Tirtayatra Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan- Badung Bali

Om Swastiastu,

Pada Minggu 23 Agustus 2015 semeton dari Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan Badung Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton sampai di pura pada pukul 01.05WIB diketua oleh Kelian Adat Br. Giri Dharma Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa. Semeton ini juga sekaligus ngiring Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening dari Griya Agung Sagening Desa Munggu Br. PemaronDelodan Kec. Mengwi – Badung. Karena hari masih malam semeton sebagian beristirahat, sedangkan Ida Nabe berserta Bapak Nyoman Tirtayasa dan beberapa semeton melihat-lihat pelinggih di pura. Ida Nabe sangat kagum dengan pelinggih-pelinggih yang sangat lengkap baik itu Lingga Yoni dan pelinggih lainnnya yang bisa dipuja juga oleh umat agama lain.

Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan- Badung Bali

Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan- Badung Bali

Semeton sembahyang di Surya Majapahit

Semeton sembahyang di Surya Majapahit

Di Depan Padma

Di Depan Padma

Sembahyang di Gedong Lingga Kamulan

Sembahyang di Gedong Lingga Kamulan

Pukul 05.00WIB semeton sudah berpakaian sembahyang berkumpul di Wantilan Jenggolo. Pada kesempatan tersebut Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura, pelinggih-pelinggih yang ada dipura ini, konsep jawa yang diterapkan dipura ini dan konsep Tuhur Taja Medang Kamuluan. Juga disampaikan bahwa dipura dilinggihkan Kanjeng Ratu Kidul, Ratu Ke Dedes dan Hyang Semar. Dan kalau mau piodalan, kita sungkem dulu ke Hyang Semar di Gunung Arjuna dan kita larung sesaji ke Kanjeng Ratu Kidul di Pantai Ngliyep.

Semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara

Semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening menyampaikan bahwa Beliau tidak bisa berkata-kata lagi karena apa yang disampaikan Jero Sepuh sangat sesuai dengan hatinya. Beliau juga sebelumnya menyampaikan kepada semeton yang ikut metirtayatra bahwa Beliau mau ikut metirtayatra kalau bisa mekemit di pura ini. Dan Beliau sangat ingin ke pura ini karena Beliau biasanya sebelum muput suatu upacara maka mantra yang diucapkan mengandung kalimat Medang Kamulan. Dan ternyata di pura ini hati Beliau bisa pas. Beliau juga sering bermimpi Kanjeng Ratu Kidul dan diberikan sebuah keris. Karena itu Beliau kalau ada waktu akan ke sini lagi untuk metirtayatra.

Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening

Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening

Kemudian Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa menyampaikan terima kasih atas sambutan dan suguhannya. Beliau juga minta maaf karena datang subuh disaat semua sedang tidur. Beliau dan semeton merasa sangat bahagia akhirnya bisa ke pura ini ngaturang bakti. Ini juga merupakan program dari Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara untuk melaksanakan tirtayatra setiap tahun sekali. Tujuannya untuk mempererat persatuan di Desa Adat. Pada tirtayatra kali ini didahulukan para umat yang berprestasi dibidangnya untuk ikut seperti juara lomba menulis lontar dll. Bapak I Nyoman Tirtayasa juga merasa terharu mendengan pemaparan dari Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila yang mendapat tugas mulia menjadi pengayah para Leluhur di pura ini. Beliau juga berdoa semoga Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila bisa tabah menghadapi setiap cobaan yang menghadang.

Bapak I Nyoman Tirtayasa

Bapak I Nyoman Tirtayasa

Bapak Nyoman Tirtayasa menyerahkan punia

Bapak I Nyoman Tirtayasa menyerahkan punia

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyerahkan buku sejarah pura

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyerahkan buku sejarah pura

Bapak Made Suryawan menyerahkan punia

Bapak Made Suryawan menyerahkan punia

Fotografernya

Fotografernya

Selanjutnya semeton menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan. Sedangkan Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening dan Bapak Made Suryawan langsung menuju ke Mandala Utama.

