Tirtayatra SMA LAB UNDIKSA Singaraja dan Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali.

Om Swastiastu,

Pada Jumat 15 Januari 2016 Semeton dari Karyawan dan staff SMA LAB UNDIKSA Singaraja dan Semeton Rombongan Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton dari Karyawan dan staff SMA LAB UNDIKSA Singaraja sampai duluan ke pura dengan menggunakan 2 bus diketuai oleh Bapak I Ketut Gading. Tirtayatra semeton SMA LAB UNDIKSA menjadi spesial karena Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila merupakan alumnus sekolah tersebut, sehingga seperti menjadi ajang reuni bersama guru-guru tersebut. Rombongan langsung menuju wantilan untuk beritirahat setelah perjalanan jauh dan melaksanakan simakrama dengan pengurus rumah tangga pura.

Semeton SMA LAB UNDIKSA Singaraja

Semeton SMA LAB UNDIKSA Singaraja

Selang beberapa lama kemudian, datang rombongan tirtayatra dari semeton Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali. Semeton datang menggunakan 2 buah bus diketuai oleh Bapak I Nyoman Tirtayasa. Bapak I Nyoman Tirtayasa sudah dua kali metirtayatra ke pura ini, sebelumnya Beliau datang bersama semeton Sekaa Shanti Eka Yadnya Swara Desa Ungasan Badung Bali  pada tanggal 23 Agustus 2015. Bapak I Nyoman Tirtayasa sendiri adalah seorang Kelian Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan. Hadir juga bersama rombongan Kelian Dinas Desa Ungasan Bapak I Nyoman Widana. Semeton juga langsung menuju ke Wantilan dan bergabung dengan semeton dari SMA LAB UNDIKSA Singaraja.

Semeton Rombongan Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali

Semeton Rombongan Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali

Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura, pelinggih-pelinggih yang terdapat di pura ini dan urutan-urutan persembahyangan di pura ini, mulai dari penglukatan di Beji, matur piuning di Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi. Kemudian ke Mandala Utama untuk persembahyangan bersama. Setelah persembahyangan dilanjutkan dengan sungkem ke Ratu Ken Dedes dan Kanjeng Ratu Kidul. Karena banyak pelinggih yang harus disembahyangi maka bisa memakan waktu 2 jam lebih. Juga disampaikan adanya rantasan Tuhur Taja Medang Kamulan yang merupakan pengikat antara Leluhur Jawa dengan Leluhur Bali.

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Setelah itu Bapak I Ketut Gading memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan dari semeton pengurus rumah tangga pura dan umat yang ada disini. Beliau juga sebelumnya merasa bingung makan di mana karena lokasi pura ini yang sangat terpencil dan tidak ada orang yang berjualan. Tetapi ternyata di sini kita disiapin makanan. Ini merupakan suatu surpise tersendiri karena biasanya kalau metirtayatra di Bali biasanya tidak ada yang menyambut apalagi menjamu makanan. Juga Beliau mohon maaf karena merasa mengganggu harus meluangkan waktu untuk menyambut semeton ini. Juga terima kasih karena sudah menyampaikan sejarah pura ini sehingga bisa meningkatkan srada dan bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Para Dewa dan Leluhur.

Bapak I Ketut Gading

Bapak I Ketut Gading

Kemudian sambutan dari Bapak I Nyoman Tirtayasa. Beliau menyampaikan bahwa Beliau sudah kali kedua metirtayatra ke pura ini dan rencana akan datang lagi untuk ngiring Ida Rsi Bhagawan Mahacarya Segening yang akan ngayah muput upacara Piodalan di pura ini pada tanggal 24 Januari 2015 mendatang. Sebenarnya banyak yang mau metirtayatra ke pura ini tetapi karena ada yang berhalangan maka yang bisa ikut cuma 70 kk. Mudah-mudahan pada kesempatan tirtayatra yang akan datang semua bisa ikut. Karena Beliau merasakan kalau dipura ini terasa damai dan sesampai di rumah terasa kangen dan ingin tangkil lagi ke pura ini.

Kelian Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa Kelian Bajar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa

Kelian Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Bapak I Nyoman Tirtayasa

Penyerahan Punia

Penyerahan Punia

Setelah simakrama, umat menuju ke beji untuk melaksanakan penglukatan.

