Tirtayatra Keluarga Besar PD Bank Buleleng 45 Singaraja

Om Swastiastu,

Pada Rabu Kliwon 30 Juli 2014 Keluarga Besar PD Bank Buleleng 45 Singaraja melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Tirtayatra dipimpin oleh Bapak Putu Sadiarta dan Bapak Budi sebagai Dewan Pengawas. Umat sampai di pura pada pukul 23.30 WIB dan langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk mengaso dan mempersiapkan diri melaksanakan persembahyangan. Pada kesempatan tersebut, Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, Jero Sepuh Kadek Sumanila menjelaskan tentang sejarah pura dan juga hal-hal yang akan dilaksanakan selanjutnya. Juga dijelaskan tentang pelinggih-pelinggih yang terdapat dipura. Selanjutnya Bapak Putu Sadiarta menyampaikan sambutannya. Beliau menyatakan kekagumannya kepada Pura yang begitu indah dengan nuansa jawa. Beliau juga mendukung adat jawa diterapkan di pura ini, baik pelinggihnya, bantennya maupun keseniannya karena pura ini berada di Jawa maka seyogyanya kita mengutamakan budaya dan adat jawa.

Semeton Bank Buleleng 45

Semeton Bank Buleleng 45

Pemangku Medang Kamulan

Pemangku Medang Kamulan

Jro Sepuh Kadek Sumanila menyampaikan sambutan

Jro Sepuh Kadek Sumanila menyampaikan sambutan

Bapak Putu Sadiarta menyampaikan sambutan

Bapak Putu Sadiarta menyampaikan sambutan

Selanjutnya umat menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Melukat

Melukat

Antri Melukat

Antri Melukat

Setelah itu umat bersembahyang ke Lingga Yoni, matur piuning di Tri Suci Maha Rsi dan akhirnya persembahyangan di Mandala Utama. Setelah persembahyangan umat ada yang melanjutkan bersemedi dan ada yang beristirahat.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Pagi hari umat kemudian bersembahyang di Mandala Utama. Selesai sembahyang kemudian menuju ke Wantilan untuk sarapan. Setelah itu Semeton Umat berpamitan untuk melanjutkan tirtayatra.

Sarapan

Sarapan

Sarapan

Sarapan

Foto bersama

Foto bersama

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Melaspas Pelinggih Brawangsa dan Piodalan di Rumah Jro Sepuh Kadek Sumanila

Om Swastiastu,

Pada Rabu Kajeng Kliwon 30 Juli 2014 dilaksanakan upacara Melaspas Pelinggih Brawangsa dan sekaligus piodalan di Rumah Jro Sepuh Kadek Sumanila di Perumnnas Driyorejo Gresik . Upacara dimulai pukul 08.00WIB dipuput oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger. Banten yang digunakan adalah banten Jawa Tengger.

Jro Sepuh, Bunda, Ibu, Bapak dan Pandita Dukun Eko Warnoto

Jro Sepuh, Bunda, Ibu, Bapak dan Pandita Dukun Eko Warnoto

Bpk Made S, Pandita Dukun Hasta Brata, Bapak, Pak Agus, Jro Sepuh, Made WK

Bpk Made S, Pandita Dukun Hasta Brata, Bapak, Pak Agus, Jro Sepuh, Made WK

Bunda dan kakak

Bunda dan kakak

Devi

Devi

Dik Gaya

Dik Gaya

Luh

Luh

Pelinggih Brawangsa dibuat karena atas dasar permintaan dari seorang teman yang mengaku didatangi lewat mimpi agar dibuatkan sebuah pelinggih Brawangsa. Karena teman tersebut tidak bisa membuatkan dirumahnya, maka teman tersebut meminta tolong kepada Jro Sepuh Kadek Sumanila agar dibuatkan di rumah Jro Sepuh. Jro Sepuh menyanggupi dan pada tanggal 30 Juli 2014 Pelinggih tersebut dipelaspas sekaligus juga bersamaan dengan upacara piodalan. Pada upacara tersebut Jro Sepuh tidak mengundang banyak orang, hanya keluarga dan teman terdekat saja.