Bpk Sai, Bpk Made Suryawan, Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening, Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, Jero Sinaran

Bpk Sai, Bpk Made Suryawan, Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening, Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani, Jero Sinaran

Setelah melukat semeton matur matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi.

Setelah itu semeton menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Selesai persembahyangan, semeton kembali ke Wantilan untuk makan pagi.

Pukul 09.00WIB semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan Badung Bali pamit melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton BRSU Tabanan Bali

Om Swastiastu,

Pada Sabtu Pon, 22 Agustus 2015 semeton dari Badan Rumah Sakit Umum Tabanan Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton datang dengan menggunakan 2 bus diketuai oleh Bapak I Putu Rakadana, S.Kep NS. Semeton sampai di pura sekitar pukul 06.30 WIB. Ikut juga dalam rombongan Direktur Rumah Sakit Tabanan Bapak Dokter Nyoman Susila M.Kes. Juga kita kedatangan Bapak Made Suryawan, Beliau adalan Ketua Formu Studi Majapahit. Beliau sudah hadir sehari sebelumnya ke pura ini.

Sesampai di pura, semeton langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat dan bersih-bersih diri, untuk persiapan persembahyangan. Pukul 07.00WIB semeton kemudian menikmati makan pagi.

Sarapan pagi

Sarapan pagi

Sarapan pagi

Sarapan pagi

Setelah itu semeton dan umat kemudian mendengarkan penjelasan dan sejarah pura dari Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila. Beliau menyampaikan bahwa di pura ini kita melinggihkan para Leluhur dari seluruh Nusantara. Selama ini hanya Leluhur di Balilah yang sudah dibuatkan pelinggihnya dan di puja setiap hari. Sedangkan di Jawa ini yang merupakan asal dari Leluhur kita dibiarkan gentayangan selama ratusan tahun. Dan memang sudah waktunya bagi kita untuk bisa melinggihkan dan memuja Leluhur kita ini.

Semeton BRSU Tabanan Bali

Semeton BRSU Tabanan Bali

Semeton BRSU Tabanan Bali

Semeton BRSU Tabanan Bali

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Selanjutnya Bapak Made Suryawan menyampaikan bahwa saat ini sudah dimulai kemunculan Majapahit Jilid II. Dari pura ini dulu kita mulai kembali kepada Leluhur. Medang Kamulan ini merupakan benih/bibit untuk menemukan diri sejati dalam usaha mencapai Sang Hyang Acintya. Mudah-mudahan kita semua mendapat anugerah dari para Leluhur.

Bapak Made Suryawan

Bapak Made Suryawan

Kemudian Bapak Dokter Nyoman Susila M.Kes menyampaikan bahwa di pura ini sekali sembahyang kita dapat banyak yang di puja karena disini banyak sekali pelinggihnya. Hal ini sangat bagus sekali. Apalagi suasana yang sangat kondusif untuk persembahyangan. Hal ini semakin mendekatkan kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bapak Dokter Nyoman Susila M.Kes juga menyampaikan agar konsep jawa ini tetap dipertahankan dan jangan sampai ada istilah membalikan jawa.

Bapak Dokter Nyoman Susila M.Kes

Bapak Dokter Nyoman Susila M.Kes

Selanjutnya Bapak I Putu Rakadana, S.Kep NS selaku ketua rombongan menyampaikan bahwa rencana ke pura ini sudah dimulai sebulan yang lalu. Dan Astungkara sekarang bisa terlaksana. Semua semeton yang datang kesini menggunakan biaya sendiri, karena sangat ingin tahu Leluhur Jawa. Dan dipura ini Leluhur Kawitan Jawa dilinggihkan. Nanti kalau masih sehat dan punya rejeki akan tangkil lagi kesini.