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu menuju ke Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi untuk matur piuning.

Mepiuning ring Rsi

Mepiuning ring Rsi

Selanjutnya umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Setelah persembahyangan umat kembali menuju ke wantilan untuk beristirahat dan makan malam.

Pagi hari umat melaksanakan persembahyangan bersama di Mandala Utama , setelah persembahyangan, semeton SMA LAB UNDIKSA Singaraja dan Semeton Banjar Adat Giri Dharma Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan – Badung – Bali pamit melanjutkan perjalanan.

Nunas minyak

Nunas minyak

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Semeton pamit

Semeton pamit

Om Shanti Shanti Shanti Om

Upacara Nancep Karya

Om Swastiastu,
Pada Minggu Wage 10 Januari 2016, di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan Upacara Nancep Karya. Upacara tersebut adalah merupakanan rangakaian Upacara Piodalan yang akan dilaksanakan pada Purnama Kawulu, 24 Januari 2016. Pada upacara tersebut dihadiri oleh Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi dari Pura Giri Arjuno, Bapak Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD , Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti yang diketuai oleh Jero Mangku Ketut Sumertha. Juga hadir Umat Hindu dari berbagai daerah dan pengurus rumah tangga pura.
Sebelum dilaksanakan upacara, umat berkumpul di wantilan untuk melaksanakan simakrama dan dharma tula. Pada kesempatan tersebut banyak semeton dari paguyuban pinandita yang mempertanyakan hal-hal unik dan aneh yang diterapkan dipura ini, seperti adanya penghormatan bendera merah putih di Lingga Yoni dan juga menyanyikan lagu Padamu Leluhur. Hal ini karena dipura lain tidak ada tradisi tersebut.

Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti

Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti

Semeton yang hadir

Semeton yang hadir

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan bahwa pengibaran bendera merah putih di Lingga Yoni dilakukan oleh Jero Dasaran dari Jembrana karena Beliau mendapat pawisik agar mengibarkan bendera merah putih diseluruh Nusantara dan pura ini mendapat yang pertama. Bendera merah putih juga merupakan simbul Bapak dan Ibu kita, para Leluhur yang sudah sepantasnyalah kita menghormati mereka. Bendera merah putih juga merupakan lambang kebangsaan kita, yang mana para pendiri negara ini rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk menjadikan negara kita ini seperti sekarang. Tanpa adanya mereka, kita tidak akan dapat menikmati hidup seperti sekarang ini. Mereka yang telah gugur juga merupakan Leluhur kita juga. Dan ini sesuai dengan konsep dipura ini yang terdapat pemujaan terhadap Leluhur.

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Selanjutnya Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi menyampaikan bahwa kalau memang waktunya, kita tidak bisa menolak. Apapun itu apalagi yang memberikan adalah para Leluhur. Begitu juga apa yang ada di pura ini tidak boleh kita permasalahkan meskipun kelihatan tidak biasa, karena bisa jadi dikemudian hari akan menjadi sebuah kenyataan. Beliau mencontohkan bahwa Beliau pernah menolak untuk menjadi Rsi karena merasa belum siap. Tetapi kemudian Beliau mendapat musibah jatuh ke jurang dan kepalanya robek. Kondisi sudah sangat buruk. Akhirnya Beliau menyanggupi untuk menjadi Rsi dan seiring berjalannya waktu Beliau dituntun oleh Ida Bhatara dan sekarang sudah resmi menjadi seorang Rsi. Jadi kalau memang kehendak Leluhur kita tidak boleh mempermasalahkan apalagi menolaknya.

Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi dari Pura Giri Arjuno

Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi dari Pura Giri Arjuno

Acara kemudian dihentikan sejenak untuk persembahyangan Tri Sandhya

Tri Sandhya di pimpin Jero Mangku Ketut Sumertha

Tri Sandhya di pimpin Jero Mangku Ketut Sumertha

Selanjutnya Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD menyampaikan bahwa hanya di pura inilah Dharma Agama dan Dharma Negara diterapkan. Sesuai dengan ajaran agama kita bahwa disamping kita menerapkan Dharma Agama yaitu melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam Agama Hindu, kita juga diwajibkan melaksanakan Dharma Negara. Salah satunya adalah menghormat kepada Sang Saka Merah Putih sebagai lambang Negara Indonesia. Selama ini kita selalu membedakan antara melaksanakan kegiatan keagamaan dengan kegiatan kebangsaan. Tetapi sebenarnya bisa kita laksanakan beriringan tanpa mengurangi nilai salah satunya. Di pura ini ada Surya Majapahit yang merupakan lambang dari Kerajaan Majapahit. Kalau di Bali disebut Dewata Nawa Sanga. Itu sebenarnya juga merupakan lambang dari kebangsaan. Oleh karena itu marilah kita mulai belajar menata kehidupan ber- Dharma Agama dan ber-Dharma Negara kita dengan baik agar selaras sehingga kita bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.

Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD

Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc. PhD

Selanjutnya Jero Mangku Ketut Sedana menyampaikan bahwa Beliau setuju dengan apa yang diterapkan di pura ini dan Beliau menambahkan agar lagu Padamu Leluhur agar dibuat lebih bagus agar tidak sama persis dengan Lagu Padamu Negeri baik intonasi maupun penguacapannya. Hal ini agar kita tidak dianggap mengambil hak cipta orang lain. Disamping tidak etis juga melanggar hak cipta. Mungkin pengucapan lagunya diganti atau syairnya.

Jero Mangku Ketut Sedana

Jero Mangku Ketut Sedana

Terhadap semua pendapat dan saran tersebut Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan menerima semua itu agar lebih baik dikemudian hari. Beliau juga menerima apabila ada saran dan pendapat untuk kemajuan pura ini. Tetapi Beliau tidak suka apabila ada orang yang suka menyerang dan menjelekkan pura ini, apalagi dilakukan ditempat lain.
Pukul 13.00WIB umat melaksanakan makan siang.

Makan siang

Makan siang

Setelah itu umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan Upacara Nancep Karya. Selama upacara, hujan turun dengan lebat disertai angin dan kilat menggelegar.

Upacara Nancep Karya

Upacara Nancep Karya

Upacara Nancep Karya

Upacara Nancep Karya

Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi memimpin upacara

Ida Pandita Rsi Akhmad Rakhmadi memimpin upacara

Pukul 15.00WIB Upacara Nancep Karya selesai.
Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Bappeda Kabupaten Buleleng

Om Swastiastu,
Pada Sabtu Pon, 09 Januari 2016, Semeton dari Bappeda Kabupaten Buleleng melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton berjumlah sekitar 40 orang diketuai oleh Bapak Gede Darmaja sampai dipura pada pukul 18.30 WIB. Semeton langsung menuju ke wantilan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk persembahyangan. Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura dan juga rencana piodalan yang akan jatuh pada Purnama Kawulu 24 Januari 2015. Semeton yang berkesempatan diajak untuk maturan dan ngayah pada upacara tersebut.

Setelah beristirahat, semeton menuju ke beji untuk melaksanakan penglukatan.

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu menuju ke Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi untuk matur piuning.

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Mohon restu

Mohon restu

Selanjutnya umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Setelah persembahyangan, semeton dari Bappeda Kabupaten Buleleng pamit melanjutkan perjalanan.
Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

 

Om Swastiastu,

Pada Jumat, 08 Januari 2016 Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Rombongan berjumlah sekitar 16 orang datang dengan menggunakan mobil minibus. Tirtaytra kali ini merupakan tirtayatra yang kedua karena sebelumnya sudah pernah metirtayatra ke pura ini pada tanggal 20 Desember 2015. Dan pada tirtayatra kali ini juga sekaligus untuk memberikan punia dari proposal renovasi pura yang diberikan sebelumnya. Rombongan sampai di pura pada pukul 19.00WIB dan langsung menuju ke wantilan untuk mesimakrama dengan umat di pura.

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta  bersama umat Mondoluku

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta bersama umat Mondoluku

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Penyerahan punia renovasi

Penyerahan punia renovasi

Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila menyampaikan tentang rencana piodalan yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2015. Piodalan akan nyejer selama 3 hari dan akan ditutp dengan pagelaran wayang jawa dari Mojokereto dengan dalan Ki Surono. Wayang jawa dipilih karena sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat sekitar karena selama ini ikut mendukung dan membantu keberadaan pura ini.