Pelinggih Brawangsa

Pelinggih Brawangsa

Sebelum mulai upacara, para umat semeton menikmati sarapan pagi dulu.

Para Semeton

Para Semeton

Sarapan

Sarapan

Pukul 10.00 WIB upacara Melaspas Pelinggih Brawangsa dimulai. Upacara berlangsung khidmat diikuti oleh seluruh semeton yang hadir. Tempat Pelinggih Brawangsa tersebut ada di lantai 2 rumah Jro Sepuh. Upacara dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto.

Melaspas Pelinggih Brawangsa

Melaspas Pelinggih Brawangsa

Semeton Umat

Semeton Umat

Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Nuktuk

Nuktuk

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Setelah selesai upacara melaspas, kemudian dilanjutkan dengan piodalan dilantai 3. Sebagian besar umat tidak bisa sembahyang dilantai 3 karena tempat terbatas. Upacara piodalan juga dipimpin oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto.

Upacara Piodalan

Upacara Piodalan

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Kramaning Sembah

Kramaning Sembah

Kirtanam

Kirtanam

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Mohon restu

Mohon restu

 

Bunda

Bunda

Upacara selesai sekitar pukul 15.00WIB.

Ngobrol-ngobrol

Ngobrol-ngobrol

Ngopi dulu

Ngopi dulu

Minum jus sirsak

Minum jus sirsak

Om Shanti Shanti Shanti Om.

 

 

Tirtayatra Desa Adat Kelan – Kuta

Om Swastiastu,
Selasa Kliwon, 15 Juli 2014 Semeton dari Desa Adat Kelan – Kuta – Badung – Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Rombongan berjumlah sekitar 45 orang dengan menggunakan 1 bus dipimpin oleh Bapak I Wayan Kantun dan sampai di pura pukul 10.00 WIB.
Umat langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk bersembahyang. Di sini umat mengadakan salam perkenalan dengan para Umat Hindu Mondoluku dan para pengurus pura. Pada kesempatan itu Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Jero Sepuh Kadek Sumanila memperkenalkan para umat dan pengurus pura. Juga disampaikan sejarah berdirinya Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Setelah itu Bapak I Wayan Kantun selaku pimpinan Umat Desa Adat Kelan menyampaikan kesan yang sangat senang bisa maturan di pura ini dan juga sambutan umat disini yang sangat baik. Juga sangat mendukung penerapan konsep budaya Jawa baik itu dari Pelinggih Pura, Keseniannya, Bantennya dan juga partisipasi umat asli jawa yang sangat tinggi pada setiap acara kegiatan di pura ini. Bahkan Umat Muslim juga aktif pada kegiatan kesenian yaitu Seni Karawitan Gong Medang Kamulan Setiyo dan Grup Kuda Lumping Sekar Budoyo.

Umat Desa Adat Kelan Kuta

Umat Desa Adat Kelan Kuta

Umat Desa Adat Kelan Kuta

Umat Desa Adat Kelan Kuta

Jero Sepuh Kadek Sumanila menyampaikan sejarah pura

Jero Sepuh Kadek Sumanila menyampaikan sejarah pura

Bapak I Wayan Kantun memberikan sambutan

Bapak I Wayan Kantun memberikan sambutan

Umat kemudian menuju ke Beji untuk melaksanakan upacara penglukatan. Upacara dipimpin oleh Mangku Nuryadi dan Jero Sepuh Kadek Sumanila.

Beji

Beji

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Melukat

Melukat

Selanjutnya umat menuju ke Lingga Yoni, Pelinggih Tri Suci Maha Resi dan ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Lingga Yoni dipimpin oleh Mangku Timbul

Persembahyangan di Lingga Yoni dipimpin oleh Mangku Timbul

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Nunas Tirta dan Bija

Nunas Tirta dan Bija

Nunas tirta

Nunas tirta

Foto bersama

Foto bersama

Setelah selesai sembahyang umat kembali ke Wantilan Jenggolo untuk makan siang. Setelah itu umat semeton pamit akan melanjutkan tirtayatra ke Malang.