Bapak I Putu Rakadana, S.Kep NS

Bapak I Putu Rakadana, S.Kep NS

Pukul 10.45WIB semeton menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan ring Beji

Persembahyangan ring Beji

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu semeton matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi.

matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar

matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar

matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar

matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Mohon restu Hyang Semar

Mohon restu Hyang Semar

Setelah itu semeton menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Penyerahan punia

Penyerahan punia

Persembahyangan ring Ken Dedes

Persembahyangan ring Ken Dedes

Rerantasan Tuhur Taja Medang Kamulan dibawa umat masing-masing

Rerantasan Tuhur Taja Medang Kamulan dibawa umat masing-masing

Rerantasan Tuhur Taja Medang Kamulan

Rerantasan Tuhur Taja Medang Kamulan

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Murwa Daksina

Bus yang membawa Semeton BRSU Tabanan Bali

Bus yang membawa Semeton BRSU Tabanan Bali

Selesai persembahyangan, semeton kembali ke Wantilan untuk makan siang.

Makan Siang

Makan Siang

Pukul 14.30WIB semeton dari Badan Rumah Sakit Umum Tabanan Bali pamit melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Sekaa Bintak Guru TK Denpasar

Om Swastiastu,

Pada Minggu 16 Agustus 2015 Semeton dari Sekaa Bintak Guru TK Denpasar melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton yang berjumlah 24 orang diketuai oleh Ibu Ida Ayu Ketut Suastini dengan menggunakan satu bus travel. Bus ‘Travel Renas Tour’ tersebut milik Ibu Wayan Suarnati sering digunakan oleh Umat untuk metirtayatra ke Pulau Bali dan Jawa.

Sekaa Bintak Guru TK Denpasar

Sekaa Bintak Guru TK Denpasar

Semeton sampai di pura pukul 11.20WIB dan langsung menuju ke Wantilan. Pada kesempatan tersebut Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila kemudian menyampaikan tentang sejarah pura dan juga mengenai pelinggih-pelinggih di pura ini. Juga tentang kensep jawa yang diterapkan di pura ini. Meskipun hal tersebut sering mendapat pertentangan dari berbagai pihak tetapi pura ini tetap konsisten menerapkan konsep jawa ini. Hal ini karena kita ingin agar para Umat Hindu di Jawa merasa tidak asing dengan upacara-upacara di pura ini sehingga mereka tidak merasa minder apabila disuruh ngayah di pura ini. Bahkan banyak umat agama lain yang sukarela membantu di pura ini.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Pukul 13.30 semeton menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan ring Beji

Persembahyangan ring Beji

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Umat antri melukat

Umat antri melukat

Umat kejawen juga ikut melukat

Umat kejawen juga ikut melukat

Selanjutnya Semeton bersama Umat matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi.

Matur piuning

Matur piuning

Jero Sepuh istri memimpin kirtanam

Jero Sepuh istri memimpin kirtanam

Sembah ring Lingga

Sembah ring Lingga

Sungkem ring Hyang Semar

Sungkem ring Hyang Semar

Setelah itu menuju ke Mandala Utama melaksanakan persembahyangan.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Setelah itu semeton pamit melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Keluarga Bapak I Gusti Nyoman Oka – Ubud

Om Swastiastu,

Pada Hari Minggu, 16 Agustus 2015 Bapak I Gusti Nyoman Oka sekeluarga melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Bapak I Gusti Nyoman Oka asal dari Banjar Taman Kelod – Ubud – Bali. Beliau sampai di pura pukul 06.00WIB dengan menggunakan satu minibus. Ikut dalam rombongan Beliau adalah AA Istri Tiari Novita Sari, AA Gede Ariawan, AA Gede Dwi Aritya, I Gusti Ayu Suardani, I Gusti Kompyang Sari, I Gusti Made Putra, I Made Astika dan I Wayan Gede Widiastra. Sesampai di pura semeton langsung melukat di Beji. Setelah itu Semeton menuju ke Wantilan dan berbincang-bincang dengan Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila. Jero Sepuh kemudian menyampaikan tentang sejarah pura dan juga mengenai pelinggih-pelinggih di pura ini. Bapak I Gusti Nyoman Oka menyampaikan bahwa Beliau sangat senang melihat keadaan pura yang kelihatan beda dari pura yang lain. Beliau juga sangat mendukung konsep Jawa diterapkan di pura ini. Beliau juga akan mengabarkan tentang pura ini kepada semeton di Bali.

