Tirtayatra Semeton Pengurus PNPM Mandiri Kecamatan Kuta Selatan

Om Suastiastu,

Pada Sabtu Pahing 29 November 2014 Semeton dari Pengurus PNPM Kecamatan Kuta Selatan Badung Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton sampai di pura pukul 11.00 WIB diketuai oleh Bapak Ketut Rana menggunakan satu bus. Juga ikut dalam rombongan Bapak Made Darna, Camat Kuta Selatan. Semeton langsung menuju ke Wantilan Jenggolo dan diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila, pengurus rumah tangga pura dan Umat Hindu Desa Mondoluku.

Semeton Pengurus PNPM Kuta Selatan

Semeton Pengurus PNPM Kuta Selatan

Semeton Pengurus PNPM Kuta Selatan

Semeton Pengurus PNPM Kuta Selatan

Pada kesempatan tersebut, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memperkenalkan para pengurus Rumah Tangga pura dan Umat Hindu Mondoluku. Juga disampaikan tentang sejarah pura serta konsep jawa yang sudah diterapkan di pura ini baik pada pelinggihnya, bantennya maupun pada kegiatan upacaranya. Juga disampaikan bahwa di pura ini terdapat pelinggih Gedong Lingga Kamulan yang merupakan tempat untuk memuja para Leluhur Tanah Jawa. Jero Sepuh juga mengajak para semeton untuk ngayah pada piodalan yang pertama Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini pada Purnama Kawulu 3 Pebruari 2015.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Selanjutnya Bapak Ketut Rana menyampaikan bahwa rombongannya ini melaksanakan Darma Yatra yaitu sembahyang sekaligus refresing. Jadi setelah ke pura ini Beliau beserta rombongan akan refresing ke Jawa Tengah yaitu ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Juga nanti akan melihat candi-candi lainnya yang ada di Jawa Tengah. Sesampai di pura ini Beliau merasakan kehadiran Leluhur Jawi menyapa Beliau. Beliau juga sangat setuju dengan konsep jawa itu diterapkan di pura ini karena dimana tanah dipijak disanalah langit dijunjung. Juga dengan adanya Gedong Lingga Kamulan yang sebagai tempat memuja Leluhur Jawa ini, Beliau akan menyampaikan dan menyebarluaskan keberadaan pura ini kepada para semeton umat di Bali karena biar bagaimanapun kita semua memiliki leluhur pusat di Tanah Jawa ini.

Bapak Ketut Rana

Bapak Ketut Rana

Selanjutnya umat kemudian menuju ke Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulyan untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Kemudian umat menuju ke Lingga Yoni, dilanjutkan beberapa umat ke Pelinggih Para Rsi dan kemudian menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Pelinggih Tri Suci Maha Rsi

Persembahyangan di Pelinggih Tri Suci Maha Rsi

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Ken Dedes

Setelah itu umat kembali ke wantilan untuk makan siang.

Makan siang

Makan siang

Istirahat

Istirahat

Cuci mulut

Cuci mulut

Penyerahan Punia

Penyerahan Punia

Setelah itu semeton pamit melanjutkan tirtayatra.

Foto bersama

Foto bersama

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton Umat Renon Denpasar

Swastiastu,

Pada Sabtu Pahing 29 November 2014 Semeton dari Renon Denpasar Bali melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton sampai di pura pukul 08.40 WIB diketuai oleh Mangku Yoga Brata menggunakan satu bus. Semeton langsung menuju ke Wantilan Jenggolo dan diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila, pengurus rumah tangga pura dan Umat Hindu Desa Mondoluku.