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Kirtanam dipimpin Jero Sepuh Istri

Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Jero Sepuh Medang Kamulan Kadek Sumanila

Setelah simakrama, umat menuju ke beji untuk melaksanakan penglukatan.

Matur piuning

Matur piuning

Matur piuning

Matur piuning

Nunas Anugerah

Nunas Anugerah

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu menuju ke Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi untuk matur piuning.

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Matur Piuning

Mohon restu

Mohon restu

Selanjutnya umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Setelah persembahyangan umat menuju ke wantilan untuk beristirahat dan makan malam.

Pagi hari setelah persembahyangan bersama di Mandala Utama, rombongan Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta pamit melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Upacara Pawintenan Nusantara

Om Swastiastu,

Pada Senin Wage, 21 Desember 2015 di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan Upacara Pawintenan Nusantara. Upacara Pawintenan Nusantara tersebut diprakrsai oleh Semeton Forum Study Majapahit bertujuan untuk membersihkan Nusantara dari segala yang tidak baik. Hadir dalam upacara tersebut Pandita Dukun Eko Warnoto dan Pandita Dukun Pujo Pramana dari Tengger, Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana – Bali, Ketua Forum Study Majapahit Bapak Ir. Made Suryawan,MM.,CHA, Ketua PHDI Gresik Bapak Kusno, para Jero Dasaran, pengurus rumah tangga pura, Semeton Forum Study Majapahit, Bapak Made Supartana dari Singaraja dan Umat Hindu Se-Kabupaten Gresik. Sebelum Upacara, para umat berkumpul di Wantilan Jenggolo untuk sarapan dan mesima krama.

Sarapan

Sarapan

Umat berkumpul di wantilan

Umat berkumpul di wantilan

Acara mesima krama dimulai dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila. Pertama-tama Beliau memperkenalkan para pengurus rumah tangga pura dan Umat Hindu Desa Mondoluku. Kemudian Beliau menjelaskan tentang sejarah pura, pelinggih-pelinggih yang ada dan konsep Jawa yang diterpakan di pura ini. Juga disampaikan urutan-urutan persembahyangan yang berlaku di pura ini, mulai dari melukat di beji, ke Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar dan di Tri Suci Maha Rsi untuk matur piuning dan kemudian persembahyangan di Mandala Utama.

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Jero Sepuh Istri memimpin kirtanam

Sambutan  dari Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Sambutan dari Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Selanjutnya sambutan dari Ketua PHDI Gesik, Bapak Hadi Kusno. Beliau menyampaikan apresiasi dan dukungan atas dilaksanakannya upacara tersebut. Beliau juga menyampaikan agar para Semeton dari Bali harus lebih sering metirtayatra ke Gresik ini sehingga kita yang di Jawa ini tidak merasa sendirian. Beliau sebenarnya tidak merasa siap untuk memimpin Umat di Gresik ini, tetapi karena dukungan teman-teman yang menghendaki Beliau, maka Beliau bersedia ditunjuk untuk menjadi Ketua PHDI Kabupaten Gresik ini. Di Gresik sini ada 5 pura yang umatnya adalah Orang Jawa dan Orang Madura. Oleh karena itu Beliau minta Semeton dari Bali agar bisa membimbing mereka agar mereka lebih mengerti Agamanya dan bangga beragama Hindu.