Bapak I Gusti Nyoman Oka sekeluarga

Bapak I Gusti Nyoman Oka sekeluarga

Selanjutnya Semeton bersama Umat matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi.

Matur Piuning

Matur Piuning

Setelah itu menuju ke Mandala Utama melaksanakan persembahyangan.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Pukul 10.00WIB Bapak I Gusti Nyoman Oka sekeluarga pamit melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra semeton dari Bank BPD Bali, LPD se-Kab. Buleleng dan Kec. Pupuan Tabanan

Om Swantiastu,

Pada Sabtu Umanis 15 Agustus 2015 semeton dari Bank BPD Bali, LPD se-Kab. Buleleng dan Kec. Pupuan Tabanan melaksanakan tirtayatra ke Pura Penanataran Luhur Medang Kamulan. Semeton datang berjumlah 500 lebih orang dengan menggunakan 11 bus yang merupakan gabungan dari semeton dari 2 Bank BPD Bali dan 169 LPD se-Kab. Buleleng dan Kec. Pupuan Tabanan. Ketuanya adalah Bapak I BN Ari Suryantara. Ini merupakan jumlah semeton terbesar yang pernah metirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Hal ini tentu merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan oleh kami seluruh pengurus rumah tangga pura dan juga umat Hindu Gresik umumnya dan Desa Monduku khusunya. Tapi ini juga merupakan tantangan bagi kami untuk bisa menjamu semeton dengan sebaik-baiknya. Tetapi atas restu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Para Dewa dan Leluhur maka semua acara berjalan dengan lancar. Para umat bahu membahu mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan, bahkan banyak umat yang bekerja siang malam mempersiapkan semuanya. Bapak I Nengah Wijana sekeluarga datang dari Singaraja dua hari sebelumnya. Ibu Jero Sinaran sekeluarga juga datang dari Tabanan. Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D sekeluarga, Bapak Made Subakti, Bapak Kusno, Bapak Wongso Negoro, Pandita Dukun Eko Warnoto, Pandita Dukun Puja Pramana dan Mangku Sepuh Sujito semua datang membantu kami.

Menata piring makan

Menata piring makan

Bu Made sedang memasak

Bu Made sedang memasak

Bapak Made S, Bp Nengah Wijana, Bpk Made Subakti dan Bpk Ketut

Bapak Made S, Bp Nengah Wijana, Bpk Made Subakti dan Bpk Ketut

Bapak Prof Sutantra, Bpk Wongso Negoro, Bpk Kusno, Bpk AKP Made Jati Negara dan Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Bapak Prof Sutantra, Bpk Wongso Negoro, Bpk Kusno, Bpk AKP Made Jati Negara dan Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Pukul 16.15 WIB rombongan sampai di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Bus-bus kemudian diparkir disebelah utara pura. Semeton kemudian menuju ke wantilan untuk melepas lelah. Ada juga yang langsung ke kamar mandi. Kamar mandi di pura sebenarnya cukup banyak yaitu 20 kamar mandi tetapi karena semeton yang datang 500 lebih maka terpaksa banyak yang antri cukup lama. Jadi sambil menunggu giliran, semeton ada yang menikmati minuman dan jajanan yang disediakan pura sedang yang lain duduk beristirahat di tempat yang disediakan.