Makan siang bersama

Makan siang bersama

Makan siang bersama

Makan siang bersama

Iluh

Iluh

Om Shanti Shanti Shanti OM

Tirtayatra Semeton dari Buleleng

Om Swastiastu,

Pada Rabu Kliwon, 25 Juni 2014 Umat semeton dari Buleleng melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Umat dipimpin oleh Bapak Made Artaka yang sehari-hari berprofesi sebagai Notaris di Singaraja. Umat berjumlah sekitar 60 orang sampai di pura pada pukul 21.00WIB.

Umat langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat sebentar. Disana kemudian umat mendengarkan tentang sejarah pura yang disampaikan oleh Ketua Rumah Tangga Pura Jro Kadek Sumanila. Kemudian Bapak Made Artaka memberikan sambutan, Beliau menyampaikan  kekagumannya melihat pelinggih yang begitu megah dan model yang lain dari yang lainnnya. Sebagian besar memang mengaku kalau baru sekali datang ke sini. Mereka berjanji akan datang lagi untuk metirtayatra. Kemudian Bapak Sai menyampaikan tentang adanya keinginan dari Umat Hindu disini untuk bisa menunjukkan jati dirinya sebagai Orang Hindu Jawa.

Semeton dari Buleleng

Semeton dari Buleleng

Jro Sepuh Kadek Sumanila menceritakan sejarah pura

Jro Sepuh Kadek Sumanila menceritakan sejarah pura

Bapak Made Artaka memberikan sambutan

Bapak Made Artaka memberikan sambutan

Bapak Sai memberikan sambutan

Bapak Sai memberikan sambutan

Pemberian dana punia

Pemberian dana punia

Setelah itu  umat kemudian melukat di beji. Setelah melukat umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Setelah bersembahyang para semeton melihat-lihat pelinggih yang ada di Mandala Utama.

Penglukatan di Beji

Penglukatan di Beji

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Setelah itu umat kemudian pamit karena akan melanjutkan tirtayatra ke Pura Gunung Salak.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Klub Litienkung (senam Teraphy) Buleleng

Om Swastiastu,

Pada Hari Jumat Kliwon, 20 Juni 2014 umat dari Klub Litienkung Buleleng melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Klub Litienkung adalah klub khusus senam terapi untuk kaum lansia. Tetapi umat yang metirtayatra ke sini bukan hanya para lansia saja tetapi juga banyak anak muda. Umat dipimpin oleh Pak Jro Winaya dan disponsori oleh Yamaha Surya.

Umat sampai dipura pada pukul 23.00WIB dan langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk menyiapkan diri dan juga mendengarkan penjelasan mengenai sejarah pura dari Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jro Sepuh Kadek Sumanila.

Setelah itu umat menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan dan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Mandala Utama.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Gedong LIngga

Persembahyangan di Gedong LIngga

Jero Mangku Supardi memimpin persembahyangan

Jero Mangku Supardi memimpin persembahyangan

Setelah itu umat kemudian beristirahat sampai pagi. Kemudian umat pamit untuk melanjutkan perjalanan tirtayatra.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra WHDI Kabupaten Buleleng

Om Swastiastu,

Pada Senin Umanis 16 Juni 2014 Semeton dari WHDI Kabupaten Buleleng melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Mereka sampai di pura pada pukul 02.00 pagi berjumlah 60 orang menggunakan 1 buah bus. Karena Mereka tiba dipura masih tengah malam, mereka langsung ke Wantilan untuk beristirahat dan beramah tamah dengan para pengurus dan umat pura. Sebagian umat ada yang bersembahyang dan ada yang melukat di Beji. Pada Kesempatan itu Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jro Sepuh Kadek Sumanila menjelaskan tentang sejarah Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Pagi hari umat kemudian bersembahyang di Mandala Utama. Setelah itu umat kembali ke Wantilan untuk sarapan pagi.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Bunda lagi bersih-bersih

Bunda lagi bersih-bersih

Sarapan bersama

Sarapan bersama

Beli suvenir

Beli suvenir

Setelah itu para semeton pamit mau melanjutkan perjalanan.