sambutan dari Ketua PHDI Gesik, Bapak Hadi Kusno

sambutan dari Ketua PHDI Gesik, Bapak Hadi Kusno

Selanjutnya sambutan dari Ketua Forum Study Majapahit Bapak Ir. Made Suryawan,MM.,CHA. Beliau menyampaikan awal mengetahui pura ini dari internet. Beliau sebelumnya mendapat wahyu untuk tangkil ring Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Setaleh menemukan pura ini, Beliau merasa hatinya seperti sudah menyatu dengan pura ini. Beliau juga menyampaikan bahwa Semeton Forum Study Majapahit ini dibentuk karena adanya wahyu, jadi tidak dibuat-buat. Karena apa yang dilakukan bukanlah kegiatan yang sarat duniawi tetapi kegiatan ini adalah untuk memasrahkan diri kepada Yang Kuasa dan mendengarkan hati nurani. Sampai saat ini Beliau dan kawan-kawan Forum Study Majapahit belum mengetahui apa sebenarnya maksud petunjuk yang jelas yang akan dilaksanakan dari wahy-wahyu yang telah disampaikan kepada Semeton Forum Study Majapahit tersebut. Jadi semeton melaksanakan petunjuk-petunjuk yang akan disampaikan pada waktu selanjutkan sambil jalan. Seperti pawintenan ini maksudnya dan bantennya para semeton tidak begitu mengetahui. Jadi semua diserahkan sesuai petunjuk yang akan disampaikan oleh Ida. Dan Hal ini tidak perlu untuk diperdebatkan. Sebagaimana visi dibentuknya Forum Study Majapahit utamanya adalah untuk belajar belajar belajar dan terus merasa lapar terus merasa bodoh. Sehingga kita memiliki keinginan yang natural dan alamiah untuk belajar. Visi yang lain adalah ikut serta menyingsingkan baju demi tegaknya nusa dan bangsa. Sedikit banyak kita mengetahui bahwa akan segera ada peralihan dalam waktu dekat, begitu kata-kata Beliau. Kami sudah diajarkan agar tidak lagi memiliki rasa benci walaupun berpura-pura benci. Didalam kesetimbangan diri, tidak ada benci dan tidak ada senang lagi. Kita juga memohon kepada Leluhur agar acara kita dapat berlangsung dengan baik. Dalam kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Ida Rsi Nabe dan Ida Rsi Nanak. Yang juga menarik yang semula 5 perintahnya jadi 6 dan akhirnya jadi 3. Memang settingnya demikian untuk selalu menerima apapun adanya.

sambutan dari Ketua Forum Study Majapahit Bapak Ir. Made Suryawan,MM.,CHA

sambutan dari Ketua Forum Study Majapahit Bapak Ir. Made Suryawan,MM.,CHA

Selanjutnya penyerahan pin sebagai anggota Forum Study Majapahit dan buku Agama.

Bapak Ketut Darmika dan Ibu Ingke Natalia memasangkan Pin FSM kepada Jero Sepuh Lanang Isteri

Bapak Ketut Darmika dan Ibu Ingke Natalia memasangkan Pin FSM kepada Jero Sepuh Lanang Isteri

Bapak Perwira Duta menyerahkan buku agama kepada umat yang diwakili Pandita Dukun Eko Warnoto

Bapak Perwira Duta menyerahkan buku agama kepada umat yang diwakili Pandita Dukun Eko Warnoto

Semeton kerauhan

Semeton kerauhan

Setelah itu dilaksanakan persembahyangan bersama. Diawali dengan penglukatan di Beji.

Semeton kerauhan ring beji

Semeton kerauhan ring beji

Semeton kerauhan ring beji

Semeton kerauhan ring beji

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Semeton menari diiringi musik ketipung dari Tengger

Semeton menari diiringi musik ketipung dari Tengger

Setelah itu matur piuning ring Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Rsi

Persembahyangan ring Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Persembahyangan ring Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Persembahyangan ring Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Persembahyangan ring Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Persembahyangan ring Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Persembahyangan ring Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Penghormatan Sang Saka Merah Putih diiringi Lagu Indonesia Raya

Penghormatan Sang Saka Merah Putih diiringi Lagu Indonesia Raya

Mohon restu ring Lingga Yoni

Mohon restu ring Lingga Yoni

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem Ring Hyang Semar

Sungkem ring Surya Majapahit

Sungkem ring Surya Majapahit

Matur piuning ring Rsi

Matur piuning ring Rsi

Setelah itu umat menuju ke Mandala utama untuk melaksanakan persembahyangan dan Upacara Pawintenan Nusantara. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Eko Warnoto, Pandita Dukun Pujo Pranoto, Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi. Adapun yang ikut mewinten ada sekitar 50 orang. Upacara berlangsung lancar dan Khidmat meskipun diwanai oleh hujan yang cukup deras.