Bus-bus parkir di sebelah utara pura

Bus-bus parkir di sebelah utara pura

Semeton baru sampai di pura

Semeton baru sampai di pura

Semeton beristirahat di Wantilan

Sebagian Semeton beristirahat di Wantilan

Doa bersama di pimpin Pandita Dukun Eko Warnoto

Doa bersama di pimpin Pandita Dukun Eko Warnoto

Pada kesempatan tersebut, Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menjelaskan tentang sejarah pura ini. Juga tentang adanya pelinggih untuk memuja seluruh Leluhur dari Tanah Jawa yaitu Gedong Lingga Kamulan. Juga adanya pelinggih Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar, Ratu Ken Dedes, Rsi Agastya, Rsi Markendya dan Mpu Kuturan. Kita juga disini menggunakan Banten Jawa Tengger pada setiap upacara yang dilaksanakaan di pura ini. Dan juga dipura ini kita tidak menggunakan daging berkaki empat baik upacara maupun makanannya. Hal ini karena banyak umat dari agama lain yang sering mambantu disini. Sehingga dengan tidak adanya makanan dari hewan tersebut, mereka tidak merasa waswas lagi.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Kemudian sambutan dari Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa sudah saatnya kita datang untuk menghadap Leluhur kita yang dari Tanah Jawa. Dan di pura ini memang pusat Leluhur Tanah Jawa. Apalagi desanya adalah Desa Mondoluku berarti Mandala KU yang bermakna bahwa Mandala atau rumah para Leluhur ada disini. Di depan ada Lingga Siwa yang melambangkan trisula yang terdiri dari Kebenaran, Keadilan dan Kejujuran. Ketiganya merupakan dasar dari Dharma. Dengan menegakkan dharma itu maka kesejahteraan seluruh masyarakat akan bisa tercapai.

Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D.

Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D.

Selanjutnya Pandita Dukun Eko Warnoto memberikan sambutanya. Beliau menyampaikan kebahagiannya bisa bertemu semeton dari Bali dalam rangka tirtayatra ke pura ini. Beliau juga meyakini bahwa jumlah semeton yang 500 lebih merupakan suatu pertanda ramalan Sabdo Palon yang menyebutkan setelah 500 tahun Sabdo Palon akan mengembalikan lagi budaya Tanah Jawa ini akan terbukti. Pandita Dukun Eko Warnoto juga menyampaikan bahwa di pura inilah seluruh Leluhur Tanah Jawa dilinggihkan. Jadi para semeton yang dulu menyebar ke Bali dan ke Tengger sekarang bisa bertemu di sini. Semoga selalu mendapatkan kedamaian dan ketentraman.

Pnadita Dukun Eko Warnoto

Pnadita Dukun Eko Warnoto

Selanjutnya Ibu Nyoman Resmi menyampaiakan sambutannya. Beliau menyatakan sangat bersyukur bisa dipercaya sebagai humas pura sehingga Beliau bisa mensosialisasikan pura ini kepada seluruh semeton di Bali. Beliau menyampaikan bahwa Beliau mau melaksanakan amanat ini karena Beliau sendiri merasakan kehadiran Leluhur lewat mimpi yang mengatakan bahwa Leluhur sangat terharu karena selama ratusan tahun gentayangan tidak punya tempat dan baru sekarang dibuatkan pelinggih di pura ini. Karena itu Beliau ikhlas ngayah untuk pura ini bahkan Beliau sudah sering ngayah di pura ini. Beliau juga mengajak para pemedek untuk bisa ikut mensosialisasikan keberadaan pura ini kepada umat yang lain. Mudah-mudahan dengan tangkil di pura ini kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Ibu Nyoman Resmi

