Upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan

Om Swastiastu,

Purnama Kawulu, 14 Pebruari 2014 di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan Upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Piodalan yang pertama kalinya. Upacara tersebut merupakan dari kegiatan upacara yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu Nancep Karya  pada tanggal 28 Januari 2014, Larung Sesaji dan Penyucian Pusaka Medang Kamulan Nusatara Sejati di Pantai Ngliyep Malang Selatan pada tanggal 31 Januari 2014 dan Nunas Tirta ke Pura di Bali, Jawa dan Lombok pada tanggal 01 Pebruari sampai tanggal 05 Pebruari 2014. Di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan semua upacara tersebut menggunakan Banten Medang Kamulan yang merupakan perpaduan sebagian besar Banten Tengger, Sesajen Desa Mondoluku dan Banten Bali.  Kita disini ingin mengedepankan Budaya Jawa karena kita tinggal di Jawa sehingga Umat Hindu yang asli Jawa bisa berperan aktif dalam semua kegiatan upacara di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Untuk Upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Piodalan dipuput oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger dan, Ida Pandita Mpu Agni Satya Wadi Winatha Daksa dari Griya Gauri Sangkara Br. Sasih Batu Bulan – Gianyar. Karena kita ingin menonjolkan Budaya Jawa maka semua sesuatunya dibuat bernuansa Jawa. Disamping pelinggih Pura yang bernuansa Jawa, Banten Jawa, Kesenian Jawa juga kita tampilkan. Bahkan para Pengurus Pura dan Umat Hindu Desa Mondoluku juga berpakaian adat Jawa.

Pelinggih di Mandala Utama

Pelinggih di Mandala Utama

Banten Jawa Tengger

Banten Jawa Tengger

Banten Jawa Tengger

Banten Jawa Tengger

Bapak Anom dengan pakaian Jawa

Bapak Anom dengan pakaian Jawa

Pada hari Kamis 13 Pebruari 2014 banten-banten yang didatangkan langsung dari Tengger berikut sratinya sampai di pura dan disambut umat baik Umat Medang Kamulan maupun Umat dari pura lain yang ingin belajar membuat banten Tengger tersebut. Banten tersebut belum ditata dan dipura semuanya menata banten tersebut. Ada juga umat yang memasang wastra, penjor dan juga Senjata Dewata Nawa Sanga di Pelinggih-Pelinggih pura. Ada pula yang memasang tenda dan memasak.

Pandita Duku Eko Warnoto menjelaskan cara membuat dan menata banten

Pandita Duku Eko Warnoto menjelaskan cara membuat dan menata banten

Mangku Putu Agus sedang memasang wastra

Mangku Putu Agus sedang memasang wastra

Mangku Ketut Sedana mengajari cara membuat pengetisan

Mangku Ketut Sedana mengajari cara membuat pengetisan

Pecaruan

Pecaruan

Kerauhan

Kerauhan

Kemudian malamnya Umat kemudian melaksanakan Upacara mekala Hias dan Nedunang Ida Bhatara dan dilanjutkan dengan Persembahyangan bersama. Tepat waktu nunas tirta dan Bija, hujan turun deras tapi sebentar dan di Kediri/Blitar Gunung Lawu meletus mengakibatkan hujan batu, pasir dan abu. Abunya sampai di pura pada pagi hari sehingga mengakibatkan semuanya berwarna putih tertutup abu. Untung sebelum upacara dimulai hujan abu sudah berhenti.

Penyucian Gong

Penyucian Gong

Mecaru di Jaba Pura

Mecaru di Jaba Pura

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Nedunang Ida Bhatara

Kesenian Tengger yang mengiringi Upacara

Kesenian Tengger yang mengiringi Upacara

Pretima dan Daksina Linggih ditempatkan di Bale Peselang

Pretima dan Daksina Linggih ditempatkan di Bale Peselang

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto memimpin upacara

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Jumat pagi-pagi sekali umat semua mempersiapkan segala sesuatu agar nanti upacara berjalan dengan lancar. Bahkan ada yang pulang ke rumahnya untuk mencari bahan yang belum ada.