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Upacara Pawintenan Nusantara

Pandita yang muput upacara Pawintenan Nusantara

Pandita yang muput upacara Pawintenan Nusantara

Pandita yang muput upacara Pawintenan Nusantara

Pandita yang muput upacara Pawintenan Nusantara

Tokoh Umat

Tokoh Umat

Bapak Made Suryawan dan Ibu Ingke Natalia melaksanakan pawintenan

Bapak Made Suryawan dan Ibu Ingke Natalia melaksanakan pawintenan

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila melaksanakan penglukatan

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila melaksanakan penglukatan

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani melaksanakan penglukatan

Jero Sepuh Istri Nyoman Sriyani melaksanakan penglukatan

Ibu Agung melaksanakan penglukatan

Ibu Agung melaksanakan penglukatan

Ibu Ketut Arsa melaksanakan penglukatan

Ibu Ketut Arsa melaksanakan penglukatan

Bapak Sai melaksanakan penglukatan

Bapak Sai melaksanakan penglukatan

Upacara selesai pukul 21.00WIB. para umat menuju ke Wantilan untuk makan dan beristirahat.

Perayaan Agni Hotra

Perayaan Agni Hotra

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton dari Puskesmas I Denpasar Barat

Om Swastiastu,

Pada Tanggal 19 Desember 2015 Semeton dari Puskesmas I Denpasar Barat melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton yang berjumlah 17 orang sampai dipura pada pukul 23.00WIB dan disambut oleh pengurus rumah tangga pura. Semeton kemudian langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat setelah perjalanan jauh. Pada kesempatan tersebut semeton mendengarkan sejarah singkat pura ini yang disampaikan oleh Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila. Juga tentang pelinggih – pelinggih yang ada. Juga disampaikan agar semeton bisa tangkil dan ngayah pada piodalan pura yang jatuh pada Purnama Kawulu 24 Januari 2016 mendatang. Karena sudah larut malam, maka semetonberistirahat dan akan melaksanakan pada pagi harinya.

Semeton dari Puskesmas I Denpasar Barat

Semeton dari Puskesmas I Denpasar Barat

Pengurus Rumah Tangga Pura

Pengurus Rumah Tangga Pura

Pagi-pagi semeton melaksanakan persembahyangan dimulai dari Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulyan untuk melaksanakan penglukatan. Kemudian ke Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar dan di Tri Suci Maha Rsi untuk matur piuning. Setelah matur piuning, umat kemudian menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Mohon restu ring Ratu Ken Dedes

Mohon restu ring Ratu Ken Dedes

Foto bersama

Foto bersama

Setelah persembahyangan, Semeton menuju ke Wantilan untuk sarapan.

Setelah sarapan Semeton dari Puskesmas I Denpasar Barat pamit kembali melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tirtayatra Keluarga Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Om Swastiastu,

Pada Tanggal 20 Desember 2015 Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton yang diketuai oleh Ibu Nina berjumlah 15 orang sampai dipura pada pukul 11.00WIB dan disambut oleh pengurus rumah tangga pura. Semeton kemudian langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk melepas lelah dan bersiap untuk melaksanakan persembahyangan. Pada kesempatan tersebut semeton mendengarkan sejarah singkat pura ini yang disampaikan oleh Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila. Juga disampaikan agar semeton bisa tangkil dan ngayah pada piodalan pura yang jatuh pada Purnama Kawulu 24 Januari 2016 mendatang.

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Keluarga Besar Jero Kompyang Legian Kaja Kuta

Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Setelah beristirahat, umat kemudian menuju ke Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulyan untuk melaksanakan penglukatan.

Mepiuning ring beji

Mepiuning ring beji

Penglukatan

Penglukatan

Kerauhan

Kerauhan

Setelah itu umat menuju ke Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar dan di Tri Suci Maha Rsi untuk matur piuning.

Persembahyangan di Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Persembahyangan di Lingga Yoni Surya Majapahit, Hyang Semar

Menyanyikan lagu Padamu Leluhur

Menyanyikan lagu Padamu Leluhur

Penghormatan sang Saka Merah Putih

Penghormatan sang Saka Merah Putih

Mohon restu ring Lingga Yoni

Mohon restu ring Lingga Yoni

Mohon restu Hyang Semar

Mohon restu Hyang Semar

Mepiuning ring Rsi

Mepiuning ring Rsi

Setelah matur piuning, umat kemudian menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Mohon restu Ibu Ratu Ken Dedes

Mohon restu Ibu Ratu Ken Dedes

Setelah persembahyangan, Semeton Keluarga Jero Kompyang Legian Kaja Kuta pamit kembali melanjutkan perjalanan.

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.