Semeton Renon

Semeton Renon

Semeton Renon

Semeton Renon

Pada kesempatan tersebut, Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memperkenalkan para pengurus Rumah Tangga pura dan Umat Hindu Mondoluku. Juga disampaikan tentang sejarah pura serta konsep jawa yang sudah diterapkan di pura ini. Juga disampaikan bahwa di pura ini terdapat pelinggih Gedong Lingga Kamulan yang merupakan tempat untuk memuja para Leluhur Tanah Jawa. Jero Sepuh juga mengajak para semeton untuk ngayah pada piodalan yang pertama Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini pada Purnama Kawulu 3 Pebruari 2015.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Kemudian sambutan dari Bapak Swari Widura. Beliau berasal dari Banyuwangi tapi sekarang tinggal di Bali. Beliau sering mengantar para semeton Bali yang metirtayatra ke pura-Pura di Jawa. Beliau sangat senang dengan konsep jawa di pura ini, karena sangat sesuai dengan semangat untuk menyatukan Jawa dan Bali lagi yang mana disebut dengan Konsep Sambung Balung Pisah. Juga dengan simbul warna merah putih yang ada di pura ini sangat sesuai dengan konsep jawa yaitu konsep gula abang. Para pendiri bangsa ini menggunakan bendera merah putih berasal dari konsep tersebut.

Selanjutnya Mangku Yoga Brata menyampaikan sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa Beliau dan rombongan hampir setiap 3 bulan metirtayatra ke pura-pura di Jawa, Lombok dan Sumbawa. Hal ini tujuannya supaya antara Leluhur Jawa dengan Leluhur Bali bisa tetap nyambung, tidak terpisah-pisah. Beliau juga mempunya pasraman yaitu Pasraman Giri Agung Lokananta. Beliau juga mengakui bahwa sebenarnya tidak ada niat ke pura ini tetapi Beliau sering bermimpi didatangi Leluhur untuk tangkil ke pura ini. Akhirnya Beliau mengajak para semeton Beliau untuk metirtayatra pura ini meskipun tidak tahu keberadaan pura ini. Apalagi pada waktu mau ke pura ini, banyak hal yang menghalangani sepeti ada semeton yang ke Kaltim, ada yang sedang melaksanakan upacara dan ada juga yang cuntaka. Tetapi denga tekad bulat, Beliau bersama semeton yang ada berangkat juga untuk metirtayatra ke pura ini. Itung-itung juga refreshing, makanya disamping ke pura ini, rombongan juga metirtayatra ke Pura Margo Wening dan ke Petirtan Suci Jolotundo. Akhirnya setelah sampai di pura ini Beliau merasakan adanya getaran spiritual, apalagi ternyata di pura ini terdapat Gedong Lingga Kamulan yang menstanakan para Leluhur Jawa, jadi Beliau bisa untuk memuja Leluhur Jawa di pura ini.

Jero Sepuh LKM Kadek Sumanila bersama Jero Mangku Yoga Brata (kiri) dan Bapak Swari Widura (kanan)

Jero Sepuh LKM Kadek Sumanila bersama Jero Mangku Yoga Brata (kiri) dan Bapak Swari Widura (kanan)

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila meyerahkan sebuah buku dan proposal kepada Jero Mangku Yoga Brata

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila meyerahkan sebuah buku dan proposal kepada Jero Mangku Yoga Brata

Setelah beristirahat, umat kemudian menuju ke Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulyan untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

 

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Kemudian umat menuju ke Lingga Yoni, dilanjutkan ke Pelinggih Para Rsi dan kemudian menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Sembahyang di Ken Dedes

Sembahyang di Ken Dedes

Foto bersama

Foto bersama

Setelah itu umat kembali ke wantilan untuk makan siang.

Makan Siang

Makan Siang

Memilih oleh-oleh

Memilih oleh-oleh

Setelah itu semeton pamit melanjutkan tirtayatra.