Hujan Abu yang menututpi pepohonan dan bangunan

Hujan Abu yang menutupi pepohonan dan bangunan

Bapak Made Suartana berbincang dengan Pandita Dukun Hasta Brata

Bapak Made Suartana berbincang dengan Pandita Dukun Hasta Brata

Bapak Wayan memasang dupa disetiap pelinggih

Bapak Wayan memasang dupa disetiap pelinggih

Ida Pandita Mpu Agni Satya Wadi Winatha Daksa dari Griya Gauri Sangkara Br. Sasih Batu Bulan – Gianyar menjelaskan tentang makna banten

Ida Pandita Mpu Agni Satya Wadi Winatha Daksa menjelaskan tentang makna banten

Bapak Niti Saiman dan Bapak Tomo yang menjaga kotak punia

Bapak Niti Saiman dan Bapak Tomo yang menjaga kotak punia

Kapolsek Wringinanom yang ikut membantu pengamanan

Kapolsek Wringinanom yang ikut membantu pengamanan

Pada pukul 08.30WIB dilaksanakan Upacara Melaspas. Bangunan/Pelinggih yang dipelaspas antara lain: Pelinggih Tri Rsi Maha Suci, Bale Kulkul, Bale Gong, Candi Betar Mandala Madya dan Mandala Nista, Arca Hyang Semar, Wantilan Jenggolo, Pasraman Pemangku dan Beji.

Ibu-ibu mekidung

Ibu-ibu mekidung

Jro Mangku Paria dan Jro Mangku Ketut Sedana sedang mekekawin

Jro Mangku Paria dan Jro Mangku Ketut Sedana sedang mekekawin

Para Pandita yang memimpin upacara dibantu Mangku Nengah Mariasa

Para Pandita yang memimpin upacara dibantu Mangku Nengah Mariasa

Gamelan Tengger

Gamelan Tengger

Karawitan Jawa

Karawitan Jawa

Gamelan Bali

Gamelan Bali

Mecaru

Mecaru

Melaspas Pelinggih Tri Suci Maha Rsi

Melaspas Pelinggih Tri Suci Maha Rsi

Melaspas Bale Kulkul

Melaspas Bale Kulkul

Melaspas Beji

Melaspas Beji

Menanam Pedagingan

Menanam Pedagingan

Ngayabang

Ngayabang

Selanjutnya dilaksanakan Upacara Pembejian dilanjutkan dengan Upacara Mapag Ida Bhatara Rawuh, Murwa Daksina dan Ngelinggihang Ida Bhatara Ring Sowang-Sowang. Kemudian dilanjutkan dengan Upacara Ngenteg Linggih.

Menuju Pembejian

Menuju Pembejian

Menuju Pembejian

Menuju Pembejian

Mangku Komang Budiasa

Mangku Komang Budiasa

Pretima dan daksina linggih diletakkan di beji

Pretima dan daksina linggih diletakkan di beji

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Penyucian Senjata Dewata Nawa Sanga

Penyucian Senjata Dewata Nawa Sanga

Mapag Ida Bhatara Rawuh

Mapag Ida Bhatara Rawuh

Murwa daksina

Murwa daksina

Murwa daksina

Murwa daksina

Murwa daksina

Murwa daksina

Tari Murwa Daksina

Tari Murwa Daksina

Murwa daksina

Murwa daksina

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Kerauhan

Ngelinggihang Ida Bhatara Ring Soang-soang

Ngelinggihang Ida Bhatara Ring Soang-soang

Tarian Sakral Medang Kamulan

Tarian Sakral Medang Kamulan

Selanjutnya Upacara Piodalan dan persembahyangan bersama. Pada waktu upacara tersebut, hujan turun dengan lebatnya diikuti petir mengelegar saling bersahutan.