Semeton pamitan

Semeton pamitan

Mangku Nuryadi

Mangku Nuryadi

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Paguyuban Pemangku Besi Mejajar Kubutambahan

Om Swastiastu,
Pada Minggu, 15 Juni 2014 Umat Semeton dari Paguyuban Pemangku “Besi Mejajar” Desa Kubutambahan Buleleng Bali di pimpin Jro Wayah Ratmada melaksanakan tirtayatra di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Rombongan berjumlah sekitar 200 umat menggunakan 4 buah bus sampai dipura pada pukul 21.00WIB.
Untuk menyambut kedatangan para semeton, umat dan pengurus mulai pagi sudah berdatangan mempersiapkan segala sesuatunya agar kegiatan berjalan lancar. Disamping itu juga kita kedatangan umat sekeluarga dari Desa Sawan dipimpin Pak Putu Suriyanta yang bersembahyang di pura. Juga kita kedatangan Pembimas Hindu Jawa Timur, Bapak Ida Made Windya.

Semeton Desa Sawan bersembahyang di Mnadala Utama

Semeton Desa Sawan bersembahyang di Mandala Utama

Melukat di Beji

Melukat di Beji

Bunda juga ikut melukat

Bunda juga ikut melukat

Bapak Made Suartana sedang membuat bumbu

Bapak Made Suartana sedang membuat bumbu

Bapak Ida Made Windya (tengah) sedang berbincang dengan Bapak Jro Kadek dan Pak Anom

Bapak Ida Made Windya (tengah) sedang berbincang dengan Bapak Jro Kadek dan Pak Anom

Bapak Made Windya ikut membuat lawar bersama Bapak Komang Adi dan Bapak Made Kelapa

Bapak Made Windya ikut membuat lawar bersama Bapak Komang Adi dan Bapak Made Kelapa

Untuk menyambut semeton tersebut maka para Paguyuban Pemangku Dharma Kriya Shanti juga datang ke pura. Mereka tiba pada pukul 19.30WIB.

Anak-anak Medang Kamulan sedang bersembahyang

Anak-anak Medang Kamulan sedang bersembahyang

Ketua Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti, Jro Mangku Ketut Sumertha (tengah)

Ketua Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti, Jro Mangku Ketut Sumertha (tengah)

Pukul 21.00WIB rombongan pemangku dari Kubutambahan sampai di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Mereka langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat dan melaksanakan acara pertemuan dengan para semeton dari pura. Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jro Sepuh Kadek Sumanila menjelaskan tentang sejarah pura, baik mulai pembangunan sampai upacara ngenteg linggih, juga disampaikan tantangan dan kesulitan yang dihadapi umat dan para pengurus di pura ini. Kemudian sambutan dari Bapak Ida Made Windya yang menyampaikan bahwa kehidupan Umat Hindu di Jawa Timur itu banyak tantangannya baik dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu Beliau sudah membuat program untuk memberdayakan Umat Hindu di Jawa Timur sehingga kesejahteraan meningkat dan juga ada rasa bangga menjadi Umat Hindu. Demikian juga konsep jawa di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini akan diterapkan diseluruh Jatim.

Semeton dari Paguyuban Pemangku “Besi Mejajar” Desa Kubutambahan Buleleng Bali

Semeton dari Paguyuban Pemangku “Besi Mejajar” Desa Kubutambahan Buleleng Bali

Ketua Rumah Tangga Pura Jro Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura

Ketua Rumah Tangga Pura Jro Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura

Pembimas Hindu Jatim Bapak Ida Made Windya menjelaskan tentang Umat di Jatim

Pembimas Hindu Jatim Bapak Ida Made Windya menjelaskan tentang Umat di Jatim

Kemudian para semeton dan umat menikmati makan malam.

Menikmati makan malam

Menikmati makan malam

Ibu-Ibu Medang Kamulan sedang menikmati makan malam

Ibu-Ibu Medang Kamulan sedang menikmati makan malam

Setelah itu dilanjutkan dengan persembahyangan di Mandala Utama dan dilanjutkan dengan melukat di Beji.
Setelah itu umat beristirahat dan paginya sembahyang bersama. Setelah itu para semeton pamit kembali ke Bali.

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Melukat di Beji

Melukat di Beji

Jro Kadek kerauhan

Jro Kadek kerauhan

Sembahyang pagi di Mandala Utama

Sembahyang pagi di Mandala Utama

Menikmati Sarapan

Menikmati Sarapan

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.