga Bapak Suhanadi mepunia terop. Sedangkan dari Angkatan Laut meminjamkan tenda.

Untuk Piodalan tahun 2015 ini  dipuput oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger, Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana – Bali, Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening dari Griya Busung Megelung – Kediri Tabanan serta Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma dari Karangasem.

Upacara dimulai pada pukul 14.40WIB dengan Upacara Rakatawang ngaturang selamatan di pintu Mandala Nista. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata.

Upacara Rakatawang

Upacara Rakatawang

Musik Ketipung mengiringi upacara

Musik Ketipung mengiringi upacara

Selanjutnya umat menuju ke Mandala Utama untuk upacara Piodalan. Selama upacara, hujan turun dengan lebat disertai angin dan petir mengelegar.

Upacara Piodalan

Upacara Piodalan

Pandita Muput Upacara Piodalan

Pandita Muput Upacara Piodalan

Ngayab ring Pelinggih

Ngayab ring Pelinggih

Mecaru

Mecaru

Umat dari Lombok dan Bali

Umat dari Lombok dan Bali

Umat dari Bali, Jawa dan Lombok berbaur menjadi satu

Umat dari Bali, Jawa dan Lombok berbaur menjadi satu

Setelah itu dilanjutkan dengan pengukuhan Jero Sepuh dan penyepuhan Pemangku Medang Kamulan.

Jero Sepuh dan para Pemangku diupacarai oleh Ida Pandita

Jero Sepuh dan para Pemangku diupacarai oleh Ida Pandita

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi meniup terompet sangkakala

Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi meniup terompet sangkakala

Nunas tirta

Nunas tirta

Nunas Tirta ditengah hujan deras

Nunas Tirta ditengah hujan deras

Selanjutnya adalah Dharma Wacana oleh Pinandita Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag. Beliau menyampaikan bahwa sebagai Umat Hindu kita wajib datang untuk bersembahyang dan ngayah pada setiap upacara/rereinan di pura termasuk pada piodalan kali ini. Karena dengan datang saja kita sudah diberkati oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa apalagi bisa ngayah. Meskipun kita sering mendapatkan sesuatu yang tidak berkenan atau halangan untuk maturan kita semestinya tidak menjadikan kita malas untuk datang ke pura. Karena biasanya yang kelihatan tidak bagus dimata kita ternyata mempunyai sesuatu yang luar biasa. Pada piodalan kali ini hujan turun denga deras disertai petir mengelegar dan angin ribut. Tetapi kita tidak boleh merasa susah atau marah pada Tuhan. Karena hujan turun merupakan berkah bagi semua umat manusia. Dengan adanya hujan para petani bisa bercocok tanam, suhu juga tidak begitu panas, sumber air juga mengeluarkan airnya. Juga hujan merupakan wujud bahwa bakti kita diterima oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pembacaan Sloka Bhagawad Gita

Pembacaan Sloka Bhagawad Gita

Dharma Wacana oleh Pinandita Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag

Dharma Wacana oleh Pinandita Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag

Selanjutnya di pentaskan Tarian Medang Kamulan yang ditarikan oleh Ibu Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, Ibu Mangku Istri Sri Ngatiin dan Ibu Ketut Arsha Putra.

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Tarian Sakral Medang Kamulan “Tarian Athiti Dharma Tri Murti”

Selanjutnya dilaksanakan persembahyangan bersama. Pada saat itu salah seorang umat kerauhan. Beliau mengatakan bahwa Ida Bhatara Siwa rawuh di Pura ini dan mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan Jero Sepuh sudah benar dan kita semua harus tegar menghadapi berbagai cobaan yang kita alami dalam usaha untuk menegakkan Dharma. Juga diberitahu bahwa kesejahteraan dan kemakmuran akan didapatkan oleh seluruh umat di Jawa ini.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

IMG_5771_resize

Ibu-Ibu dari Bongso Kulon mekidung

Ibu-Ibu dari Bongso Kulon mekidung

Selesai persembahyangan maka umat beristirahat di Wantilan Jenggolo.

Setelah itu kemudian di pentaskan tari-tarian di Mandala Madya. Pada Tarian tersebut dipentaskan Tarian Bali, Tarian Jawa dan Tarian India.