Tirta dari 21 Pura Bali, Jawa dan Lombok

Tirta dari 21 Pura Bali, Jawa dan Lombok

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Umat dari Tengger dan Keluarga Bapak AA Ketut Arimbawa

Umat dari Tengger dan Keluarga Bapak AA Ketut Arimbawa

dari Himpunan Kepercayaan Lumajang dan Tulungagung yang rela melawan hujan Abu Gunung Kelud untuk bisa ke pura

dari Himpunan Kepercayaan Lumajang dan Tulungagung yang rela melawan hujan Abu Gunung Kelud untuk bisa ke pura

Bapak Prof Sutantra dan Mahasiswa Hindu ITS melaksanakan persembahyangan

Bapak Prof Sutantra dan Mahasiswa Hindu ITS melaksanakan persembahyangan

Anak-anak Medang Kamulan

Anak-anak Medang Kamulan

Kegiatan Bazar

Kegiatan Bazar

Bapak AA Ketut Arimbawa memborong kaos dan suvenir Medang Kamulan

Bapak AA Ketut Arimbawa memborong kaos dan suvenir Medang Kamulan

Bapak AA Ketut Arimbawa menyerahkan punia yg diterima Bapak Kadek Sumanila

Bapak AA Ketut Arimbawa menyerahkan punia yg diterima Bapak Kadek Sumanila

Bu Kadek Sumanila dan Bu Putu Raka

Bu Kadek Sumanila dan Bu Putu Raka

Banyak yang berjualan di sepanjang jalan ke pura

Banyak yang berjualan di sepanjang jalan ke pura

Pada malam pukul 20.00WIB di Bale Gong Mandala Madya diadakan tari-tarian Jawa dan di sebelah selatan pura di pentaskan wayang kulit jawa semalam suntuk.

Pembawa Acara

Pembawa Acara

Tari Remo oleh Jelita

Tari Remo oleh Jelita

Tari Jaranan

Tari Jaranan

Palawakya

Palawakya

Tari Gandrung

Tari Gandrung

Band

Band

Tari Petruk

Tari Petruk

Penonton membludak

Penonton membludak

Bapak Kusno dan keluarga besar Bongso Wetan

Bapak Kusno dan keluarga besar Bongso Wetan

Pagelaran Wayang Kulit

Pagelaran Wayang Kulit

Sinden

Sinden

Pada Hari Sabtu siang dilaksanakan pagelaran Tari Reog dari Desa Laban dan sorenya dilanjutkan dengan Tari Reog dari Tengger.

Kesenian Reog Singo Murti Desa Laban

Kesenian Reog Singo Murti Desa Laban

Bapak Hadi Sudarmono menaiki reog

Bapak Hadi Sudarmono menaiki reog

Bapak Hadi Sudarmono menaiki reog

Bapak Hadi Sudarmono menaiki reog

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Malam harinya Tari Reog dihentikan sejenak karena ada Upacara Nyineb dan Melebar Daksina.

Pecaruan di Beji

Pecaruan di Beji

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Duku Eko Warnoto memimpin Upacara Nyineb dan Melebar Daksina

Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Duku Eko Warnoto memimpin Upacara Nyineb dan Melebar Daksina

Nyineb

Nyineb

Tari Sakral Medang Kamulan

Tari Sakral Medang Kamulan

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Melebar daksina

Setelah itu Tari Reog dilanjutkan sampai pukul 23.30 WIB.

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Kesenian Reog Siswo Budoyo Tengger

Demikian kegiatan Upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Melaspas dilaksanakan dengan lancar, aman. Semua berjalan sesuai dengan yang kita harapkan dan berkahir dengan kebahagiaan. Akhirnya terbayar sudah semua kerja keras dari semua umat termasuk Umat dari Tengger dan juga atas restu dari tetua, Para Leluhur, Para Dewa dan Brahman dalam upaya menyukseskan upacara tersebut. Termasuk juga kerja keras dari tukang-tukang Trowulan pimpinan Bapak Tarji yang bekerja siang malam agar semua pelinggih bisa selesai tepat waktu sehingga bisa dipelaspas dan bisa dipakai sembahyang.