Ibu Nyoman Resmi

Kemudian Ibu Jero Sinaran menyampaikan bahwa Beliau sangat merasa bahagia bisa ngayah di pura ini. Hal ini karena Beliau bermimpi sebanyak tiga kali didatangi oleh orang yang berbentuk seperti Tualen didampingi oleh Pemangku Bali. Beliau mengatakan bahwa Beliau melinggih di Pura Dalem Medang Kamulan. Dan Ibu Jero Sinaran disuruh tangkil ke pura itu. Ibu Jero kemudian memikirkan mimpinya tersebut dan Beliau tidak tahu dimana pura itu. Setelah bertanya ke sana kesini akhirnya Beliau sampai di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Kemudian Beliau melihat pelinggih yang mirip dengan Tualen seperti di mimpi di Lingga Yoni. Pelinggih tersebut adalah Hyang Semar. Hyang Semar adalah penjaga Tanah Jawa ini. Sejak itu Beliau sangat yakin bahwa di pura inilah melinggih para Leluhur.

Ibu Jero Sinaran

Ibu Jero Sinaran

Selanjutnya Bapak I BN Ari Suryantara selaku ketua rombongan memberikan punia yang diterima oleh Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila. Setelah itu Bapak Juni menyerahkan 3 buah jam dinding.

Bapak I BN Ari Suryantara memberikan punia diterima oleh Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Bapak I BN Ari Suryantara memberikan punia diterima oleh Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Bapak Juni punia Jam dinding

Bapak Juni punia Jam dinding

Pembagian rerantasan Tuur Taja Medang Kamulan

Pembagian rerantasan Tuur Taja Medang Kamulan

Karena hari sudah malam maka semeton dan umat menuju ke dapur untuk makan malam.

Makan malam

Makan malam

Pukul 19.45WIB Semeton menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Matur piuning ring Beji

Matur piuning ring Beji

Rerantasan dilukat

Rerantasan dilukat

Kemudian dilanjutkan dengan matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi. Setelah itu Semeton menuju ke Mandala Utama untuk persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama di Mandala Utama

Persembahyangan bersama di Mandala Utama

Persembahyangan bersama di Mandala Utama

Persembahyangan bersama di Mandala Utama

Sebagian semeton terpaksa bersembahyang di Mandala Madya

Sebagian semeton terpaksa bersembahyang di Mandala Madya

Pandita Dukun Eko Warnoto dan Pandita Dukun Puja Pramana memimpin persembahyangan

Pandita Dukun Eko Warnoto dan Pandita Dukun Puja Pramana memimpin persembahyangan

Setelah persembahyangan, semeton mekemit di pura dan acaranya bebas. Ada yang tidur dan ada yang bersembahyang.

Makan malam

Makan malam

Besoknya pagi pukul 05.00WIB semeton bersembahyang di Mandala Utama. Kemudian semeton membawa rantasan Tuhur Taja Medang Kamulan untuk ditaruh menuju ke bus masing-masing.

Persembahyangan pagi hari

Persembahyangan pagi hari

Persembahyangan pagi hari

Persembahyangan pagi hari

Persembahyangan pagi hari

Persembahyangan pagi hari

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Bapak Nyoman Suwida dan teman

Bapak Nyoman Suwida dan teman

Murwa daksina

Murwa daksina

Murwa daksina

Murwa daksina

Mekidung dan kirtanam Om Namah Siwaya

Mekidung dan kirtanam Om Namah Siwaya

Ida Bhatara Para Leluhur merestui

Ida Bhatara Para Leluhur merestui

Rerantasan dibawa ke bus

Rerantasan dibawa ke bus

Rerantasan dibawa ke bus masing-masing

Rerantasan dibawa ke bus masing-masing

Setelah itu semeton menuju ke Wantilan untuk makan pagi.

Makan pagi

Makan pagi

Pukul 07.00WIB semeton pamit kembali ke Bali.

Foto bersama Romo Pandita

Foto bersama Romo Pandita

Foto sebelum pulang

Foto sebelum pulang

Berpamitan

Berpamitan

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton LPD Desa Adat Kuta

Om Swastiastu,

Pada Sabtu Umanis 15 Agustus 2015 Semeton dari LPD Desa Adat Kuta melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton berjumlah 52 orang dengan menggunakan 2 bus sampai di pura sekitar pukul 12.00WIB. Semeton langsung menuju ke Wantilan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri. Semeton diterima oleh pengurus rumah tangga pura dan juga Umat Hindu Mondoluku. Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan menjelaskan tentang kondisi pura dan juga sejarah pura.