Mengambil rantasan

Mengambil rantasan

Berpamitan

Berpamitan

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton Korwil I Banjar Surabaya

Om Suastiastu,
Pada Minggu Legi 23 Nopember 2014 Semeton Umat dari Korwil I Banjar Hindu Surabaya melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton yang berjumlah sekitar 20 orang di ketuai oleh Bapak I Nyoman Mustika yang juga merupakan ketua Rumah Tangga Pura Agung Jagat Karana Surabaya. Bapak I Nyoman Mustika sendiri bukan orang lain bagi Umat dan Pengurus di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Beliau sering ngayah ke pura ini sejak pura belum direnovasi. Beliau juga sering memperkenalkan pura ini dan mengajak umat untuk ngayah di pura ini.

Pukul 09.00 WIB semeton sampai di pura dan langsung menuju ke Wantilan Jenggolo. Di Wantilan semeton disambut oleh Umat Mondoluku dan pengurus rumah tangga pura. Pada kesempatan itu Bapak Nyoman Mustika memperkenalkan para semeton yang ikut metirtayatra yang ternyata adalah para tokoh penting di Pura Agung Jagat Karana. Juga ternyata ada beberapa umat yang belum sama sekali datang ke pura ini. Dan Beliau kaget karana ternyata pura ini begitu megah dan indah. Ada juga umat yang pernah datang ke pura ini tetapi sebelum di renovasi.Bapak Nyoman Mustika juga menceritakan perjuangan Beliau dan teman-temannya dari dulu terhadap pura ini karena pura ini mau diprelina. Rencananya akan lebih banyak lagi yang akan metirtayatra ke pura ini.

Semeton Banjar Surabaya

Semeton Banjar Surabaya

Semeton Banjar Surabaya

Semeton Banjar Surabaya

Bapak Nyoman Mustika

Bapak Nyoman Mustika

Selanjutnya Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila selaku ketua rumah tangga pura menyampaikan bahwa pura ini dibangun sebagai tempat untuk melinggihkan para Leluhur mulai dari zaman Kerajaan Medang sampai Kerajaan Majapahit. Juga sebagai tempat untuk menstanakan Hyang Semar dan juga para Rsi yang telah berjasa menyebarkan ajaran Dharma di seluruh Nusantara ini. Makanya dipura ini mempunyai pelinggih paling banyak. Juga dipura ini menggunakan konsep Jawa dalam bebantenan dan juga pelinggih-pelinggihnya. Jero Sepuh sendiri tidak mengklaim pura yang besar dan megah ini karena jasa Beliau sendiri semata. Semua karena kehendak Para Leluhur, Para Dewa dan Brahman. Kita hanya menjalankannya saja. Pura ini juga menjadi begini karena peran serta semua Umat Hindu, Masyarakat Mondoluku dan Pemerintah yang menyumbangkan pikiran, tenaga dan dana sehingga pura ini bisa terwujud.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Selanjutnya umat menuju ke Beji untuk melaksanakan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu umat menuju ke Lingga Yoni.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Kemudian umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Ken Dedes

Setelah persembahyangan umat nunas minyak Medang Kamulan . Pada kesempatan itu Bapak Nyoman Mustika menyerahkan punia yang diterima Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila.

Persembahyangan di Panji

Persembahyangan di Panji

Nunas minyak

Nunas minyak

Penyerahan punia

Penyerahan punia

Pukul 13.00WIB umat kembali ke Wantilan untuk makan siang.

Makan siang

Makan siang

Pukul 13.30WIB semeton pamit kembali kerumah.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tirtayatra Semeton Umat Desa Sangsit

Om Swastiastu,

Sabtu Wage, 01 Nopember 2014 Semeton Umat Hindu dari Desa Sangsit Buleleng melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Umat yang datang dengan menggunakan bus dikoordinir oleh Jero Mangku Gede Masia. Umat sampai di pura sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk persembahyangan. Pukul 05.30 WIB umat menikmati santap pagi.