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

IMG_2016_resize

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

 

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto berdua

Foto berdua

Foto bersama grup reog tengger

Foto bersama grup reog tengger

Om Shanti Shanti Shanti Om

Nunas Tirta dan Ngatur Piuning

Om Swastiastu,

Sehubungan dengan kegiatan upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Piodalan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan maka pada tanggal 31 Januari s/d 2 Pebruari 2014 dilaksanakan nunas tirta dan ngaturang piuning. Nunas tirta dilaksanakan untuk di Bali di semua pura Sad Kahyangan termasuk Pura Penegil Dharma dan  Pura Candi Narmada dilakukan oleh Bapak Jero Mangku Komang Budiasa, Bapak AA Ketut Arimbawa dan Semeton dari PT. SBI Denpasar. Untuk nunas tirta di Jawa di kerjakan oleh Bapak Ir. Ketut Sukarta dan Karyawan Bank Sinar Dana yaitu di Bromo, Penanggungan,  Dieng, Semeru  dan Lawu. Sedangkan nunas tirta di Gunung Rinjani Lombok dilaksanakan oleh Ibu Kadek Sumanila. Untuk Matur Piuning ke Pura Margo Wening, Pura Segara Kenjeran dan Pura Agung Jagat Karana.

Bapak Ketut Sukarta dan Ibu yang akan nunas tirta ke Bromo

Bapak Ketut Sukarta dan Ibu yang akan nunas tirta ke Bromo

Ibu Kadek Sumanila yang akan nunas tirta ke Gunung Rinjani

Ibu Kadek Sumanila yang akan nunas tirta ke Gunung Rinjani

Tirta yang sampai di pura selanjutnya diletakkan di tempat yang telah disediakan dan akan ditaruh di Petirtan Tri Utama Suci Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Penyambutan tirta dari Jawa Tengah

Penyambutan tirta dari Jawa Tengah

Tirta ditaruh ditempat yang disediakan

Tirta ditaruh ditempat yang disediakan

Penyambutan tirta dari Bali

Penyambutan tirta dari Bali

Jro Mangku KOmang Budiasa membawa tirta dari Bali

Jro Mangku KOmang Budiasa membawa tirta dari Bali

Tirta diarak mengelilingi Mandala Utama

Tirta diarak mengelilingi Mandala Utama

Bapak Kadek Sumanila membawa tirta

Bapak Kadek Sumanila membawa tirta

Tirta ditaruh ditempat yang disediakan

Tirta ditaruh ditempat yang disediakan

Gamelan Jawa oleh Pemuda Bongso Kulon menyambut kedatangan tirta

Gamelan Jawa oleh Pemuda Bongso Kulon menyambut kedatangan tirta

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Jro Mangku Drs I Nengah Mariasa MHum memimpin persembahyangan

Jro Mangku Drs I Nengah Mariasa MHum memimpin persembahyangan

Tirta yang datang tidak bersamaan karena tempat yang dituju lain-lain dan berjauhan. Karena itu Umat yang di pura selalu siaga di pura dan menyiapkan segala sesuatunya. Disela-sela persiapan tersebut umat mendapatkan pencerahan dari Ida Pedanda Gede Keniten dari Griya Cumpung – Timpag – TabananIda Pedanda Gede Keniten. Beliau menyampaikan agar kita tidak ragu-ragu lagi mengenai banten yang akan kita gunakan pada upacara ini. Apalagi yang muput adalah Pandita Dukun Tengger dan Bantennya merupakan Banten Tengger. Dan sesungguhnya kalau kita teliti antara Bbanten Bali dan Banten Tengger mempunyai dasar yang sama hanya karena di Bali dihias sedemikian rupa sehingga kelihatan seperti lain. Kita semua juga sebenarnya berasal dari Jawa yang pergi ke Bali untuk mempertahankan Agama supaya tetap bisa ajeg karena kalau kita tetap tinggal di Jawa hal itu akan sulit dilakukan. Disamping itu dengan menggunakan banten Jawa/Tengger maka umat disini akan tidak merasa disisihkan dan bisa ikut berperan membuat banten karena mereka sudah terbiasa mengerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Ida Pedanda Gede Keniten sendiri merupakan keturunan Dang Hyang Dwijendra. Beliau juga menyampaikan bahwa sudah saatnya kita bangkit kembali sehingga kejayaan bangsa ini bisa tercapai.

Ida Pedanda Gede Keniten  memberikan pencerahan kepada umat

Ida Pedanda Gede Keniten memberikan pencerahan kepada umat

Semua umat mendengarkan pencerahan dari . Ida Pedanda Gede Keniten dengan seksama. Dan semua setuju bahwa kita di Jawa ini sudah seharusnya mengedepankan adat dan budaya Jawa. Jadi nantinya yang dari Bali akan menuntun dari belakang. Apalagi rencananya ada banyak umat dari pura lain yang akan mengikuti langkah Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Semoga kejayaan kembali bersama kita.