Pembacaan palawakya oleh Puput Setyowati dan Yolanda Kusuma Wandanti

Pembacaan palawakya oleh Puput Setyowati dan Yolanda Kusuma Wandanti

Kapolsek Kedamean, Bapak AKP Made Jati Negara berfoto bersama penari

Kapolsek Kedamean, Bapak AKP Made Jati Negara berfoto bersama penari

Tari Remo oleh Fauzi

Tari Remo oleh Fauzi

Tari Panyembrama oleh Bu Sandat, Bu Reza, Bu Sriniti dan Ni Komang Semerti

Tari Panyembrama oleh Bu Sandat, Bu Reza, Bu Sriniti dan Ni Komang Semerti

Tari Lenggang Suroboyo oleh Fransiska

Tari Lenggang Suroboyo oleh Fransiska

Tari Cendrawasih oleh Ni Made Natallina Kusumayani dan Luh Gede Devi Priyanti

Tari Cendrawasih oleh Ni Made Natallina Kusumayani dan Luh Gede Devi Priyanti

Tari Suramadu oleh Natasya

Tari Suramadu oleh Natasya

Tiba-tiba ada umat yang kerauhan. Beliau dimasuki oleh Ratu KenDedes. Ratu KenDedes merasa sangat senang dengan tarian tersebut dan Beliau ingin masuk ke tubuh penari jawa untuk ikut menari tetapi tidak bisa. Ternyata para penari tersebut sudah dipagari oleh Bapak Naim. Acara pentas tari tetap dilanjutkan.

Kerauhan Ratu Ken Dedes

Kerauhan Ratu Ken Dedes

Bapak Naim sedang memagari para penari

Bapak Naim sedang memagari para penari

Tari Topeng Keras oleh Kadek Tegeh S.Sn

Tari Topeng Keras oleh Kadek Tegeh S.Sn

Tari Odisri "Siva Tandava" (Pancer Langit Bali) oleh Gung Partha

Tari Odisri “Siva Tandava” (Pancer Langit Bali) oleh Gung Partha

Tari Jejer Jaran Dawhuk oleh Lintang

Tari Jejer Jaran Dawhuk oleh Lintang

Tari Topeng Tua Oleh Bapak I Nengah Wijana

Tari Topeng Tua Oleh Bapak I Nengah Wijana

Tari Topeng Sabrang oleh Fauzi

Tari Topeng Sabrang oleh Fauzi

Tari Margapati oleh Ketut Suarta

Tari Margapati oleh Ketut Suarta

Tari Topeng Jago oleh Dewa Adi

Tari Topeng Jago oleh Dewa Adi

Penabuh Gamelan Bali

Penabuh Gamelan Bali

Setelah upacara selesai umat kemudian beristirahat.

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Pembejian

Om Swastiastu,
Senin, 02 Pebruari 2015 di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan Upacara Pembejian. Upacara dalam rangka Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan itu dilaksanakan di Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulyan yang terletak di timur pura.
Sehari sebelumnya umat sudah mempersiapkan segala sesuatu baik banten dan yang lainnya supaya upacara berjalan lancar. Bahkan sarana pendukung juga dikebut penyelesainnya supaya pada hari H bisa digunakan. Disamping persiapan untuk pembejian juga untuk piodalan dan nyineb.

Semeton dari Buleleng sedang membuat penjor

Semeton dari Buleleng sedang membuat penjor

Semeton dari Tengger membuat banten

Semeton dari Tengger membuat banten

Bapak I Nengah Wijana

Bapak I Nengah Wijana

Bapak Made Supartana memasang instalasi listrik di Kamar Mandi

Bapak Made Supartana memasang instalasi listrik di Kamar Mandi

Ibu-ibu latihan menari

Ibu-ibu latihan menari

Pukul 09.00 WIB dilaksanakan selamatan terop dan selamatan kamar mandi. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata.

Selametan terop

Selametan terop

Selamatan Kamar Mandi

Selamatan Kamar Mandi

Musik Ketipung mengiringi selamatan

Musik Ketipung mengiringi selamatan

Semeton yang ikut selamatan

Semeton yang ikut selamatan

Nunas tirta selamatan

Nunas tirta selamatan

Pukul 10.30 WIB upacara Pembejian dimulai. Para umat menuju ke Mandala Utama mengikuti kegiatan upacara. Pada pembejian tersebut, semua daksina linggih, pretima dan Senjata Dawa Sanga dibawa ke Beji untuk disucikan. Upacara pembejian dipimpin oleh Pandita Dukun Eko Warnoto sedangkan di Beji dipimpin oleh Jero Mangku Komang Budiasa dan Jero Mangku Supardi.