Karena hari sudah siang makan semeton dan umat menikmati makan siang.

Makan Siang

Makan Siang

Pukul 13.00WIB semeton dan umat menuju ke beji untuk melaksanakan penglukatan.

Kramaning Sembah

Kramaning Sembah

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu umat menuju ke Lingga Yoni, Surya Majapahit dan Hyang Semar untuk matur piuning. Kemudian dilanjutkan matur piuning ke Rsi. Setelah itu Umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan di Ratu Ken Dedes

Persembahyangan di Ratu Ken Dedes

Pukul 15.30WIB semeton pamit kembali ke Bali.

Nunas Rantasan Tuur Taja Medang Kamulan

Nunas Rantasan Tuur Taja Medang Kamulan

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D sekeluarga

Om Swastiastu,
Pada Hari Minggu, 09 Agustus 2015 Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D sekeluarga melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Ikut juga dalam rombongan beberapa semeton dari Surabaya. Rombongan sampai di pura sekitar pukul 11.30WIB dan diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura, Bapak Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila dan juga para pengurus lainnya. Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D sendiri sudah tidak asing lagi bagi kami disini. Beliau yang selalu mendukung semua kegiatan dan upacara yang dilaksanakan di pura ini. Beliau selalu memberikan semangat dan arahan kepada kami semua disini, sehingga kami semua bisa menghadapi tantangan dan cobaan yang selama ini selalu mengiringi setiap langkah kami ngayah di pura ini. Beliau adalah penasihat dan sesepuh kami.

Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D sekeluarga

Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D sekeluarga

Setelah beristirahat, kemudian kami semua menuju ke Beji untuk melukat.

Persembahyangan

Persembahyangan

Persembahyangan

Persembahyangan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Mengucapkan kirtanam

Mengucapkan kirtanam

Setelah melukat kemudian menuju ke Lingga Yoni, Surya Majapahit dan Hyang Semar untuk matur piuning. Kemudian dilanjutkan dengan matur piuning di Rsi.

Menuju ke Lingga Yoni

Menuju ke Lingga Yoni

Ngaturang canang

Ngaturang canang

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Jero Sepuh Istri Memimpin kirtanam

Jero Sepuh Istri Memimpin kirtanam

Mencium lingga

Mencium lingga

Sungkem pada Hyang Semar

Sungkem pada Hyang Semar

Berdoa di Surya Majapahit

Berdoa di Surya Majapahit

Sembahyang di Rsi

Sembahyang di Rsi

Setelah itu kemudian menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta dan Bija

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Ken Dedes

Foto bersama

Foto bersama

Setelah melaksanakan persembahyangan, selanjutkan menuju ke Wantilan untuk makan siang.

Sekitar pukul 14.50 Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D sekeluarga pamit kembali ke Surabaya.

Pada kesempatan tersebut juga kita kedatangan Bapak Putu Ivan dan teman-teman Beliau. Beliau baru datang dari tirtayatra ke pura-pura di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangka pemberitahuan bahwa di Pura Dalem Wayah Majapahit di Nusa Ceningan akan melaksanakan Upacara Ngenteg Linggih. Kebetulan Bapak Putu Ivan adalah Ketua Rumah Tangga pura Dalem Wayah Majapahit. Rencananya Ida Bhatara Dalem Medang Kamulan ikut muput ke pura tersebut. Dan seluruh pengurus rumah tangga pura dan Umat Hindu Mondoluku akan diundang pada upacara tersebut.

Bapak Putu Ivan (bertopi)

Bapak Putu Ivan (bertopi)

Om Shanti Shanti Shanti Om

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.