Umat mendengarkan penjelasan Ida Pedanda

Umat mendengarkan penjelasan Ida Pedanda

Umat mendengarkan penjelasan Ida Pedanda

Umat mendengarkan penjelasan Ida Pedanda

Devi

Devi

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Titrayatra Sektor Bubutan Surabaya

Om Swastiastu,

Pada Hari Minggu, Umat Hindu dari Sektor Bubutan Surabaya melaksanakan tirtayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Umat tirtayatra menggunakan minibus dan mobil kecil sampai di pura sekitar pukul 11.30WIB diketuai oleh Bapak Dewa Gede Mayun.  Juga kita kadatangan semeton yaitu Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur yang baru yaitu Bapak Ida Made Windya. Beliau baru menjabat selama 2 minggu dan sudah mau menengok Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Umat baru datang

Umat baru datang

Setiba dipura umat langsung menuju ke Mandala Utama untuk melaksanakan persembahyangan bersama.  Suasana hujan mewarnai persembahyangan kali ini.

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembahyangan di Lingga Yoni

Persembayangan di Mandala Utama

Persembayangan di Mandala Utama

Persembayangan di Mandala Utama

Persembayangan di Mandala Utama

Kemudian umat menuju ke Wantilan Jenggolo untuk beristirahat dan mengadakan acara ramah tamah. Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura, Bapak Kadek Sumanila menyampaikan tentang sejarah pura dan rencana kegiatan upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Piodalan yang akan dilaksanakan pada Purnama Kawulu ini. Juga diberitahukan bahwa yang akan muput upacara adalah Ida Pandita Dukun Hasta Brata dan Ida Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger, Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Kuta dan Ida Pandita Keniten. Selain itu Bapak Kadek juga mohon doa restu umat agar upacara bisa berjalan lancar dan aman.

Di Wantilan Jenggolo

Di Wantilan Jenggolo

Bapak Kadek Sumanila menyampaikan sambutannya

Bapak Kadek Sumanila menyampaikan sambutannya

Setelah itu sambutan dari ketua Sektor Bubutan Surabaya, Bapak Dewa Gede Mayun. Beliau menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan upacara yang akan berlangsung di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Beliau juga menyatakan kekagumannya melihat bangunan pura yang begitu megah dan bentuknya yang lain daripada yang lain. Beliau dan segenap umat akan mendukung semua kegiatan yang ada di pura ini.

Bapak Dewa Gede Mayun memberikan sambutan

Bapak Dewa Gede Mayun memberikan sambutan

Kemudian sambutan dari Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Bapak Ida Made Windya. Beliau yang baru dua minggu menerima jabatan tersebut setelah sebelumnya menjabat di Nusa Tenggara Barat.  Beliau menyampaikan bahwa akan mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan di pura ini. Dan juga semua pura yang ada diseluruh Jawa Timur. Beliau juga akan mendata semua Umat Hindu di seluruh Jawa Timur sehingga bisa melakukan sesuatu yang tepat sesuai keperluannya.  Beliau juga sangat mendukung konsep Jawa yang diterapkan di pura ini dan kalau bisa pura yang lainnya bisa mengikuti.

Pembimas Hindu Kanwil Kemendag Jawa Timur, Bapak Ida Made Windya

Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Bapak Ida Made Windya

Pada kesempatan itu Bapak Dewa Gede Mayun selaku wakil dari Umat Sektor Bubutan Surabaya menyerahkan punia yang diterima Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Kadek Sumanila.

Ketua Sektor Bubutan Surabaya  menyerahkan punia kepada Ketua RT Pura Bapak Kadek Sumanila

Ketua Sektor Bubutan Surabaya menyerahkan punia kepada Ketua RT Pura Bapak Kadek Sumanila

Setelah itu umat diajak melihat-lihat semua pelinggih termasuk beji yang masih dibangun. Karena sudah sore kemudian umat berpamitan pulang.