Persiapan pembejian

Persiapan pembejian

Pretima yang akan disucikan

Pretima yang akan disucikan

Nedunang Ida Bhatara dipimpin Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto

Nedunang Ida Bhatara dipimpin Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto

Umat yang ikut upacara

Umat yang ikut upacara

Pemangku Tengger sedang mekidung

Pemangku Tengger sedang mekidung

Penyucian Pelinggih yang ada di pura

Penyucian Pelinggih yang ada di pura

Pretima dimantrai oleh Pandita

Pretima dimantrai oleh Pandita

Pretima Ken Dedes dibawa oleh Jero Sepuh Istri

Pretima Ken Dedes dibawa oleh Jero Sepuh Istri

Pretima Acintya dibawa oleh Jero Sepuh

Pretima Acintya dibawa oleh Jero Sepuh

Daksina Linggih dan Pretima dibawa ke Beji

Daksina Linggih dan Pretima dibawa ke Beji

Perjalanan Pretima, Daksina Linggih dan Senjata Dewata Nawa Sanga Menuju ke Beji

Perjalanan Pretima, Daksina Linggih dan Senjata Dewata Nawa Sanga Menuju ke Beji

Disambut Mangku Komang Budiasa

Disambut Mangku Komang Budiasa

Sampai di Beji Sendang Kamulyan

Sampai di Beji Sendang Kamulyan

Penyucian Pelinggih di Beji

Penyucian Pelinggih di Beji

Umat Melukat

Umat Melukat

Bebek dan Ayam dicemplungkan di Beji

Bebek dan Ayam dicemplungkan di Beji

Penyucian sarana upacara

Penyucian sarana upacara

Setelah selesai upacara pembejian selanjutnya Daksina Linggih, Pretima dan Senjata Dewata Nawa Sanga dibawa ke Mandala Utama untuk melaksanakan murwa daksina.

Mapag Ida Bhatara Rawuh

Mapag Ida Bhatara Rawuh

Penari mengiringi  Ida Bhatara Rawuh

Penari mengiringi Ida Bhatara Rawuh

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Setelah itu Daksina Linggih, Pretima dan Senjata Dewata Nawa Sanga dilinggihkan di tempat soang-soang.

Ngelinggihang Ida Bhatara Ring Soang-Soang

Ngelinggihang Ida Bhatara Ring Soang-Soang

Ngelinggihang Ida Bhatara Ring Soang-Soang

Ngelinggihang Ida Bhatara Ring Soang-Soang

DSCN9862_resize

Jelita dan Gayatri

Jelita dan Gayatri

Setelah itu dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

 

Upacara Pembejian selesai umat kembali ke Wantilan untuk beristirahat dan makan siang

Ibu-Ibu berfoto bersama Ida Pandita Istri

Ibu-Ibu berfoto bersama Ida Pandita Istri

Makan siang

Makan siang

Om Shanti Shanti Shanti Om

Larung Sesaji Dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati Ke Pantai Ngliyep – Malang Selatan

 

Om Swastiastu,

Kamis Pon, 29 Januari 2015 Umat Hindu Pura Penataran Luhur Medang Kamulan melaksanakan Larung Sesaji Dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati Ke Pantai Ngliyep – Malang Selatan. Upacara tersebut merupakan rangakaian upacara piodalan yang akan dilaksanakan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang dilaksanakan pada Purnama Kawulu 3 Penruari 2015. Umat yang ikut pada upacara tersebut antara lain Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila beserta keluarga, Bapak Made Suartana beserta keluarga, Bapak Sai, Mangku Komang Budiasa beserta keluarga, Mangku Nengah Mariasa dan anak, Mangku Ketut Sedana, Mangku Gede Sumerta, Mangku Putu Agus, Bapak Kadek Swidarmawan dan Ibunda Beliau, Mangku Istri dari Pura Gunung Salak, Ibu Muarfatin dan anak, Bapak Edi dari Blitar, Bapak Ketut, Mangku Gusti dan istri, Bapak, Pandita Dukun Hasta Brata dan Istri, Pandita Dukun Eko Warnoto, Sepuh Sujito serta srati banten Tengger.