Semeton Desa Sangsit

Semeton Desa Sangsit

Semeton Desa Sangsit bersama Umat Mondoluku

Semeton Desa Sangsit bersama Umat Mondoluku

Menikmati Sarapan

Menikmati Sarapan

Belanja Oleh - Oleh

Belanja Oleh – Oleh

Pada kesempatan itu juga, Ketua Rumat Tangga Pura Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila memperkenalkan para pengurus pura dan umat Hindu Mondoluku. Juga disampaikan sejarah pura dan persiapan piodalan pertama yang jatuh pada Purnama Kawulu, 03 Pebruari 2015. Setelah itu disampaikan agar semeton ikut ngayah di pura ini. Juga diberitahukan bahwa ada rencana untuk membuat Kamar Mandi/Toilet, memperbaiki jalan ke beji dan memperbaiki dapur dan gudang.

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila

Selanjutnya Koordinator semeton tirtayatra Bapak Jero Mangku Gede Masia memberikan sambutan. Beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan dan juga siap ngayah untuk pura ini. Juga siap menyebarkan proposal kepada umat di Buleleng.

Jero Mangku Gede Masia

Jero Mangku Gede Masia

Kemudian Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menyerahkan piagam dilanjutkan dengan penyerahan proposal yang diterima oleh Jero Mangku Gede Masia.

Penyerahan Piagam

Penyerahan Piagam

Penyerahan Proposal

Penyerahan Proposal

Pukul 06.50 WIB umat menuju ke Beji untuk melakukan penglukatan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Penglukatan

Setelah itu umat bersembahyang ke Lingga Yoni dan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Mandala Utama. Pada kesempatan tersebut Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila menjelaskan pelinggih-pelinggih yang ada di pura ini.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Mangku Supardi memimpin persembahyangan

Mangku Supardi memimpin persembahyangan

Penjelasan Pelinggih pura

Penjelasan Pelinggih pura

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Ken Dedes

Nunas Rantasan

Nunas Rantasan

Berfoto di depan Gedong Lingga Kamulan

Berfoto di depan Gedong Lingga Kamulan

Pukul 11.00 WIB semeton pamit melanjutkan tirtayatra.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton Banjar Pemamoran – Kuta dan Sekaa Demen Penyandang Cacat Denpasar

Om Swastiastu,

Pada Sabtu Paing, 25 Oktober 2014 Semeton Umat Hindu dari Banjar Pemamoran Desa Adat Kuta – Badung – Bali, melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton sampai di pura sekitar pukul 05.50 WIB diketua oleh Bapak Nyoman Merta, SH berjumlah sekitar 48 orang. Semeton kemudian menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk persembahyangan. Semeton diterima oleh Ketua dan para Pengurus Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dan Umat Hindu Desa Mondoluku.

Semeton Umat Hindu dari Banjar Pemamoran Desa Adat Kuta – Badung – Bali

Semeton Umat Hindu dari Banjar Pemamoran Desa Adat Kuta – Badung – Bali

Kemudian sekitar pukul 07.15 WIB datang lagi semeton dari Sekaa Demen Penyandang Cacat – Sesetan – Denpasar juga melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton yang merupakan para penyandang tuna netra ini di pimpin oleh Bapak Ketut Masir dan berjumlah sekitar 40 orang. Sebenarnya semeton ini mau sampai di pura kemarin malam tetapi karena tersesat sampai di Kota Gresik, semeton kemudian mekemit di Pura Agung Jagat Karana Surabaya. Paginya semeton diantar ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan oleh Ketua Rumah Tangga Pura Agung Margo Wening Bapak Nyoman Mustika. Semeton kemudian menuju ke Wantilan Jenggolo dan bergabung dengan Semeton Umat Hindu dari Banjar Pemamoran Desa Adat Kuta – Badung – Bali.