Bpk Sai, Bpk.Kadek Sumanila, Bpk. Ida Gede Widyna, Bapak Satiman dan Bpk. Anom

Bpk Sai, Bpk.Kadek Sumanila, Bpk. Ida Made Windya, Bapak Satiman dan Bpk. Anom

Om Shanti Shanti Shanti Om

Larung sesaji dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati

Om Swastiastu,

Pada Kamis Legi, 30 Januari 2014 dilaksanakan Larung Sesaji dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusanatara Sejati di Pantai Ngliyep – Malang Selatan.  Umat berangkat dari pura pukul 04.00 WIB menggunakan kendaraan sebanyak 8 mobil. Pada upacara ini yang muput adalah Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger. Banten yang digunakan juga adalah banten Jawa Tengger. Pada sehari sebelumnya regu aju yang terdiri dari Bapak Sai, Mangku Timbul dan Mangku Jembadi berangkat ke Pantai Ngliyep untuk mengadakan persiapan dan koordinasi dengan masyarakat setempat.

Persiapan Larung Sesaji

Persiapan Larung Sesaji

Persiapan Larung Sesaji

Persiapan Larung Sesaji

Setelah mengadakanperjalanan sekitar 6 jam akhirnya umat sampai di Pantai Ngliyep. Umat kemudian langsung menuju ke Gunung Kombang tempat dilaksanakannya upacara. Gunung Kumbang adalah sebuah pulau kecil terletak sekitar 100 meter dari Pantai Ngliyep.Disana dilaksanakan penyucian Panji pada pukul 12.00WIB dan Upacara Larung Sesaji pada pukul 15.00WIB.

Gunung Kombang

Gunung Kombang

Menuju ke tempat larungan

Menuju ke tempat larungan

Para Pandita dan Pinandita

Para Pandita dan Pinandita

Umat yang Ikut

Umat yang Ikut

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati

Upacara Penyucian Panji

Upacara Penyucian Panji

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati dikibarkan dan disucikan

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati dikibarkan

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati disucikan

Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati disucikan

Ibu-Ibu

Ibu-Ibu

Upacara Larung Sesaji

Upacara Larung Sesaji

Sesaji dilarung di Laut Selatan

Sesaji dilarung di Laut Selatan

Bapak Kadek Sumanila menyampaikan sambutan

Bapak Kadek Sumanila menyampaikan sambutan

Bapak I Ketut Sukarta menyampaikan sambutan

Bapak I Ketut Sukarta menyampaikan sambutan

Jro Mangku Ketut Sumertha

Jro Mangku Ketut Sumertha

Pengambilan tirta

Pengambilan tirta

Penyucian Panji

Penyucian Panji

Setelah itu pada pukul 16.30WIB umat melaksanakan selamatan bersama dengan penduduk sekitar  dan juga beberapa anggota marinir di Pantai Ngliyep. Pada acara tersebut umat bersama-sama menikmati hidangan yang telah disediakan.

Selamatan dengan masyarakat sekitar

Selamatan dengan masyarakat sekitar

Bapak Kadek Sumanila berfoto bersama marinir

Bapak Kadek Sumanila berfoto bersama marinir

Pada pukul 18.00 Wib umat kembali ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Upacara Nancep Karya

Om Swastiastu,

Pada Hari Selasa Pahing 28 Januari 2014 di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dilaksanakan upacara Nancep Karya. Upacara tersebut adalah rangkaian dari Upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Piodalan yang akan dilaksanakan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan.

Sebelumnya pada tanggal 24 Januari 2014 malam harinya kita mengadakan rapat persiapan dengan para tokoh tetua yaitu Bapak Prof Sutantra dan Bapak I Nyoman Sudapet.

Rapat Persiapan

Rapat Persiapan

Rapat Persiapan

Rapat Persiapan

Upacara dimulai Pukul 20.00WIB dipimpin oleh Jro Mangku Supardi dan para Pemangku pura. Upacara menggunakan banten Tengger yang merupakan banten resmi di pura ini. Yang menjadi sratinya adalah Ibu Mamung dibantu ibu-ibu pemangku.