Sehari sebelumnya umat sudah mempersiapkan banten dan tumpeng yang akan dibawa ke Pantai Ngliyep. Ada juga yang bekerja ngebut menyelesaikan kamar mandi, memasang paving dan memperbaiki dapur. Semua bekerja keras agar pada hari piodalan nanti semua fasilitas tersebut bisa digunakan. Juga hadir Bapak Djaya Laksana, Beliau adalah penemu bendunganbernoulli yang digunakan untuk menyetop semburan lumpur lapindo. Beliau datang ke pura ini untuk bersembahyang dan mepunia berupa sumur bor dan sound system. Beliau sangat terkagum dengan keindahan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Bapak-bapak nongkrong di warung

Bapak-bapak nongkrong di warung

Ngebut menyelesaikan pekerjaan

Ngebut menyelesaikan pekerjaan

Jero Sepuh dan Bapak Djaya Laksana

Jero Sepuh dan Bapak Djaya Laksana

Bapak Djaya diajak melihat pembuatan fasilitas pura yang sedang dikerjakan

Bapak Djaya diajak melihat pembuatan fasilitas pura yang sedang dikerjakan

Melukat di Beji

Melukat di Beji

Kamis pagi pukul 03.00 sebelum berangkat, Umat bersembahyang ke Mandala Utama untuk memohon agar perjalanan lancar dan upacara berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

 

Ibu-Ibu Srati banten Tengger  yang ikut ke Ngliyep

Ibu-Ibu Srati banten Tengger yang ikut ke Ngliyep

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto  memimpin persembahyangan

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin persembahyangan

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memberikan pengarahan sebelum berangkat ke Pantai Ngliyep

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memberikan pengarahan sebelum berangkat ke Pantai Ngliyep

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati yang akan disucikan di Pantai Ngliyep

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati yang akan disucikan di Pantai Ngliyep

Pukul 04.30 WIB umat berangkat menuju ke Pantai Ngliyep dan sampai pukul 10.26WIB. sesampai di sana, Umat langsung menuju ke Gunung Kombang untuk melaksanakan prosesi upacara Larung Sesaji Dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto.

Persiapan Larung Sesaji

Persiapan Larung Sesaji

Para Pemangku membawa panji

Para Pemangku membawa panji

Penyambutan panji di Gerbang Gunung Kombang

Penyambutan panji di Gerbang Gunung Kombang

Matur Piuning di Petilasan di Puncak Gunung Kombang

Matur Piuning di Petilasan di Puncak Gunung Kombang

Upacara Larung Sesaji Dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati

Upacara Larung Sesaji Dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati

Sesaji yang dilarung di Pantai Ngliyep

Sesaji yang dilarung di Pantai Ngliyep

Cengkir gading satu tandan ikut dilarung

Cengkir gading satu tandan ikut dilarung

Penyucian dan pengibaran panji

Penyucian dan pengibaran panji

Bapak Made Suartana

Bapak Made Suartana

Jero Mangku Ketut Sedana

Jero Mangku Ketut Sedana

Jero Mangku Putu Agus dan Ibunda Beliau

Jero Mangku Putu Agus dan Ibunda Beliau

Pukul 13.45WIB upacara selesai, umat menuju ke pantai untuk acara tumpengan bersama umat sekitar dan anggota marinir yang bertugas di pantai itu.

Tumpengan bersama warga sekitar dan Marinir

Tumpengan bersama warga sekitar dan Marinir

Pukul 14.30WIB umat kembali ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Nunas Tirta Pakulih dan Ngaturang Piuning ke Pura wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto

Om Swastiastu,
Sehubungan dengan Upacara Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang akan dilaksanakan pada Purnama Kawulu, 3 Pebruari 2015 maka pada hari Minggu 25 Januari 2015 dilaksanakan Nunas Tirta Pakulih dan Ngaturang Piuning ke-23 Pura wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto. Nunas tirta tersebut dimaksudkan sebagai pemberitahuan kepada pura sekaligus semeton seluruh wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik dan Mojokerto bahwa kita akan melaksanakan upacara piodalan. Untuk nunas tirta ini kita memang melaksanakannya hanya di pura terdekat saja meskipun umat yang ngayah ke pura banyak sekali yang dari Bali dan berbagai daerah di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk semakit mempererat hubungan dengan pura dan semeton sekitar. Hal ini juga sangat didukung oleh para Pemangku yang tergabung dalam Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti yang diketuai oleh Jero Mangku Gede Sumertha.
Pada Hari Sabtu, 24 Januari 2015 Para Pemangku mengambil Banten Beras Pitrah dan bumbung tempat tirta di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang kemudian dibawa ke pura masing-masing. Sedangkan umat yang lain mekemit di pura.
Pagi harinya, Minggu, 24 Januari 2015 Umat sudah banyak yang datang ke pura. Mereka ada yang akan kerja bhakti dan ada yang menyambut kedatangan tirta.

Bu Mangku dari Pura Gunung Salak (Kebaya Putih) sedang membuat banten bersama ibu-ibu

Bu Mangku dari Pura Gunung Salak (Kebaya Putih) sedang membuat banten bersama ibu-ibu

 

Ibunda Bapak Kadek Swidarmawan juga ikut membuat banten

Ibunda Bapak Kadek Swidarmawan juga ikut membuat banten

Bunda mengajarkan Iluh cara menata banten

Bunda mengajarkan Iluh cara menata banten

Mangku Nengah Mariasa dan Mangku Komang Budiasa sedang menyiapkan wastra

Mangku Nengah Mariasa dan Mangku Komang Budiasa sedang menyiapkan wastra

Anak-anak Belajar Agama Hindu yang diajarkan olek Kakak-Kakak dari Laban

Anak-anak Belajar Agama Hindu yang diajarkan olek Kakak-Kakak dari Laban

Sarapan Pagi

Sarapan Pagi

Tidak lama kemudian tirta sudah berdatangan. Tirta pertama dari Pura Kertha Bumi Bongso Wetan yang dibawa oleh Mangku Santoso. Kemudian tirta dari Pura Jagad Dumadi Laban yang dibawa oleh Mangku Arifin.

Mangku Arifin

Mangku Arifin

Pemangku dan Jero Sepuh yang menyambut tirta

Pemangku dan Jero Sepuh yang menyambut tirta

Tirta diterima oleh Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Tirta diterima oleh Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Tirta ditaruh di tempat di Mandala Utama

Tirta ditaruh di tempat di Mandala Utama

Ibu-Ibu mekidung

Ibu-Ibu mekidung

Masang Wastra di Gedong Lingga Kamulan

Masang Wastra di Gedong Lingga Kamulan

Selanjutnya tirta dari Pura Jagat Giri Natha Beton yang dibawa oleh Mangku Alwi, tirta dari Pura Kertha Buana Bongso Kulon yang dibawa oleh Mangku Sahlan dan Mangku Riaman.

Mangku Sahlan, Mangku Alwi dan Mangku Riaman

Mangku Sahlan, Mangku Alwi dan Mangku Riaman

Selanjutnya tirta dari Pura Nirwana Jati Sekelor, Pura Penataran Agung Margo Wening Krembung dan Pura Jala Siddhi Amertha Juanda yang dibawa oleh Mangku Gede Sumertha.

Jero Mangku Ketut Sumertha dan Istri

Jero Mangku Gede Sumertha dan Istri

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Kemudian tirta dari Pura Candi Cemara Agung yang dibawa oleh Mangku Gusti, Pura Tirta Empul yang dibawa oleh Mangku Suwarna dan Pura Sono Panca Giri yang dibawa oleh Mangku Putu Jatmika.

Mangku Gusti, Mangku Putu Jatmiko dan Mangku Suwarno

Mangku Gusti, Mangku Putu Jatmiko dan Mangku Suwarno

Kemudian tirta dari Pura Agung Jagat Karana yang dibawa oleh Mangku Ketut Sedana, Pura Tirta Gangga yang dibawa oleh Mangku Istri Bagus Kusa, Pura Tirta Wening yang dibawa oleh Mangku Made Sinah, Pura Segara Kenjeran yang dibawa oleh Mangku Wayan Budi dan Pura Tunggal Jati yang dibawa oleh Mangku Nyoman Citra.