Sekaa Demen Penyandang Cacat – Sesetan – Denpasar

Sekaa Demen Penyandang Cacat – Sesetan – Denpasar

Sambil beristirahat sebentar dan sambil mempersiapkan diri untuk bersembahyang, umat kemudian mendengarkan sambutan dari Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Bapak Jero Sepuh Mayor Marinir Kadek Sumanila. Beliau menyampaikan tentang sejarah pura, pelinggih-pelinggihnya dan juga bebantenannya. Beliau juga memperkenalkan para pengurus rumah tangga pura dan Umat Hindu Desa Mondoluku. Bapak Jero juga mengucapkan selamat datang dan terima kasih karena telah metirtayatra ke pura ini. Juga Beliau kagum dengan semangat para semeton penyandang cacat yang sangat antusias metirtayatra meski dengan kondisi seperti itu.

Sambutan dari Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Bapak Jero Sepuh Mayor Marinir Kadek Sumanila

Sambutan dari Ketua Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan Bapak Jero Sepuh Mayor Marinir Kadek Sumanila

Kemudian Bapak Nyoman Merta selaku wakil dari Umat Banjar Pemamoran Desa Adat Kuta menyampaikan sambutannya. Beliau menyatakan kekagumannya dengan semangat Umat Hindu Desa Mondoluku mempertahankan Agama Hindu meski banyak mendapatkan tantangan dan cobaan. Tetapi itu juga merupakan kehendak Leluhur sehingga mereka bisa bertahan. Karena kita semua berWit di Jawi karena setelah para Rsi dari Jawi datang ke Bali untuk menyebarkan Hindu maka sejak itu Bali mempunyai peradaban. Oleh karena itu sudah seharusnya kita yang dari Bali datang ke Jawa untuk mencari Leluhur kita. Dan kita juga sangat mendukung adat dan Budaya Jawa diterapkan di pura ini dan kalau bisa di seluruh Tanah Jawa. Karena denga cara tersebut mereka yang asli Jawa akan merasa dihargai dan tambah kuat keHinduannya.

Bapak Nyoman Merta

Bapak Nyoman Merta

Selanjutnya sambutan dari Bapak Ketut Masir yang menyampaikan bahwa mereka sudah lebih dari 21 kali melaksanakan tirtayatra ke Jawa. Dan mereka tahu pura ini dari membaca di internet. Mereka kemudian dengan biaya sendiri berangkat metirtayatra ke pura ini meskipun mereka sama sekali tidak tahu pura ini. Dan akhirnya setelah tersesat dan ditunjukkan jalan oleh Bapak Nyoman Mustika mereka akhirnya sampai di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini. Bapak Ketut Masir juga sangat setuju pura ini menerapkan konsep jawa pada bantennya karena orang di sini sudah terbiasa dan dengan demikian kita tidak perlu susah-susah membawa banten dari Bali lagi.

Bapak Ketut Masir

Bapak Ketut Masir

Bapak Jero Sepuh Kadek Sumanila kemudian memberikan kenang-kenangan berupa sebuah piagam ucapan terima kasih dan sebuat stiker Medang Kamulan yang diterima oleh masing-masing perwakilan semeton.

Pemberian Kenang-Kenangan

Pemberian Kenang-Kenangan

Pemberian Kenang-Kenangan

Pemberian Kenang-Kenangan

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 08.19 WIB maka kemudian umat menikmati makan pagi.

Makan Pagi

Makan Pagi

Pak Made Suartana juga makan

Pak Made Suartana juga makan

Bunda dan Bu Made

Bunda dan Bu Made

Setelah makan pagi, umat kemudian menuju ke Beji Sumber Kahuripan untuk melaksanakan penglukatan. Karena tempat terbatas, maka semeton dari Banjar Pemamoran dulu yang melukat. Pada saat melukat tersebut ada empat semeton yang kerauhan. Suasanapun menjadi semakin sakral.