 

Upacara berjalan lancar meskipun baru pertama kali melaksanakan upacara menggunkana banten Tengger.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Tirtayatra Paguyuban Pemangku Dharma Kriya Shanti

Om Swastiastu,

Pada Hari Minggu 19 Januari 2014 para Pemangku dari seluruh Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto yang tergabung dalam Paguyuban Pemangku Dharma Kriya Shanti melaksanakan tirtayatra di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Tirtayatra tersebut dilaksanakan juga dalam rangka melaksanakan rapat pertanggungjawaban acara kegiatan para pemangku tersebut.

Umat yang ada di pura mengadakan persiapan-persiapan untuk menyambut tirtayatra para pemangku tersebut. Juga sebagian ada yang melaksanakan kerja bhakti renovasi pura.

Ibu-Ibu memasak

Ibu-Ibu memasak

Menanam kamboja

Menanam kamboja

Jro Mangku Drs. I Nengah Mariasa MHum dan istri

Jro Mangku Drs. I Nengah Mariasa MHum dan istri

Sekitar pukul 10 pagi para pemangku sampai di pura. Setelah beristirahat sebentar seluruh umat menuju ke Mandala Utama untuk sembahyang bersama.

Melihat Beji

Melihat Beji

Jro Mangku Ketut Sedana dan Bpk. Kadek Sumanila

Jro Mangku Ketut Sedana dan Bpk. Kadek Sumanila

Kerja bakti

Kerja bakti

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Setelah itu umat kembali ke Wantilan Jenggolo untuk melaksanakan ramah tamah. Pada kesempatan tersebut Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Kadek Sumanila menyampaikan tentang adanya kegiatan upacara Melaspas, Ngenteg Linggih dan Piodalan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 s/d 15 Pebruari 2014. Juga dimohon doa restu dan bantuan ngayah pada acara tersebut. Selanjutnya sambutan dari Ketua Paguyuban Pemangku Dharma Kriya Shanti Jro Mangku Ketut Sumertha. Beliau menyampaikan dukungan penuh dari seluruh pemangku. Bahkan beliau akan siap membantu ngayah sebelum samapi sesudah upacara tersebut.  Beliau juga sangat setuju upacara tersebut menggunakan banten tengger karena merupakan upaya untuk mengembangkan local genius jawa.

Acara ramah tamah

Acara ramah tamah

Bpk. Arif dan teman-temannya

Bpk. Arif dan teman-temannya

Bapak Kadek Sumanila memberikan sambutan

Bapak Kadek Sumanila memberikan sambutan

Acara kemudian dilanjutkan dengan rapat Paguyuban Pemangku Dharma Kriya Shanti dipimpin oleh Jro Mangku Ketut Sumertha.

Rapat Paguyuban Pemangku

Rapat Paguyuban Pemangku

Setelah acara selesai para pemangku kemudian berpamitan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Piodalan di Rumah Bapak Kadek Sumanila

OM Swastiastu,

Pada Hari Rabu Kliwon 01 Januari 2014 di Rumah Bapak Kadek Sumanila dilaksanakan upacara piodalan. Upacara berlangsung mulai pukul 07.00WIB. Hadir juga teman-teman dari Medang Kamulan yaitu Bapak Mangku Supardi, Mangku Komang Budiasa sekeluarga, Mangku Nuryadi, Mangku Timbul, Bapak Anom sekeluarga, Bapak Made Suartana sekeluarga, Ibu Mamung bersama Bapak IGP Wibawa dan Penulis sekeluarga.

Persiapan piodalan

Persiapan piodalan

Pemangku

Pemangku

Persiapan upacara

Persiapan upacara

Upacara dimulai dari merajan Bapak Kadek.

Ngaturang piuning

Ngaturang piuning

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Persembahyangan bersama

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Nunas tirta dan bija

Bapak Kadek Sumanila sekeluarga

Bapak Kadek Sumanila sekeluarga

Kemudian dilanjutkan di Pelinggih Arca Siwa dan Arca Ganesa.

Persembahyangan di Siwa

Persembahyangan di Siwa

Persembahyangan di Ganesa

Persembahyangan di Ganesa

Setelah upacara selesai kemudian kita makan siang dan sorenya ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan untuk melaksanakan persembahyangan tilem.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.