Mangku Wayan Budi, Mangku Made Sinah, Mangku Nyoman Citra, Mangku Ketut Sedana dan Mangku Istri Bagus Kusa

Mangku Wayan Budi, Mangku Made Sinah, Mangku Nyoman Citra, Mangku Ketut Sedana dan Mangku Istri Bagus Kusa

Para Pemangku dan semeton beristirahat di Wantilan

Para Pemangku dan semeton beristirahat di Wantilan

Dan yang terakhir tirta dari Pura Suweta Maha Suci yang dibawa oleh Mangku Ngarijo. Dan akhirnya tirta dari 7 Pura Di Wilayah Mojokerto.
Om shanti Shanti Shanti Om

Upacara Nancep Karya

Dalam rangka pelaksanaan rangkaian Upacara Piodalan Pura Medang Kamulan pada Selasa 3 Pebruari 2015 maka pada hari Rabu, 21 Januari 2015 dilaksanakan Upacara Nancep Karya. Upacara yang dihadiri oleh para pengurus, panitia piodalan dan Umat Hindu Mondoluku dimulai pukul 19.00WIB. Sebelum upacara, kita melukat dulu ke Beji Sumber Kahuripan. Selama melukat, hujan turun gerimis. Upacara dipimpin oleh Jero Mangku Komang Budiasa.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Anak-Anak juga melukat

Anak-Anak juga melukat

Setelah itu kita menuju ke Lingga Yoni untuk matur piuning. Upacara dipimpin oleh Jero Mangku Timbul Nasuji, sedangkan kirtanam dipimpin oleh Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani. Selama upacara, hujan juga sempat turun rintik-rintik disertai angin.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani memimpin kirtanam

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani memimpin kirtanam

Kemudian setelah itu kita menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan upacara Nacep Karya. Upacara dipimpin oleh Jero Mangku Santoso. Selama upacara, hujan turun agak deras disertai angin tetapi tidak sampai membuat kita basah kuyub. Sesudah nunas tirta dan bija, Jero Mangku Komang Budiasa mendapat petunjuk agar kita nunas Tirta Wasupada yang ada di Gedong Lingga Kamulan.

Jero Mangku Santoso

Jero Mangku Santoso

Persembahyangan Nacep Karya

Persembahyangan Nacep Karya

Made Suartana

Bapak Made Suartana

Persembahyangan di Gedong Lingga Kamulan

Persembahyangan di Gedong Lingga Kamulan

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta Wasupada

Nunas Tirta Wasupada

Nunas Tirta Wasupada

Nunas Tirta Wasupada

Setelah upacara selesai kita kembali ke Wantilan Jenggolo untuk nunas prasadam dan mekemit disana.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Persembahyangan Siwaratri dan Tirtayatra Semeton Desa Bengkel

Om Swatiastu,

Hari Senin di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan upacara Hari Siwaratri. Upacara dimulai agak malam karena mulai siang sampai malam hujan turun dengan deras disertai angin kencang. Ikut juga sembahyang semeton dari Desa Bengkel Buleleng. Semeton ini yang diketuai oleh Jero Bau tiba di pura pada pukul 18.00WIB. adapun mereka bisa ke pura ini karena diberitahu oleh saudara mereka agar wajib metirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Selain di pura ini mereka juga metirtayatra ke Pura Agung Jagat Karana Surabaya dan Pura Penataran Agung Margowening Krembung. Mereka para semeton sangat kagum dan senang dengan suasana dan keindahan pelinggih-pelinggih yang terdapat di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini. Mereka juga berencana akan ngayah pada piodalan besok.

Pukul 20.30WIB Umat menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Penglukatan

Penglukatan

Rantasan dibawa ke Lingga Yoni

Rantasan dibawa ke Lingga Yoni

Kemudian umat melaksanakan persembahyangan di Lingga Yoni dilanjutkan di Pelinggih Tri Suci Maha Rsi dan kemudian di Mandala Utama.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Persembahyangan di Rsi

Persembahyangan di Rsi

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta dan Bija

Melukat di Mandala Utama

Melukat di Mandala Utama

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Ken Dedes

Pukul 23.00WIB persembahyangan Siwaratri selesai. Umat menuju ke Wantilan nunas prasadam.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.