Semeton Banjar Pemamoran  sembahyang di Beji

Semeton Banjar Pemamoran sembahyang di Beji

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Setelah semeton Banjar Pemamotan selesai melukat, selanjutnya semeton dari Sekaa Demen yang melaksanakan penglukatan. Pada saat itu juga ada seorang umat yang kerauhan.

semeton dari Sekaa Demen sembahyang di Beji

semeton dari Sekaa Demen sembahyang di Beji

Melukat

Melukat

Semeton Kerauhan

Semeton Kerauhan

Nunas Tirta

Nunas Tirta

Selanjutnya umat matur piuning di Lingga Yoni dan Pelinggih Tri Suci Maha Rsi.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Kemudian umat melaksanakan persembahyangan bersama di Mandala Utama. Karena cuaca sangat panas maka umat duduknya berpancar dibawah pohon-pohon yang ada di Mandala Utama.

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Setelah selesai persembahyangan, sebagian umat nunas rantasan yang disediakan oleh pura.

Nunas Rantasan

Nunas Rantasan

Semeton kerauhan

Semeton kerauhan

Sekitar pukul 11.45WIB semeton dari Banjar Pemamoran – Kuta dan Sekaa Demen Penyandang Cacat Denpasar pamit melanjutkan tirtayatra ketempat lainnya.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton Umat Hindu Buleleng

Om Swastiastu,

Sabtu Pahing 20 September 2014 Semeton Umat Hindu dari Buleleng melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton sampai di pura pada pukul 18.30 petang dengan menggunakan bus.

Sesampai di pura umat menuju ke wantilan untuk beristirahat dan menikmati makan malam. Pada kesempatan tersebut, Ketua Rumah Tangga Pura, Jero Sepuh Kadek Sumanila memperkenalkan para Umat Hindu di Mondoluku dan para pengurus pura. Juga disampaikan tentang sejarah pura dan kegiatan upacara yang dilaksanakan di pura ini.

Semeton Buleleng

Semeton Buleleng

Makan malam

Makan malam

Jero Sepuh Kadek Sumanila memberikan sambutan

Jero Sepuh Kadek Sumanila memberikan sambutan

Kemudian Bapak Gede selaku wakil dari semeton memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa konsep jawa yang diterapkan di pura ini sangat bagus karena menganut sistem desa kala patra. Beliau juga sangat mengharapkan agar pura ini bisa ajeg selamanya dan bisa cepat dikenal dikalangan umat Hindu se-Indonesia. Biasanya rata-rata butuh waktu lama agar sebuah pura baru bisa dikenal oleh masyarakat luas. Tetapi dengan keunikan yang dimiliki oleh pura ini, Beliau yakin bahwa pura ini akan cepat dikenal oleh masyarakat.

Bapak Gede memberikan sambutan

Bapak Gede memberikan sambutan

Selanjutnya umat menuju ke beji untuk melukat. Setelah itu umat menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

Penglukatan

Penglukatan

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Mandala Utama

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Ken Dedes

Persembahyangan di Kanjeng Ratu

Persembahyangan di Kanjeng Ratu

Selanjutnya umat mekemit dipura dan paginya semeton kembali melanjutkan tirtayatra.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Semeton Umat Hindu Buleleng

Om Swastiastu,

Pada Jumat Umanis Semeton Umat Hindu dari Buleleng melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semeton sampai di pura pada pukul 17.30 sore dengan menggunakan bus berjumlah 30 orang. Juga hadir Kapolsek Kedamean, Bapak AKP I Made Jatinegara yang mengawal dan memberitahu jalan menuju ke pura. Umat kemudian langsung menuju ke Wantilan untuk beristirahat. Pada kesempatan itu, Ketua Rumah Tangga Pura, Jro Sepuh Kadek Sumanila menjelaskan tentang sejarah pura dan juga memperkenalkan umat dan pengurus pura yang ngayah disini.

Semeton dari Buleleng

Semeton dari Buleleng

Semeton Dari Buleleng

Semeton Dari Buleleng

Jero Sepuh Kadek Sumanila memberikan sambutan

Jero Sepuh Kadek Sumanila memberikan sambutan

Kemudian Bapak Nengah selaku perwakilan semeton menyampaikan bahwa di Buleleng pura ini cukup terkenal. Dan banyak semeton disana yang ingin metirtayatra ke pura ini. Bahkan dalam rombongan tirtayatra ini, ada sebagian umat yang sudah pernah metirtayatra ke pura ini. Rata-rata yang pernah metirtayatra ke pura ini, sangat senang dan kagum dengan suasana dan keadaan pura ini sehingga banyak yang ingin datang lagi ke pura tercinta ini.

Bapak Nengah memberikan sambutan

Bapak Nengah memberikan sambutan

Selanjutnya Bapak Jero Mangku Ketut Sumbawa menyampaikan kesannya. Beliau sangat antusias dengan konsep yang diterapkan di pura ini. Ini menunjukkan bahwa Hindu itu sangat fleksibel mengikuti adat istiadat setempat dan tidak berusaha untuk menghancurkan atau meniadakan keberadaan adat setempat.

Bapak Jero Mangku Ketut Sumbawa memberikan sambutan

Bapak Jero Mangku Ketut Sumbawa memberikan sambutan

Kemudian Kapolsek Kedamean Bapak AKP I Made Jatinegara yang menyatakan kesiapannya untuk mengawal perjalanan para semeton yang ingin metirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ini. Beliau juga turut mepunia pasir dan paving yang digunakan untuk jalan menuju ke Beji.

Kapolsek Kedamean Bapak AKP I Made Jatinegara memberikan sambutan

Kapolsek Kedamean Bapak AKP I Made Jatinegara memberikan sambutan

Kemudian Mangku Supardi selaku umat Medang Kamulan menyampaikan bahwa kehadiran semeton dari Bali ini membuat umat di sini merasa tidak sendirian. Hal itu membuat kepercayaan diri dan kebanggaan diri sebagai Hindu semakin tinggi. Kita tidak merasa minder lagi mengaku diri sebagai seorang Hindu. Apalagi sebenarnya Hindu dan Budaya Jawa sangat erat hubungannya.

Mangku Supardi

Mangku Supardi

Selanjutnya Mangku Santoso menyampaikan bahwa kedatangan para semeton dari Bali ini adalah karena mereka sebenarnya untuk mengingat para leluhur mereka yang memang berasal dari Jawa. Mereka yang ingat kepada leluhur akan selalu dilindungi, akan diberikan apa yang diminta dan akan dijaga apa yang telah dimikili. Mangu Santoso sendiri ngayah di dua pura yaitu di Pura Kerta Bhumi di Dusun Bongso Wetan dan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Mangku Santoso

Mangku Santoso

Selanjutnya Bapak Nengah selaku wakil semeton memberikan punia yang diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jero Kadek Sumanila.

Bapak Nengah selaku wakil semeton memberikan punia yang diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jero Kadek Sumanila.

Bapak Nengah selaku wakil semeton memberikan punia yang diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jero Kadek Sumanila.

Bapak Nengah selaku wakil semeton memberikan punia yang diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jero Kadek Sumanila.

Bapak Nengah selaku wakil semeton memberikan punia yang diterima oleh Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Jero Kadek Sumanila.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 maka umat kemudian menikmati makan malam.

Makan Malam

Makan Malam

Selanjutnya umat menuju ke Beji untuk melukat. Kemudian umat melaksanakan persembahyangan bersama di Mandala Utama Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Persembahyangan di Beji

Persembahyangan di Beji

 Melukat

Melukat

Bapak AKP I Made Jatinegara

Bapak AKP I Made Jatinegara

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Semeton kerauhan

Semeton kerauhan

Isteri Bapak Siwa kerauhan

Isteri Bapak Siwa kerauhan

Jero Kadek Sumanila menampi yang kerauhan

Jero Kadek Sumanila menampi yang kerauhan

Persembahyangan bersama dipimpin Mangku Pardi

Persembahyangan bersama dipimpin Mangku Pardi

Setelah persembahyangan umat kemudian mekemit di pura dan paginya semeton kembali melanjutkan tirtayatra.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.